Gorontalopost.co.id, LIMBOTO — Baru kali ini, Gorontalo didatangi Presiden RI dua kali kurang dari dua bulan. Pada 9 Mei 2026 lalu, Presiden Prabowo Subianto datang pertama kali ke Gorontalo, dan meresmikan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Leato Selatan, Kota Gorontalo.
Rabu (24/9) kemarin, atau 45 hari setelah kunjungan pertama, Kepala Negara kembali berkunjung ke Gorontalo. Ia hadir langsung pada puncak Pekan Nasional (Penas) XVII 2026, yang berlangsung di Limboto, Kabupaten Gorontalo.
Kali ini, Presiden datang dengan rombongan jumbo, setidaknya ada 21 anggota kabinet, yang terdiri dari menteri, kepala lembaga setingkat menteri, dan wakil menteri yang diajak Presiden Prabowo Subianto ke Gorontalo.
Bakan, pimpinan TNI/Polri hadir utuh, yakni Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Agus Subianto, dan tiga kepala staf TNI dari tiga matra yang berbeda.
Sebelum memulai pidatonya dihadapan puluhan ribu petani yang hadir pada puncak Penas XVII Gorontalo, Presiden Prabowo Subianto, mengecek satu persatu menteri kabinet dan pejabat setingkat menteri yang hadir. “Ini adalah menteri-menteri dan pejabat setingkat yang hadir. Ini sekalian absen,”kata Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo mengawali dengan menyapa Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono. “Siap hadir,”kata Menteri KKP Sakti Wahyu, sambil berdiri dan memberi hormat. “Kalau nggak hadir, kebangetan lo,”ujar Presiden Prabowo.
Selanjutnya, Presiden menyapa Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo. “Ini (urusan) irigasi-irigasi, beliau yang bangun ini,”kata Prabowo.
Selanjutnya, Presiden menyapa Menteri Transmigrasi Iftitah Suryanegara, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. Selanjutnya, Kepala Negara menyapa Panglima TNI Jenderal Agus Subianto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Laksamana TNI Muhammad Ali, Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal TNI M. Tonny Harjono.
Selanjutnya, Presiden menyapa Kepala Badan Riset Nasional (BRIN) Prof. Dr. Arif Satria, Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Widyasanti. “Harus dicek satu-satu,”kata Presiden.
Selanjutnya, Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Laksamana TNI (Purn) Didit Herdiawan. “Untung kamu hadir,”tambah Prabowo.
Selanjutnya, giliran Wakil Menteri Kehutanan, Rahmat Marzuki yang disapa Presiden. Disaat itu, para peserta Penas mulai penasaran dengan kehadiran Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol TNI Teddy Indrawijaya, karena belum disebut Prabowo.
“Teddy, Teddy, Teddy,…”suara dari peserta Penas. Presiden kemudian menoleh kebelakang mengecek langsung kehadiran Letkol Teddy, setelah itu ia menyebut nama perwira TNI mantan ajudan Presiden Joko Widodo itu. “Sekretaris Kabinet Republik Indonesia,”kata Prabowo.
Disaat yang bersamaan, Letkol Teddy yang mengenakan setelan meja putih langsung berdiri. Diantara para Menteri Kabinet yang hadir, nampak hanya Letkol Teddy yang tidak mengenakan upia karanji, songkok khas Gorontalo yang juga dikenakan Presiden Prabowo. “Baru Letkol, Letkol kok disambuk kayak begitu. Yang Presiden aku,”kata Prabowo disambut gemuruh peserta Penas.
Selain para menteri, sejumlah Gubernur juga turut hadir, seperti Gubernur Sulawesi Utara Yulius Komaling bersama Wakil Gubernur Sulut, Vicktor Mailangkay, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, serta sejumlah Bupati dan Wali Kota yang datang dari seluruh Indonesia.
Kehadiran para pejabat tersebut semakin menegaskan posisi Gorontalo sebagai tuan rumah kegiatan nasional terbesar di sektor pertanian dan perikanan tahun ini. Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan Presiden kepada Gorontalo.
Menurutnya, kunjungan Presiden Prabowo untuk kedua kalinya dalam kurun waktu sekitar 45 hari menjadi catatan bersejarah bagi daerah yang berpenduduk sekitar 1,2 juta jiwa tersebut.
“Ini menjadi kehormatan dan kebanggaan bagi masyarakat Gorontalo. Kami berterima kasih kepada Bapak Presiden dan seluruh jajaran yang telah hadir serta memberikan perhatian besar kepada daerah kami,” ujar Gusnar.
KENAKAN KARAWO DAN UPIA KARANJI
Hal menarik dari kehadiran para menteri dan kepala lembaga negara, mereka semuanya mengenakan karawo, kain sulam khas Gorontalo bermotif jagung, dan mengenakan upia karanji.
Presiden Prabowo Subianto juga dari awal acara hingga kembali ke Jakarta, terus mengenakan upia karanji. Upiah karanji adalah kopiah khas Gorontalo yang dianyam dari mintu atau belukar hutan.
“PENAS XVII bukan hanya ajang silaturahmi petani dan nelayan, tetapi juga kesempatan bagi Gorontalo untuk memperkenalkan potensi daerah kepada seluruh Indonesia,” kata Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie.
Upiah karanji dan kain karawo merupakan produk kerajinan daerah yang diproduksi oleh pelaku UMKM. Pengembangan sektor UMKM menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Gorontalo di bawah kepemimpinan Gubernur Gusnar Ismail dan Wagub Idah Syahidah Rusli Habibie.
Suksesnya penyelenggaraan PENAS Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 menjadi kebanggaan bagi pemerintah dan seluruh masyarakat Gorontalo. PENAS XVII mencatatkan sejarah dengan hadirnya Wakil Presidan Gibran Rakabuming Raka pada pembukaan, serta puncaknya dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto. (tro)














Discussion about this post