gorontalopost.co.id – Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Gorontalo yang berlangsung di Limboto, Kabupaten Gorontalo 20-25 Juni 2026, tak hanya menjadi ajang pertemuan Petani dan Nelayan se Indonesia. Momentum ini juga dijadikan ajang penguatan dan percepatan pengembangan ekonomi syariah di Gorontalo, sekaligus penguatan digitalisasi keuangan daerah. Terkait dengan itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, menghadirkan Pekan Ekonomi Syariah Gorontalo dan Sinergi Akselerasi Digitalisasi Gorontalo (Pesona Serligo 2026), yang dibuka langsung Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, Jumat (19/6) sore.
Penyelenggaraan Pesona Serligo 2026 melibatkan sinergi Bank Indonesia dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo, Pemerintah Kabupaten Gorontalo, KDEKS Provinsi Gorontalo, Dekranasda Provinsi Gorontalo, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, dan HEBITREN Provinsi Gorontalo.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontako, Bambang Setya Permana, mengatakan, Pesona Serligo 2026 hadir sebagai bagian dukungan Bank Indonesia terhadap penyelenggaraan Penas Petani Nelayan XVII dalam bentuk kampung kuliner halal dan pagelaran seni dan budaya islami.
Kegiatan ini ditujukan untuk memberikan peran bagi UMKM lokal yang telah terintegrasi dalam ekosistem halal value-chain dan pembayaran digital, sekaligus sarana memperkenalkan cita rasa dan keunggulan budaya islami Gorontalo kepada peserta PENAS dari berbagai daerah. “Pesona Serligo 2026 kami arahkan sebagai dukungan nyata untuk menggerakkan ekonomi lokal berbasis ekosistem halal dan pembayaran digital. Penyelenggaraan Penas Petani Nelayan XVII harus menjadi momentum bagi UMKM Gorontalo untuk dikenal secara luas, tidak hanya kualitas produknya, namun juga sebagai bagian dari ekosistem halal dan digital yang menunjukkan identitas budaya Gorontalo yang islami dan modern,”ujarnya.
Ia menambahkan Pesona Serligo 2026 juga menjadi wadah edukasi dan hiburan yang islami kepada masyarakat Gorontalo dan peserta Penas dari seluruh daerah di Indonesia. Dengan mengusung tema “Akselerasi Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Syariah serta Perluasan Digitalisasi Keuangan untuk Pertumbuhan Ekonomi Gorontalo yang Berkelanjutan”, Bambang Permana mengatakan, tema ini menjadi wujud sinergi antara nilai-nilai syariah, inovasi digital, dan potensi lokal dalam membangun ekonomi Gorontalo yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Pesona Serligo 2026 berlangsung di Taman Budaya Limboto, 19-22 Juni 2026, akan memfokuskan kegiatan pada tiga sasaran utama, yakni memperkuat kapasitas dan akses pasar UMKM melalui business matching pembiayaan dan penjualan, serta talk-show ekonomi syariah dan hijau. Mempercepat digitalisasi transaksi melalui edukasi dan perluasan penggunaan QRIS pada aktivitas ekonomi masyarakat. Serta peningkatan literasi, senandung PESONA dan Tabligh Akbar dengan menghadirkan artis religi dan da’i nasional. Pembukaan Pesona Serligo juga dihadiri Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, dan Wakil Bupati Tony Yunus. (tro)












Discussion about this post