Gorontalopost.co.id, GORONTALO – Sebanyak 80 santri binaan LPQ Yayasan Al Yasiir yang mengikuti program pendampingan pembelajaran Al-Qur’an melalui kerja sama dengan lima Sekolah Dasar (SD) di Kota Gorontalo serta Rumah Qur’an (RQ) Al Yasiir berhasil menuntaskan pembelajaran membaca Al-Qur’an.
Bahkan, puluhan siswa SD itu telah mengantongi sertifikat tuntas mengaji dari Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (LPQ) Al Yasiir Gorontalo Berkah. Program pendampingan pembelajaran Al-Qur’an ini dilaksanakan di sekolah-sekolah mitra LPQ Al Yasiir, yakni SDN 70 sebanyak enam siswa, SDN 21 sebanyak 27 siswa, SDN 19 sebanyak 15 siswa, SDN 96 sebanyak 14 siswa, SDN 97 sebanyak 15 siswa, serta tiga santri dari RQ Al Yasiir.
Selain menuntaskan pembelajaran membaca Al-Qur’an, tujuh santri di antaranya juga berhasil menyelesaikan program tahfidz atau hafalan Al-Qur’an.
Ketua LPQ Al Yasiir Gorontalo, Lutfia Martiany Tagoi, mengatakan seluruh siswa yang menerima sertifikat telah dinyatakan mahir membaca Al-Qur’an setelah menyelesaikan program pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah masing-masing.
“Mereka telah menyelesaikan program belajar membaca Al-Qur’an di sekolah yang bekerja sama dengan LPQ Al Yasiir. Seluruh peserta yang menerima sertifikat telah memenuhi standar kemampuan membaca Al-Qur’an yang ditetapkan,” ujar Lutfia.
Menurutnya, keberhasilan program tersebut didukung oleh tenaga pengajar yang profesional dan berpengalaman dalam membimbing siswa sesuai target pembelajaran yang telah ditentukan.
Kolaborasi LPQ Al Yasiir menjalin kerja sama dengan satuan Pendidikan kota Gorontalo sebelumnya sudah mendapatkan rekomendasi dari Dinas Pendidikan Kota Gorontalo guna memberikan pendampingan belajar membaca Al-Qur’an secara terstruktur dengan menghadirkan tenaga pengajar LPQ langsung ke sekolah.
Program kolaborasi TPQ Masuk Sekolah ini dirancang untuk memudahkan siswa menjangkau pembelajaran Al-Qur’an tanpa harus keluar dari lingkungan sekolah. Kegiatan dilaksanakan di luar jam pelajaran sehingga tidak mengganggu jam efektif Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
Dengan demikian, siswa dapat mengikuti pembelajaran Al-Qur’an secara optimal sekaligus tetap fokus pada kegiatan akademik di sekolah. Lutfia menjelaskan, program yang dijalankan LPQ Al Yasiir tersebut juga menjadi solusi atas berbagai kendala yang selama ini dihadapi siswa dan orang tua dalam mengakses pendidikan Al-Qur’an.
“Melalui program ini, siswa bisa langsung mengikuti kegiatan mengaji di sekolah setelah jam belajar selesai. Ini menjadi solusi bagi siswa yang kesulitan menjangkau lokasi TPA atau TPQ, maupun bagi orang tua yang memiliki keterbatasan waktu untuk mengantar dan menjemput anak,” jelasnya.
Ia menambahkan, program tersebut sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota Gorontalo yang mewajibkan siswa memiliki sertifikat kemampuan membaca Al-Qur’an sebagai salah satu persyaratan melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Selain membantu siswa memenuhi persyaratan administrasi pendidikan, program ini juga mendukung visi LPQ Al Yasiir dalam melahirkan generasi yang bebas dari buta huruf Al-Qur’an sejak usia dini.
“Tahun ini kami akan melanjutkan dan memperluas kerja sama dengan satuan pendidikan atau sekolah dasar dalam program baca tulis Al-Qur’an, sehingga semakin banyak siswa yang mendapatkan kemudahan belajar Al-Qur’an secara terarah dan berkelanjutan,” tandas Lutfia.(roy)











Discussion about this post