Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Gorontalo menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, media, akademisi, dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta pengawasan obat dan makanan.
Hal itu disampaikan Kepala BBPOM di Gorontalo, Lintang Purba Jaya, S.Farm., Apt., M.Si., dalam Forum Konsultasi Publik bertema “Dari Aspirasi Menjadi Aksi, Transformasi Layanan Publik BBPOM di Gorontalo” yang digelar BBPOM di Gorontalo, Selasa (11/8/2026).
Forum Konsultasi Publik tersebut diisi dengan pemaparan sejumlah layanan BBPOM Gorontalo, mulai dari profil pelayanan, layanan pengaduan masyarakat dan permintaan informasi, layanan pengujian obat dan makanan hingga layanan sertifikasi. Forum tersebut menjadi ruang untuk menggali masukan, saran, serta evaluasi dari berbagai pihak terhadap pelayanan yang diberikan BBPOM Gorontalo.
Forum juga menjadi bagian dari upaya memastikan setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat dan pemangku kepentingan dapat diterjemahkan menjadi perbaikan dan inovasi pelayanan. Dalam pemaparannya, Lintang menyampaikan sejumlah capaian pelayanan dan inovasi yang telah diraih BBPOM Gorontalo dalam beberapa tahun terakhir.

Menurutnya, berbagai penghargaan dan capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. “Tanpa kolaborasi dari Bapak dan Ibu bersama pelaku usaha, masyarakat, media, akademisi dan pemerintah daerah, kami tidak akan memiliki kinerja seperti sekarang,” ungkap Lintang.
Kolaborasi tersebut turut mengantarkan BBPOM Gorontalo meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada 2025. Capaian tersebut, menurut BBPOM Gorontalo, bukan hasil kerja dalam satu tahun, melainkan proses yang dibangun secara berkelanjutan sejak 2023 hingga 2025.
Selain WBBM, BBPOM Gorontalo juga mencatat capaian tinggi dalam Indeks Pelayanan Publik. Pada 2025, BBPOM Gorontalo disebut menjadi satu-satunya unit pelayanan di Indonesia yang memperoleh nilai maksimal 5,0 dalam kategori tersebut. Sementara hasil penilaian kepuasan masyarakat terhadap pelayanan BBPOM Gorontalo mencapai 99,3 atau masuk kategori sangat puas.
Dalam pengukuran indeks pelayanan publik, terdapat sembilan unsur yang menjadi indikator penilaian, yakni persyaratan; sistem, mekanisme dan prosedur; waktu penyelesaian; biaya atau tarif; produk, spesifikasi dan jenis pelayanan; kompetensi pelaksana; perilaku pelaksana; penanganan pengaduan, saran dan masukan; serta sarana dan prasarana.

