gorontalopost.co.id- Upaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih humanis terus dilakukan oleh Puskesmas Gentuma, Kecamatan Gentuma Raya, Kabupaten Gorontalo Utara. Hal ini dilakukan melalui inovasi pelayanan bertajuk ‘Pojok Kasih Sayang’.
Inovasi ini dirancang sebagai ruang pelayanan empatik yang memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengekspresikan perasaan, menyampaikan persoalan yang dihadapi, serta memperoleh pendampingan awal secara aman, nyaman, dan bersifat rahasia.

Kehadiran ‘Pojok Kasih Sayang’ ini dilatarbelakangi oleh realitas yang sering ditemui dalam pelayanan kesehatan sehari-hari, dimana masyarakat tidak hanya datang dengan keluhan fisik, tetapi juga membawa berbagai tekanan kehidupan, persoalan keluarga, maupun beban emosional yang sering kali sulit disampaikan dalam pelayanan medis biasa.
Inovator layanan strategis ini, yakni dr. Nia Rahmawinata. Ia menjelaskan bahwa Pojok Kasih Sayang hadir sebagai upaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih empatik dan komprehensif bagi masyarakat. “Sering kali masyarakat datang ke fasilitas kesehatan dengan keluhan fisik, namun setelah digali lebih dalam ternyata mereka juga sedang menghadapi berbagai tekanan kehidupan. Melalui Pojok Kasih Sayang, kami ingin memastikan bahwa masyarakat memiliki ruang untuk didengar, mendapatkan dukungan, serta memperoleh pendampingan awal ketika menghadapi persoalan yang mereka rasakan sehingga beban psikologis yang tak jarang menjadi akar dari keluhan fisik dapat tertangani dengan baik dna benar,” ujarnya.
Inovasi Pojok Kasih Sayang menghadirkan sejumlah fitur pelayanan yang dirancang untuk membuka ruang komunikasi yang lebih terbuka antara masyarakat dan tenaga kesehatan.
Salah satu fitur utama adalah LEPAS (Lembar Ekspresi Perasaan Saya), yaitu media bagi masyarakat untuk menuliskan apa yang mereka rasakan, pikirkan, dan alami dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengekspresikan perasaan secara lebih terbuka, terutama bagi mereka yang mungkin merasa sulit menyampaikan keluhan secara langsung.
Selain itu terdapat SILENT QUESTION BOX, sebuah kotak tanya anonim yang memungkinkan masyarakat menyampaikan pertanyaan atau persoalan yang mereka hadapi tanpa harus mengungkapkan identitas.

Inovasi ini juga menghadirkan SELEBRASI (Surga Kecil Literasi Hebatkan Generasi), yaitu pojok baca yang menyediakan berbagai bacaan ringan berisi literasi kesehatan, penguatan keluarga, serta pesan-pesan motivasi yang dapat dibaca masyarakat saat menunggu pelayanan.
Sebagai bentuk perhatian sederhana namun bermakna, pasien yang menerima obat di apotek juga akan memperoleh PESAN KASIH SAYANG, berupa kalimat penguatan tertulis yang diharapkan dapat memberikan dukungan emosional bagi masyarakat.
Bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan lebih lanjut, Puskesmas Gentuma juga menyediakan layanan konseling tindak lanjut yang membuka peluang kolaborasi dengan tenaga profesional seperti psikolog maupun psikiater.
Menurut dr. Nia, inovasi ini merupakan langkah awal untuk memperkuat pendekatan pelayanan kesehatan yang lebih empatik di tingkat puskesmas.
“Kami berharap Pojok Kasih Sayang dapat menjadi ruang yang membuat masyarakat merasa didengar dan diperhatikan. Ke depan, kami juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk tenaga profesional di bidang psikologi, agar masyarakat dapat memperoleh pendampingan yang lebih optimal,” tambahnya.
Inovasi ini dikembangkan dengan memaksimalkan potensi sumber daya yang tersedia di Puskesmas Gentuma serta dukungan dari berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat.
Inovasi Pojok Kasih Sayang diharapkan dapat menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat peran puskesmas Gentuma sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada pengobatan penyakit fisik, tetapi juga menghadirkan pelayanan yang lebih empatik dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat secara menyeluruh. (mg-02)












Discussion about this post