logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Otomotif

AHM Hadirkan TEFA Astra Honda di SMK Mitra Binaan, Fasilitas Pendidikan Tambah Lengkap

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 25 May 2026
in Otomotif
0
AHM Hadirkan TEFA Astra Honda di SMK Mitra Binaan, Fasilitas Pendidikan Tambah Lengkap

PROFESIONAL : Teknisi sepeda motor Honda pada Pos AHASS Teaching Factory (TEFA) di SMK Negeri 3 Mandau yang diresmikan PT Astra Honda Motor (AHM) dan Main Dealer Capella Dinamik Nusantara Riau (21/5). (foto: dok-AHM)

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

gorontalopost.co.id– Ratusan pelajar area rural provinsi Riau siap terjun ke dunia kerja berkat pengasahan keterampilan di Pos AHASS Teaching Factory (TEFA) di SMK Negeri 3 Mandau yang diresmikan PT Astra Honda Motor (AHM) dan Main Dealer Capella Dinamik Nusantara Riau (21/5). Melalui pendidikan vokasi berbasis industri, Pos AHASS TEFA hadir memberikan solusi layanan servis sepeda motor Honda yang lebih dekat dan mudah dijangkau masyarakat.

Peresmian ini menjadikan SMKN 3 Mandau sebagai SMK Mitra Binaan Astra Honda pertama di Provinsi Riau yang mengoperasikan Pos AHASS TEFA. Bekerja sama dengan AHASS Capella Service Center (CSC) Duri, peserta didik mendapatkan akses pengetahunan dan situasi belajar yang setara terhadap kualitas pendidikan dan pengalaman industri seperti di kota besar. Muhammad Faried Hidayat, salah satu siswa TSM kelas XI, mengatakan Pos AHASS TEFA bukan sekadar tempat praktik.

Fasilitas ini menjadi ruang untuk merasakan pengalaman langsung dunia industri dan meningkatkan kepercayaan diri dalam meraih karier profesional. “Metode pembelajaran praktik Pos AHASS TEFA memberikan pengalaman bagi kami para pelajar untuk memahami ritme kerja industri sesungguhnya agar dapat memberikan layanan terbaik bagi konsumen.” ujar Faried.

Bagi konsumen setia sepeda motor Honda wilayah Duri dan sekitarnya, layanan resmi Honda kini dapat diakses semakin dekat dalam radius sekitar 20 km. Berbagai layanan dapat dirasakan oleh konsumen di Pos AHASS TEFA, seperti perawatan berkala, penggantian oli, serta suku cadang asli sepeda motor Honda. Untuk memberikan layanan konsumen yang maksimal, Pos AHASS TEFA didukung tiga pit kerja yang mampu melayani 12 unit sepeda motor Honda per-hari.

Related Post

Hasjrat Toyota Miliki Jaringan Luas, Tak Perlu Khawatir Layanan Purna Jual

Scoopy Your Mode, Your Ride, Honda Scoopy Ajak Ekspresikan Gaya

Komitmen Menjaga Keamanan Konsumen, AHM Tegaskan Perlindungan Merek di Gorontalo

Honda Premium Matic Day, DAW Berikan Promo Menarik untuk Jajaran Matic Premium

Seluruh pengerjaan yang dilakukan oleh para siswa yang telah lulus Uji Kompetensi Keahlian (UKK) Astra Honda dan diawasi langsung oleh teknisi ahli dari AHASS mitra terdekat untuk memastikan kualitas hasil kerja tetap terjaga sesuai standar layanan servis Honda.

Untuk memberikan kenyamanan pada konsumen, Pos AHASS TEFA juga memiliki layanan konsultasi di front desk serta ruang tunggu untuk konsumen menunggu proses servis sepeda motor Honda kesayangannya. Selain service rutin, layanan purna jual di SMKN 3 Mandau Kota Duri ini juga menyediakan berbagai suku cadang asli Honda Genuine Part (HGP). (tro)

Tags: AHASSAHASS TEFAAHMDAWdayaadiciptawisesaHONDATEFA Astra HondaTorangHonda

Related Posts

logo Toyota

Hasjrat Toyota Miliki Jaringan Luas, Tak Perlu Khawatir Layanan Purna Jual

Tuesday, 9 June 2026
PT Daya Adicipta Wisesa (DAW) bersama komunitas pecinta Honda Scoopy menggelar kegiatan bertajuk "Scoopy Your Mode, Your Ride" di kawasan Megamas, Manado. (foto: dok-daw)

