Gorontalopost.co.id, BONEPANTAI — Seorang pelajar SMP Negeri 1 Bonepantai, Kabupaten Bone Bolango, meninggal dunia setelah terseret arus saat bermain dan mandi di sekitar muara sungai yang berada di Pantai Muara Kasih, Desa Bilungala, Kecamatan Bonepantai, Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 09.50 Wita.
Kapolsek Bonepantai AKP Eldo A.S. Rawung, SH., membenarkan adanya peristiwa tersebut. Korban diketahui bernama Ikra Alfikriansa Lakoro (12), pelajar kelas IX SMP Negeri 1 Bonepantai, warga Desa Tihu, Kecamatan Bonepantai.
Menurut keterangan yang dihimpun kepolisian, peristiwa tersebut bermula saat korban bersama tiga orang temannya pergi ke kawasan muara sungai di Desa Bilungala pada jam sekolah. Mereka bermaksud bermain dan mandi di sekitar lokasi.

Setibanya di lokasi, tiga dari empat anak tersebut kemudian mandi di sungai, sementara seorang lainnya memilih tidak ikut mandi dan berada di sekitar lokasi. Saat sedang mandi, ketiga anak tersebut tiba-tiba terbawa arus. Dua anak berhasil menyelamatkan diri dan mencapai daratan, sedangkan Ikra terus terbawa arus hingga ke arah laut.
Melihat temannya terseret arus, kedua anak yang berhasil mencapai daratan bersama seorang teman lainnya berusaha memberikan pertolongan. Mereka kemudian mengambil sebuah perahu nelayan yang berada di sekitar lokasi untuk mencari korban.
Namun, derasnya arus serta kondisi ombak dan angin yang cukup kuat membuat mereka kesulitan mendekati korban. Perahu yang mereka tumpangi bahkan ikut terbawa arus hingga menuju kapal Pamo yang berada di sekitar lokasi.

Kedua anak tersebut akhirnya menyelamatkan diri dengan naik ke kapal Pamo. Sementara itu, Ikra yang terus terbawa arus ke arah laut kemudian berhasil ditemukan dan ditolong oleh masyarakat yang berada di sekitar tepian pantai. Korban diangkat dari air dan diletakkan di atas perahu sambil menunggu kedatangan pihak kepolisian dan proses evakuasi lebih lanjut.
Setelah tiba di lokasi, pihak kepolisian langsung melakukan evakuasi terhadap korban serta mengumpulkan keterangan awal dari para saksi dan teman-teman korban untuk mengetahui rangkaian kejadian. Tiga teman korban masing-masing Abdulrahman Pangku (12), Arif Putra Bukulu (12), dan Tri Arziansa Putra Ali (12).
Keempatnya diketahui merupakan siswa kelas IX SMP Negeri 1 Bonepantai. Usai dievakuasi, korban kemudian dibawa ke rumah duka di Desa Tihu. Pihak keluarga berencana memakamkan korban pada Rabu (12/8/2026) setelah salat Ashar.
AKP Eldo mengatakan, Unit Reskrim dan Intelkam Polsek Bonepantai masih melakukan pendalaman dan pengumpulan bahan keterangan untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian.
Pihak keluarga korban juga menyatakan tidak keberatan atas kejadian tersebut dan menolak dilakukan otopsi. Namun, keluarga belum dapat menandatangani surat penolakan otopsi dan surat pernyataan tidak keberatan karena masih dalam suasana berduka. Korban langsung dikebumikan saat itu juga di pekuburan keluarga.
Dalam penanganan kasus ini, kepolisian telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), melakukan evakuasi korban, mengumpulkan keterangan dari para saksi serta melakukan pendalaman terhadap kronologi kejadian. (roy)












Discussion about this post