logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Sadean Internasional

Lukman Husain by Lukman Husain
Friday, 31 July 2026
in Disway
0
Sadean Internasional

--

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

SAAT pertama bikin perusahaan bentuknya masih CV. Tapi nama CV-nya sudah keren: CV Sadean Internasional. ”Sadean” –adalah versi halus bahasa Jawa ”dodolan”. Artinya: jualan.

Ia memang orang Jawa. Asli Tulungagung. Tapi nama suksesnya sudah sangat khas Malaysia: Raden Datuk Diraja Mohammad Iman Hascary Kusumo.

Related Post

Kabawa Hente

Eksklusif Mati

Target Selawat

Resto Kuburan

Di masa kecilnya di desa Ariyojeding, kecamatan Rejotangan, Tulungagung, Datuk kita ini biasa dipanggil Dimyani. Dim.

Ketika Dim berumur lima tahun ayah-ibunya meninggalkan Ariyojeding menuju Malaysia. Sebelum berangkat ayah Dim jualan kacang. Keliling desa pakai sepeda. Di mana ada tontonan wayang kulit ayah Dim jualan kacang ke sana. Sedang ibunda jadi tukang jahit.

Dari Malaysia sang ayah kirim uang untuk sekolah Dim bersaudara. Sampai tamat SMP Dim masih di Rejotangan. Setelah itu masuk SMK di Blitar. Lalu ke teknik mesin ITN Malang.

Sang ayah menjadi TKI di kebun sawit. Di Selangor, tidak jauh dari Kuala Lumpur. Ribuan orang Tulungagung pergi bekerja di Malaysia.

Lama-lama ibunda Dim buka toko kecil-kecilan di Selangor. Jualan kacang dan kerupuk. Dim pun menyusul ke Malaysia: ingin kuliah S-2 dan tidak jauh dari orang tua.

Tiga orang saudara Dim juga menyusul ke Malaysia. Bahkan yang dua orang sudah menjadi warga negara Malaysia. Sambil kuliah S-2 Dim berpikir harus kerja apa. Dim pun membuat keputusan: berbisnis. Dagang.

Ia ingin mengembangkan usaha sang ibu. Caranya: ia datangkan barang-barang makanan dari Indonesia untuk dijual di toko ibunya.

Maka Dim mondar-mandir Selangor-Tulungagung: kulakan. Kerupuk, kue-kue kering, sampai pun petis. Orang-orang Indonesia di sana ternyata tetap ingin makan makanan seperti di Indonesia.

Setiap kali pulang ke Jatim Dim keliling ke UMKM untuk cari produk mereka. Lalu Dim mendirikan CV tadi: CV Sadean Internasional.

Lama kelamaan Dim mendirikan toko grosir bahan makanan Indonesia di Malaysia. Usahanya terus berkembang. Dari CV menjadi PT. Dari satu grosir menjadi 10 grosir: Indogrosir Group.

Setelah terlihat sukses teman-temannya mulai tidak memanggilnya Dim.

“Teman-teman mulai memanggil saya Datuk,” ujar Dim.

Lama-lama ia memperkenalkan diri dengan nama Datuk Diraja Dimyani. Dan di kalangan bisnis di Malaysia nama lengkapnya lebih panjang lagi: Raden Datuk Diraja Mohammad Iman Hascary Kusumo.

“Itu bukan nama resmi saya. Itu nama dagang saya,” ujar Datuk. “Kan tidak ada gelar Datuk Diraja di Malaysia” tambahnya.

Dengan nama Datuk kelihatannya usahanya kian sukses. Indogrosir kini sudah berdiri di 10 negara bagian di Malaysia. Sebulan sudah lebih 10 kontainer diekspor ke Malaysia.

Tiga hari lalu Datuk menemui saya di rumah dekat Pacet. Ini kali ketiga Datuk ke Pacet. Ia pernah ikut “muktamar” Perusuh Disway di situ.

“Saya juga baru pulang dari Amerika. Sayang kita tidak bisa bertemu di sana,” ujar Datuk.

Saat dari Amerika saya ke Kanada, Datuk dari Amerika ke Mexico City. Ia berusaha nonton Piala Dunia di ibu kota Meksiko itu. Meski tidak dapat tiket Datuk tetap ke stadion Piala Dunia. Siapa tahu ada tiket dijual. Setidaknya bisa ikut nobar di kompleks stadion. Ikut merasakan pesta kemenangan tuan rumah.

Dari Meksiko Datuk ke Bogota, ibu kota Colombia. Ia menyaksikan bahwa busway di Jakarta persis sama dengan di Bogota. Dari Bogota ia terbang 1,5 jam ke arah selatan: ke kota kecil di tengah hutan, di pinggir sungai Amazon: kota Leticia.

Datuk ke Leticia karena unik: dengan ke Leticia berarti sekaligus ke tiga negara: Colombia, Brazil, dan Peru.

Datuk cukup ke pertigaan jalan. Sedikit melangkah ke situ sudah masuk wilayah Brazil. Lalu melangkah ke samping masuk wilayah Peru. Tanpa lewat imigrasi. Tanpa visa. Tapi juga tidak bisa melihat apa-apa. Kota kecil itu jauh dari pusat keramaian negara masing-masing.

Itu sudah cukup membuat daftar Datuk tambah panjang: sudah langsung pernah ke 53 negara –yang sebelumnya 50 negara.

Datuk, bagi Anda, adalah contoh “kabur” yang sukses. Mungkin karena kaburnya bukan ke Yaman. (*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

Kabawa Hente

Kabawa Hente

Monday, 14 September 2026
Eksklusif Mati

Eksklusif Mati

Saturday, 12 September 2026
Target Selawat

Target Selawat

Saturday, 12 September 2026
Resto Kuburan

Resto Kuburan

Friday, 11 September 2026
Secukupnya Selamanya

Secukupnya Selamanya

Thursday, 10 September 2026
Serius Nonsense

Serius Nonsense

Wednesday, 9 September 2026
Next Post
Gudang Safi Jaya Meubel di Limboto Barat Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Ratusan Juta Rupiah

Gudang Safi Jaya Meubel di Limboto Barat Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Ratusan Juta Rupiah

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Prabowo Copot Purbaya, Suahasil Nazara Jadi Menteri Keuangan

Prabowo Copot Purbaya, Suahasil Nazara Jadi Menteri Keuangan

Monday, 14 September 2026
Penyelundupan Miras Lewat Pelabuhan Berhasil Digagalkan

Penyelundupan Miras Lewat Pelabuhan Berhasil Digagalkan

Monday, 14 September 2026
Dokter Diduga Korban Penganiayaan, IDI Kecam Keras, Pelaku Dibekuk Polisi

Dokter Diduga Korban Penganiayaan, IDI Kecam Keras, Pelaku Dibekuk Polisi

Monday, 14 September 2026
Kabawa Hente

Kabawa Hente

Monday, 14 September 2026

Pos Populer

  • Kapal Pertamina Patra Niaga Bantu Selamatkan 16 Korban KMP Virgo Transport 08

    Kapal Pertamina Patra Niaga Bantu Selamatkan 16 Korban KMP Virgo Transport 08

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Harfest 2026, BI Buka Jalan UMKM Gorontalo Tembus Pasar Ekspor

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • 300 Siswa Ikuti Mokarawo Kolosal di HARFEST 2026

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Dentuman Misterius Gegerkan Gorontalo, Dibarengi Kilatan Cahaya, Warga Rasakan Getaran

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Bertahan dengan Bitule, Saat Kemarau Mengikis Cadangan Pangan

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.