Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan ke XVII di Gorontalo mendapat perhatian serius pemerintah pusat. Presiden dan Wakil Presiden RI bahkan diagendakan hadir langsung pada temu petani dan nelayan se Indonesia ini.
Presiden Prabowo Subianto, diagendakan menghadiri puncak PENAS pada 24 Juni 2026 mendatang, sementara itu, Wapres Gibran Rakabuming Raka terlebih dahulu akan membuka kegiatan yang dihadiri belasan ribu petani dan nelayan se Indonesia ini pada, Sabtu (20/6) besok. PENAS XVII Gorontalo dipusatkan di GOR David-Tony, Limboto, Kabupaten Gorontalo.
Selain membuka PENAS XVII, Wapres Gibran juga diagendakan untuk melakukan pemantauan program Makan Bergizi Gratis (MBG), dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), termasuk peninjauan proyek Bendungan Bulango Ulu, proyek strategis pemerintah dalam rangka mendukung ketahanan pangan yang digagas Presiden Joko Widodo.
“Hari ini (kemarin,red) kami ditemani beberapa perwakilan mahasiswa. Kita akan berangkat ke Ende, Gorontalo, dan juga Papua,” ujar Wapres ketika memberikan keterangan pers di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Kamis pagi (18/6).
Sebelum ke Gorontalo, Wapres terlebih dulu melakukan kunjungan ke Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah itu ke Gorontalo, dan kemudian melanjutkan kunjungan kerja ke Papua.

Di Gorontalo, persiapan kunjungan RI 2 ini langsung dimatangkan oleh berbagai pihak terkait, dengan dilakukanya rapat koordinasi yang melibatkan TNI, Polri, Pemda, panitia PENAS, dan instansi terkait lainya, berlangsung di Hotel Grand Q, Kota Gorontalo, Kamis (18/6) kemarin.
Kasi Ops Korem 133/Nani Wartabone, Letkol Inf Mirza, dikutip media, mengatalan, pihaknya telah menyiapkan langkah pengamanan dan dukungan operasional untuk kunjungan Wapres di Gorontalo.
“Kami melaksanakan kegiatan pengawalan rangkaian kendaraan, melaksanakan pemeriksaan dan menyiapkan rumah sakit rujukan,” ungkap Mirza saat paparan dalam rakor tersebut. Ia meminta setiap pihak memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing agar tidak terjadi hambatan saat pelaksanaan kegiatan.
AJAK MAHASISWA PANTAU MBG
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming mengajak perwakilan mahasiswa dalam kunjungan kerja ke sejumlah daerah, termasuk ke Gorontalo. Langkah ini sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat pengawasan serta menyempurnakan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). “Jadi, pemerintah berkomitmen untuk terus memperbaiki tata kelola MBG dan koperasi,”ujar Wapres Gibran, kemarin.
Langkah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas berbagai masukan konstruktif dari mahasiswa terkait implementasi program prioritas pemerintah. Dengan melibatkan mahasiswa secara langsung dalam pemantauan di lapangan, pemerintah ingin memastikan pengelolaan program berjalan transparan, akuntabel, dan tepat sasaran sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.
Lebih jauh Wapres menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasi secara damai dan memberikan berbagai masukan untuk penyempurnaan program.
“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh rekan-rekan mahasiswa di seluruh penjuru [tanah air]. Terima kasih sudah menyampaikan aspirasinya secara damai. Terima kasih untuk masukan-masukannya yang konstruktif, terutama terkait MBG dan koperasi,” tuturnya.
Menurut Wapres, pemerintah berkomitmen memastikan setiap anggaran yang dialokasikan untuk berbagai program prioritas dapat dimanfaatkan secara optimal dan terbebas dari praktik korupsi.
“Kita pastikan setiap rupiahnya benar-benar termanfaatkan dengan baik, dan juga yang paling penting terbebas dari praktik korupsi. Saya kira langkah-langkah ini penting untuk tetap menjaga kepercayaan publik,” tegasnya.
Keterlibatan mahasiswa dalam kunjungan kerja tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan generasi muda dalam mengawal pelaksanaan program-program strategis agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Adapun mahasiwa yang turut mendampungi Wapres dalam kunjungan ini adalah Keletus Sakaro dari Universitas Sanata Dharma, Daffa Ulhaq dari Universitas Indonesia, Nolan Christoper Adam dari Universitas Pelita Harapan, Rapid Bena Matin dari Universitas Jenderal Soedirman, serta Salsabila Maulida dari Institut Seni Budaya Indonesia. (tro)












Discussion about this post