gorontalopost.co.id – Program prioritas Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, dan Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie terbukti mampu menggerakkan ekonomi masyarakat Gorontalo. Lima Program unggulan seperti, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), pengembangan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, ekonomi kerakyatyan melalui pengembangan UMKM, pengembangan pariwisata sebagai sektor penggerak ekonomi rakuyat, serta penguatan infrastruktur, berdampak pada menurunnya presentasi masyarakat miskin di Gorontalo.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru, atau rilis BPS pada 5 Agustus 2026, menunjukan angka masyarakat miskin di Gorontalo menurun, bahkan penyusutanya drastis jika dibandingkan dalam penurunan presentase kemiskinan dalam beberapa tahun terakhir. Pada Maret 2026 jumlah penduduk miskin di Gorontalo turun menjasi 12,16 persen atau berkurang 1,08 persen dibandingkan Maret 2025.
Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Trizal Entengo menjelaskan, jika dibandingkan dengan September 2025 kemiskinan di Gorontalo turun 0,46 persen. “Dari data BPS menunjukkan jumlah penduduk miskin pada Maret 2026 sebanyak 150,60 ribu orang, berkurang 5,16 ribu terhadap September 2025,”ujar Trizal, Sabtu (8/8/2026).
Jika dilihat lebih jauh, sejak September 2022 persentase penduduk miskin Gorontalo terus mengalami penurunan yang signifikan dari angka 15,51 persen. Pada september 2024 turun 13,87 persen dan turun terus hingga di angka 12,16 persen pada Maret 2026.
“Ini menunjukkan upaya pemerintah provinsi dan kabupaten/kota serta semua pemangku kepentingan sudah on the track dalam mewujudkan masyarakat Gorontalo yang maju dan sejahtera,”terang Trizal.
Hal lain yang menarik dari data yang dirilis BPS yakni pertumbuhan ekonomi Gorontalo Triwulan II tahun 2026 sebesar 6,20 persen. Angka itu menjadi yang tertinggi se-Sulawesi.
Sektor pertambangan dan penggalian dilaporkan tumbuh pesat 59,96 persen, sementara sektor pertanian juga menjadi penyumbang terbesar yakni 33,4 persen.
Selian itu, Indeks Nilai Tukar Petani (NTP) di Gorontalo, meningkat hingga angka 121,85. Ini menunjukkan bahwa sektor pertanian sebagai salah satu program unggulan Gubernur Gusnar Ismail dan Wagub Idah Syahidah bukan hanya sebagai penggerak ekonomi saja, tapi juga dinikmati oleh masyarakat petani yang menikmati peningkatan nilai atas pendapatan disektor pertanian tersebut.
Kepala Bappeda Gorontalo, Wahyudin Katili mengatakan, penurunan angka kemiskinan, dan peningkatan NTP jelas tidak lepas dari intervensi program pemerintah daerah. “Bahkan terkait dengan fenomena stabilnya penurunan angka kemiskinan ini, juga dibarengi dengan penurunan jumlah penduduk miskin ekstrem yang makin mendekati gariskemiskinan.”katanya.
Fenomena inilah, lanjut Wahyudin yang senantiasa dianalisa dan dicermati dengan baik untuk diintervensi oleh program yang fokus, tepat dan terukur ditengah keterbatasan anggaran. Tentunya banyak hal yang dilakukan secara mandiri oleh masyarakat dan pemangku kepentingan ekonomi lainnya yang terus kita sinergikan. “Optimalisasi intervensi usaha ekonomi skala kecil, tumbuhnya sektor jasa perdagangan serta beberapa bentuk hilirisasi walaupun dalam jumlah yang masih terbatas diasumsikan mendukung capaian ini,”tandasnya. (tro)













Discussion about this post