Pada pengukuran 2026, terdapat dua unsur yang mengalami penurunan nilai. Sementara pada 2025 terdapat tiga unsur yang mengalami penurunan. Namun, penurunan tersebut tidak berarti kualitas pelayanan berada di bawah standar. Penurunan lebih menunjukkan bahwa nilai pada unsur tersebut menjadi yang paling rendah dibandingkan rata-rata unsur penilaian lainnya.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah waktu penyelesaian pelayanan. Hal tersebut menjadi bahan evaluasi BBPOM Gorontalo untuk terus mempercepat proses pelayanan sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
Di sisi lain, BBPOM Gorontalo terus memperkuat fasilitas pelayanan bagi kelompok rentan. Sarana dan prasarana yang tersedia diarahkan agar semakin ramah, mudah diakses, dan mampu memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh lapisan masyarakat.
Program Keamanan Pangan Raih Prestasi
Dari sisi keamanan pangan, sejumlah program BBPOM Gorontalo juga berhasil menorehkan prestasi. Program Desa Pangan Aman meraih peringkat pertama di wilayah Indonesia Timur. Prestasi serupa juga dicatat melalui program Sekolah Pangan Aman pada jenjang SD, SMP, dan SMA serta Pasar Aman dari Bahan Berbahaya berbasis komunitas yang turut meraih peringkat pertama.
Atas berbagai capaian tersebut, pada 2025 BBPOM Gorontalo mendapatkan predikat sebagai unit teknis dengan kinerja terbaik dalam komitmen keamanan pangan bersama pemerintah daerah. Menurut Lintang, berbagai capaian tersebut menjadi bukti bahwa pengawasan obat dan makanan membutuhkan kerja bersama dan tidak dapat dilakukan secara parsial oleh satu lembaga.
Inovasi Berbasis Kolaborasi
BBPOM Gorontalo juga memaparkan sejumlah inovasi yang lahir dari kolaborasi dengan pelaku usaha dan pemerintah daerah. Salah satunya adalah inovasi INGO A+ (Inovasi Layanan Sultan untuk Percepatan Penanganan Stunting) adalah program fortifikasi vitamin A pada minyak kelapa kampung lokal di Gorontalo yang digagas oleh Balai Besar POM di Gorontalo.
Inovasi tersebut mendapat apresiasi dari Kementerian PAN dan RB serta turut mengantarkan BBPOM Gorontalo meraih penghargaan. Program tersebut diharapkan dapat memberikan dampak terhadap pemenuhan kebutuhan vitamin A masyarakat, sekaligus mendukung upaya penurunan stunting dan peningkatan tumbuh kembang anak.
Pada sektor pemberdayaan UMKM, jumlah pelaku usaha yang mendapatkan pendampingan BBPOM Gorontalo juga terus meningkat setiap tahun. Pendampingan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kapasitas UMKM, tetapi juga mendorong penerbitan Nomor Izin Edar (NIE) bagi produk yang memenuhi persyaratan.
Pada 2025, sebanyak 28 nomor izin edar diterbitkan. Sementara hingga Triwulan II 2026, jumlah tersebut telah menyamai capaian sepanjang 2025. Kondisi itu menunjukkan adanya tren peningkatan dan diharapkan terus bertambah hingga akhir 2026.
Selain pendampingan UMKM, pada 2026 BBPOM Gorontalo juga memperkuat layanan pendampingan rekomendasi bagi importir, khususnya untuk produk kosmetik, suplemen kesehatan, dan obat bahan alam. Pada sektor pengujian, BBPOM Gorontalo juga menerima permintaan dari berbagai pihak, termasuk kepolisian.
Polda maupun Polres secara rutin memanfaatkan layanan pengujian untuk barang bukti, terutama terkait obat-obatan dan narkotika. BBPOM Gorontalo juga melakukan pengujian terhadap sampel pangan yang berasal dari pemerintah daerah, produk UMKM, maupun sampel yang berkaitan dengan kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan.
Lintang menegaskan seluruh pelayanan publik diberikan tanpa adanya imbalan. “Komitmen kami adalah memberikan pelayanan yang prima, pelayanan yang tuntas untuk seluruh pelanggan, baik dari stakeholder, pelaku usaha, masyarakat, maupun pemerintah daerah,” tandasnya.
Asisten I Setda Provinsi Gorontalo, Risjon Sunge mengapresiasi capaian pelayanan publik BBPOM Gorontalo merupakan sesuatu yang luar biasa dan patut dipertahankan. Menurutnya, Forum Konsultasi Publik menjadi salah satu strategi untuk menjaga kualitas layanan sekaligus membuka ruang evaluasi terhadap pelayanan yang telah diberikan.
“Ini sangat luar biasa. Tentu harus dipertahankan. Kegiatan seperti ini menjadi strategi untuk mempertahankan kualitas layanan,” ujarnya. Menurut Risjon, pelayanan publik yang baik juga harus mampu memberikan dukungan kepada dunia usaha, termasuk para importir dan pelaku usaha yang terus mengembangkan usahanya.
Namun, peningkatan kualitas pelayanan publik, menurutnya, tidak boleh hanya dilakukan oleh satu instansi. Pemerintah Provinsi Gorontalo, kata Risjon, akan terus mendorong berbagai instansi, baik pemerintah daerah maupun instansi vertikal, untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Kami selalu mendorong upaya-upaya yang dilakukan oleh instansi, baik pemerintah provinsi maupun instansi vertikal, untuk terus meningkatkannya,” katanya. Ia berharap keberhasilan BBPOM Gorontalo dapat menjadi inspirasi bagi instansi lain untuk melakukan hal serupa. “Kegiatan-kegiatan seperti ini kiranya dapat menginspirasi instansi lain agar bisa ikut memperkuat apa yang telah dilakukan,” pungkasnya. (ADV/roy)













Discussion about this post