logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Pertumbuhan dan Stabilitas: Dua Agenda Besar PENAS KTNA XVII Gorontalo

Lukman Husain by Lukman Husain
Friday, 19 June 2026
in Persepsi
0
Muhammad Firdaus AF

Muhammad Firdaus AF

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Muhammad Firdaus AF

TAHUN 2026 menjadi tahun yang istimewa bagi Provinsi Gorontalo. Selain berada dalam tren pertumbuhan ekonomi yang kuat, Gorontalo juga memperoleh kehormatan menjadi tuan rumah Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (PENAS KTNA) XVII yang akan berlangsung pada 20–25 Juni 2026. Kegiatan yang diselenggarakan setiap tiga tahun sekali ini diprakirakan dihadiri lebih dari 30 ribu petani, nelayan, penyuluh, dan pegiat pertanian dari seluruh Indonesia.

Bagi Gorontalo, PENAS bukan sekadar agenda nasional sektor pertanian dan perikanan. Lebih dari itu, PENAS merupakan momentum strategis untuk mendorong aktivitas ekonomi daerah melalui peningkatan konsumsi, perdagangan, jasa transportasi, akomodasi, serta sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Momentum tersebut hadir pada saat yang tepat. Perekonomian Gorontalo pada triwulan I 2026 tumbuh sebesar 7,68% (yoy), lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan nasional. Capaian ini mencerminkan meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat serta membaiknya kinerja berbagai lapangan usaha. Tantangan berikutnya adalah memastikan momentum pertumbuhan tersebut dapat terus berlanjut tanpa menimbulkan tekanan harga yang berlebihan.

Hal ini menjadi penting mengingat stabilitas inflasi Gorontalo saat ini berada dalam kondisi yang relatif terjaga. Dalam tiga bulan terakhir, inflasi tahunan (year-on-year) konsisten berada dalam rentang sasaran inflasi nasional sebesar 2,5±1% (yoy), menunjukkan bahwa koordinasi pengendalian inflasi yang dilakukan pemerintah daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Bank Indonesia, dan berbagai pemangku kepentingan berjalan cukup efektif. Kondisi yang sudah baik ini tentu perlu dipertahankan menjelang dan selama penyelenggaraan PENAS.

Related Post

UNGnomics: Dari Kampus Kerakyatan Menuju Mesin Pertumbuhan Gorontalo

UNG Kampus Kerakyatan, Berdampak Untuk Semua

Indonesia Raya “Lahir” di Sulawesi

Menenun Indonesia Emas 2045 dari Pesisir Teluk Tomini

PENAS diperkirakan akan memberikan efek berganda (multiplier effect) yang signifikan bagi perekonomian daerah. Pada sektor penyediaan akomodasi dan makan minum, sekitar 6.000 unit rumah warga di Kabupaten Gorontalo telah dipersiapkan sebagai homestay bagi peserta kegiatan. Kehadiran puluhan ribu peserta juga akan meningkatkan permintaan terhadap restoran, katering, serta berbagai produk kuliner lokal.

Di sektor perdagangan, produk unggulan daerah seperti kain karawo, kerajinan tangan, dan aneka makanan khas Gorontalo berpotensi mengalami peningkatan penjualan yang signifikan. Sementara itu, sektor transportasi dan pergudangan diperkirakan akan mengalami peningkatan aktivitas melalui naiknya okupansi penerbangan, penyewaan kendaraan, jasa angkutan, hingga distribusi logistik pendukung kegiatan.

Namun, peningkatan aktivitas ekonomi tersebut juga akan diikuti oleh peningkatan permintaan berbagai komoditas strategis. Berdasarkan simulasi kebutuhan konsumsi peserta yang dihitung menggunakan data konsumsi per kapita mingguan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Badan Pusat Statistik (BPS) dan estimasi peserta 30 ribu orang, selama pelaksanaan PENAS diperkirakan dibutuhkan sekitar 45,29 ton beras, 70,87 ton telur ayam ras, 11,09 ton ikan dan udang segar, 4,98 ton tomat, 4,74 ton daging ayam ras, 1,91 ton bawang merah, dan 1,15 ton cabai rawit. Kebutuhan tersebut belum termasuk konsumsi masyarakat lokal dan wisatawan yang turut meramaikan kegiatan.

Dari perspektif ekonomi, peningkatan permintaan tersebut merupakan sinyal positif karena mencerminkan meningkatnya aktivitas ekonomi. Namun apabila tidak diantisipasi dengan baik melalui penguatan pasokan dan kelancaran distribusi, maka dapat memicu kenaikan harga, terutama pada komoditas pangan yang selama ini menjadi penyumbang utama inflasi daerah.

Pengalaman penyelenggaraan PENAS ke-XVI di Sumatera Barat pada tahun 2023 memberikan pelajaran berharga. Pengendalian inflasi tidak hanya bertumpu pada kecukupan pasokan pangan, tetapi juga memerlukan koordinasi yang erat antarinstansi, pengawasan distribusi, serta komunikasi publik yang efektif untuk menjaga ekspektasi masyarakat terhadap harga. Dengan kata lain, keberhasilan pengendalian inflasi sangat ditentukan oleh kemampuan seluruh pihak dalam mengelola sisi permintaan dan penawaran secara seimbang.