Scoopy Your Mode, Your Ride, Honda Scoopy Ajak Ekspresikan Gaya

Monday, 8 June 2026
Komitmen Menjaga Keamanan Konsumen, AHM Tegaskan Perlindungan Merek di Gorontalo

Komitmen Menjaga Keamanan Konsumen, AHM Tegaskan Perlindungan Merek di Gorontalo

Friday, 5 June 2026
Honda Premium Matic Day, DAW Berikan Promo Menarik untuk Jajaran Matic Premium

Honda Premium Matic Day, DAW Berikan Promo Menarik untuk Jajaran Matic Premium

Friday, 29 May 2026
DAW Satukan Kreativitas dan Hiburan Anak Muda di Honda Community Hub

DAW Satukan Kreativitas dan Hiburan Anak Muda di Honda Community Hub

Tuesday, 26 May 2026
Yayasan AHM Ajak Generasi Muda Gunakan Bahasa Gen Z untuk Edukasi Safety Riding

Yayasan AHM Ajak Generasi Muda Gunakan Bahasa Gen Z untuk Edukasi Safety Riding

Tuesday, 26 May 2026
Next Post
Gusnar Ismail

Izin Tambang Emas, IPR Koperasi Terbit Berhak Kelola 10 Hektare

Discussion about this post

Rekomendasi

Petugas kepolisian mengamankan Pasutri di Kelurahan Hunggaluwa, Kecamatan Limboto, Senin (8/6/2026) dini hari.

Resahkan Warga, Pasutri Berantem Diamankan Polisi

Tuesday, 9 June 2026
Suasana perayaan HUT ke-68 Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea pada Ahad (7/6/2026) malam, di rumah pribadinya. (Foto: Prokopim)

Perayaan HUT ke-68 Adhan, Tak Pake APBD, Dirayakan Bareng Anak Yatim

Tuesday, 9 June 2026
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea dan Wawali Indra Gobel tengah menikmati jajanan di Street Food Jilid II. (Foto: Prokopim)

Street Food Jilid II Diserbu Pengunjung, Omzet UMKM Capai Rp222 Juta dalam Semalam