Karena itu, PENAS KTNA XVII di Provinsi Gorontalo harus dipandang sebagai momentum untuk memperkuat sinergi pengendalian inflasi daerah. Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama kabupaten/kota, Bank Indonesia, Bulog, pelaku usaha, distributor, maskapai penerbangan, kelompok tani, kelompok nelayan, dan seluruh anggota TPID perlu memastikan bahwa kebutuhan peserta dapat dipenuhi tanpa mengganggu ketersediaan pasokan masyarakat.

Langkah antisipatif melalui peningkatan produksi pangan, penguatan cadangan pangan pemerintah, pemantauan harga harian, pengamanan jalur distribusi, serta koordinasi lintas daerah menjadi semakin penting menjelang pelaksanaan kegiatan. Dengan demikian, peningkatan permintaan yang muncul akibat PENAS dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi, bukan sumber tekanan inflasi.

Pada akhirnya, keberhasilan Gorontalo sebagai tuan rumah PENAS ke-XVII tidak hanya diukur dari suksesnya penyelenggaraan acara dan jumlah peserta yang hadir. Keberhasilan sesungguhnya adalah ketika PENAS mampu menciptakan nilai tambah ekonomi yang luas bagi masyarakat, serta menjaga stabilitas harga dan daya beli. Inilah esensi dari pembangunan yang berkualitas, yaitu pertumbuhan yang tinggi, tetapi tetap disertai stabilitas yang terjaga.

Dengan pertumbuhan ekonomi yang telah mencapai 7,68% (yoy), inflasi yang masih berada dalam rentang sasaran nasional, serta komitmen kuat seluruh pemangku kepentingan, Gorontalo memiliki modal yang cukup untuk membuktikan bahwa pertumbuhan dan stabilitas bukanlah dua tujuan yang saling bertentangan, melainkan dua agenda besar yang dapat diwujudkan secara bersamaan melalui sinergi dan kolaborasi yang kuat.

 

Penulis adalah Ekonom Yunior Bank Indonesia

Tags: Harian PersepsiMuhammad Firdaus AFpersepsiTulisan Muhammad Firdaus AFtulisan persepsi

Related Posts

Dari Agromaritim ke Blue-Green-Gold Economy: Jalan Baru Gorontalo Menuju Pertumbuhan yang Inklusif dan Berkelanjutan

UNGnomics: Dari Kampus Kerakyatan Menuju Mesin Pertumbuhan Gorontalo

Friday, 14 August 2026
Muh. Amier Arham

UNG Kampus Kerakyatan, Berdampak Untuk Semua

Monday, 10 August 2026
Basri Amin

Indonesia Raya “Lahir” di Sulawesi

Monday, 10 August 2026
Ramadan, Embarkasi Haji Gorontalo, dan Ikhtiar Kepemimpinan

Menenun Indonesia Emas 2045 dari Pesisir Teluk Tomini

Saturday, 8 August 2026
Berorganisasi Harus Taat Asas/Norma Bukan Sekadar Foto-foto

Berorganisasi Harus Taat Asas/Norma Bukan Sekadar Foto-foto

Saturday, 8 August 2026
Prestise Bahasa, Inferioritas Simbolik, dan Kekeliruan Memahami Modernitas

Prestise Bahasa, Inferioritas Simbolik, dan Kekeliruan Memahami Modernitas

Friday, 7 August 2026
Next Post
Sebuah pohon berukuran besar tumbang dan menutup akses Jalan Husin Bilondatu yang menghubungkan Desa Mongolato dan Desa Bulila, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, Rabu (17/6/2026)

Tertimpa Pohon Tumbang, Booth Jualan dan Pagar SMANSA Telaga Rusak

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Polisi Dalami Longsor Tambang Hulawa

Polisi Dalami Longsor Tambang Hulawa

Friday, 14 August 2026
Dari Agromaritim ke Blue-Green-Gold Economy: Jalan Baru Gorontalo Menuju Pertumbuhan yang Inklusif dan Berkelanjutan

UNGnomics: Dari Kampus Kerakyatan Menuju Mesin Pertumbuhan Gorontalo

Friday, 14 August 2026
Pembangunan Kantor Wali Kota Baru, Adhan Libatkan Warga Lokal

Pembangunan Kantor Wali Kota Baru, Adhan Libatkan Warga Lokal

Friday, 14 August 2026
Penjual Bendera Ramai Jelang HUT Kemerdekaan RI

Penjual Bendera Ramai Jelang HUT Kemerdekaan RI

Friday, 14 August 2026

Pos Populer

  • Muh. Amier Arham

    UNG Kampus Kerakyatan, Berdampak Untuk Semua

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Tersangka Kasus Korupsi BSG Segera Disidang

    55 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Polisi Dalami Longsor Tambang Hulawa

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • UNGnomics: Dari Kampus Kerakyatan Menuju Mesin Pertumbuhan Gorontalo

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • OJK Ingatkan Kejahatan Keuangan Kian Masif

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.