Tuesday, 9 June 2026
Saya pikir itu rumor lama yang di-posting ulang di medsos: Chatib Basri akan jadi menteri keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Ternyata beda. Di rumor lama hanya berhenti sampai Chatib Basri jadi menkeu. Yang beredar sekarang ini ada lanjutannya: Purbaya dapat tugas baru sebagai gubernur Bank Indonesia. Tentu saya tahu Chatib Basri: Ia pernah jadi menteri keuangan di akhir masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Saya juga mengikuti banyak karya tulisnya. Ia ekonom tulen. Ia hampir sama dengan Sri Mulyani tapi ada bedanya. Mereka sama-sama ekonom Universitas Indonesia tapi punya jalan berbeda setelah itu. Sri Mulyani produk Amerika. Chatib Basri ekonom lulusan Australia (the Australian National University, sebuah kampus riset di Canberra). Tulisan yang paling menyentak dari Chatib Basri diterbitkan di Kompas di akhir masa jabatan Presiden Jokowi. Sebenarnya cara Chatib menulis sudah sangat hati-hati tapi kejujuran yang muncul dari tulisan itu sangat menyentak: selama 10 tahun terakhir jumlah kelas menengah Indonesia mengalami penurunan sebanyak delapan juta orang. Itulah kali pertama ada ekonom yang melihat bahwa gemerlap ekonomi selama pemerintahan Jokowi ternyata menyimpan kenyataan pahit seperti itu. Pertumbuhan lima persen per tahun ternyata tidak membuat pendapatan per kapita rakyat Indonesia bisa mencapai angka USD5.000. Merosotnya jumlah kelas menengah itu sekaligus mengungkapkan sisi gelap pertumbuhan: siapa yang tumbuh. Kalau benar Chatib Basri akan menjadi menteri keuangan, sebenarnya seirama saja dengan misi Presiden Prabowo yang tampak sekarang. Sebenarnya banyak juga yang bimbang: biar pun pertumbuhan pendapatan per kapita kita amat-amat lambat, ekonomi Indonesia masih tergolong baik. Setidaknya lumayan. Lalu mengapa Presiden Prabowo berani mengubah yang sudah lumayan itu sampai membuat ekonomi terguncang begini berat –khususnya di kurs rupiah dan bursa saham? Salah satu jawabannya adalah tulisan Chatib Basri itu tadi: jumlah kelas menengah tidak boleh turun. Justru harus naik. Pendapatan per kapita tidak boleh berhenti di USD5.000. Itu bisa membuat Indonesia terjebak seperti diuraikan dalam teori "jebakan kelas menengah". Hanya saja sudah sangat jelas bahwa Chatib Basri adalah ekonom pro-pasar bebas. Ia belajar mendalam teori ekonomi seperti Keynesian, Monetarist, maupun Austrian School. Tapi ia bukan 100 persen pengikut aliran itu. Chatib masih percaya bahwa negara harus ikut campur dan mengarahkan. Maka kalau pun Chatib Basri itu tergolong aliran kanan, ia seorang pemain kanan dalam –bukan kanan luar murni seperti David Beckham atau Luis Vigo. Chatib itu seperti Johan Cruyff di tim juara dunia Belanda entah tahun berapa itu. Masalahnya: apakah Chatib Basri mau seandainya ditawari jabatan itu. Sebagai ekonom kanan, Chatib pastilah penganut disiplin fiskal yang ketat. Harus disiplin anggaran. Apakah Chatib bisa berada di bawah Presiden Prabowo yang begitu banyak punya keinginan dan semua keinginannya itu memakan biaya sangat besar. Sebelum ia mau menerima jabatan, apakah orang kampus murni seperti Chatib berani minta waktu bertemu Presiden Prabowo. Bukan sekadar bertemu tapi berdiskusi. Sebenarnya saya ingin orang seperti Chatib tampil di pemerintahan. Terutama kalau Purbaya punya hambatan fisik –yang diberitakan kian kurus badannya. Chatib sudah punya pengalaman menjabat menteri keuangan. Ia tidak bisa lagi disebut orang kampus murni. Ilmunya pernah diterapkan di kebijakan. Ia ikut mengatasi krisis keuangan yang berat di tahun 2008-2009. Juga saat Amerika melakukan pengetatan moneter. Tapi memang harus terjadi diskusi dulu dengan Presiden Prabowo: apa saja yang akan ia lakukan, dan apakah itu bisa diterima oleh Presiden. Rasanya Presiden akan bisa menerima pemikiran baru karena beliau seorang intelektual --salah satu ciri intelektual adalah menjunjung tinggi kebenaran sejak dari berpikirnya. Apalagi kenyataan ekonomi yang dihadapi Presiden Prabowo sekarang sudah lebih buruk dari saat beliau menerima jabatan itu. Tentu dalam diskusi itu tidak harus ada yang kalah dan yang menang. Chatib Basri juga harus mendengar dasar-dasar pemikiran ekonomi presiden. Keduanya punya asumsi yang sama: sama-sama ingin ada perubahan agar Indonesia terhindar dari jebakan kelas menengah. Siapa tahu muncul ''kemenangan baru'': keinginan Presiden Prabowo tetap bisa terealisasikan tanpa harus terjadi keguncangan. Guncangan sudah telanjur terjadi. Tapi masih bisa diselamatkan. Saya termasuk yang ingin perubahan itu terjadi tapi juga tidak ingin terjadi guncangan yang berat. Dalam istilah saya di depan ribuan pengusaha di Batu, Malang, beberapa bulan lalu: Silakan pengusaha besar tidak perlu lagi dibantu tapi jangan diganggu. Saya berharap Chatib Basri mau menerima tawaran itu. Secara pribadi mungkin ia rugi. Terutama keluarganya. Apalagi risiko jadi pejabat publik di zaman ini amat berat. Clean saja tidak cukup. Harus clean and clear. Jabatan ini bisa membuat badan kurus, tidur sangat kurang, apalagi perhatian kepada keluarga. Tapi keluarga besar Indonesia menunggunya. Hanya jiwa pengabdian yang tinggi yang membuatnya mau –seperti seseorang dulu yang mati-matian tidak mau jadi dirut PLN sampai ada yang bilang: kelistrikan negara harus diselamatkan. Sekarang bukan hanya kelistrikan yang perlu diselamatkan. Tapi ekonomi seluruh negara.(

Kanan Dalam

Tuesday, 9 June 2026

Pos Populer

  • Petugas kepolisian mengamankan Pasutri di Kelurahan Hunggaluwa, Kecamatan Limboto, Senin (8/6/2026) dini hari.

    Resahkan Warga, Pasutri Berantem Diamankan Polisi

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • PENAS Gorontalo Kamar Hotel Full Booking

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Warga Wonosari Tewas Tersengat Listrik

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.