logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Randy Sunda

Lukman Husain by Lukman Husain
Friday, 29 May 2026
in Disway
0
Randy Sunda
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

Di masjid Nanning saya bertemu banyak mahasiswa Indonesia. Laki-perempuan. Hari itu mereka juga pilih salat Iduladha di masjid Jalan Xinhua di kota lama Nanning.

Kota lama berada di utara sungai Yong Jiang. Kota baru dibangun di selatan sungai. Jembatan-jembatan modern yang besar dibangun di atasnya.

Related Post

Burger Tempe

Paket Roaming

Isi Dompet

Cuci Uang

—

Beberapa mahasiswa sedang kuliah D-3. Beda-beda jurusan: yang dari Jombang ambil teknik sipil. Yang dari Jambi pilih komputer. Pun yang dari Gorontalo dan Solo.

Ada juga yang kuliah S-1. Bahkan Yosep Firdaus sudah S-2: jurusan fashion. Yosep pilih fashion sejak masih kuliah S-1 di Guangxi Arts University. Ia asli Surabaya: SMAN 1. Saat di SMA itulah nama belakangnya diubah menjadi Firdaus sambil tetap tidak mengubah Yosep menjadi Yusuf.

Sambil menunggu jemaah yang di lantai dua dan tiga turun lebih dulu, kami duduk lesehan di atas karpet lantai empat. Salah satunya ternyata dosen. Asal Bandung. Di Nanning ia mengajar teori musik gamelan Sunda. Ia memang dosen di Guangxi Arts University. Nama lengkapnya: Randy Geovani Putra.

Randy alumnus Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung yang sekarang menjadi ISBI. Lalu dapat beasiswa untuk ke Guilin Normal University: belajar bahasa Mandarin.

Guilin dan Nanning (di tempat saya menulis naskah ini) satu provinsi: Guangxi. Jaraknya sekitar 300 km. Nanning ibu kota provinsi, Guilin ”ibu kota” pariwisata –salah satu yang terbaik di dunia.

Setelah lulus Bahasa Mandarin, Randy masuk sekolah musik: S-2 di universitas Guilin. Saat kuliah musik itulah ia tahu banyak universitas di Tiongkok yang mempelajari gamelan. Mereka memiliki perangkat musik Jawa itu. Hanya saja Randy melihat belum ada prodi gamelan Sunda.

Kebetulan ada workshop gamelan Sunda di Guangxi Arts University di Nanning. Randy pun ke Nanning. Setelah workshop ia bertekad merintis studi gamelan Sunda di universitas itu. Kelak, setelah Randy lulus S-2 tahun 2018 Randy diminta mengajar ilmu gamelan di GAU. Teori dan praktik. Tidak hanya Sunda.

Gamelan Sunda pun didatangkan. Tiga set: salendro, pelog, dan degung. Toh sudah ada gamelan Jawa dan Bali. Bahkan universitas itu punya museum alat musik semua negara ASEAN. Randy pula yang diminta mengelola museum itu.

Di dekat Nanning juga ada kampung besar orang Tiongok yang masih bisa berbahasa Jawa dan Sunda. Mereka adalah orang kelahiran Indonesia yang akibat keharusan pilih jadi WNI atau WNT mereka pilih kembali ke Tiongkok. Itu tahun 1963-an. Tidak lama setelah itu terjadi revolusi besar di Tiongkok. Lalu juga terjadi pergolakan politik besar di Indonesia: Gestapu/PKI.

Sebagian sudah dijemput kapal besar menuju Tiongkok. Sebagian lagi sudah siap meninggalkan Indonesia: rumah dan aset sudah telanjur dijual. Tapi kapal jemputan berikutnya tidak jadi datang.

Mereka yang sudah kembali ke Tiongkok nasibnya kurang baik. Tak lama setelah mereka tiba revolusi meletus. Tiongkok sedang di puncak kemiskinan. Saya pernah mendengar cerita mereka secara langsung: sangat menderita. Lalu setelah Tiongkok maju, mereka mulai hidup sejahtera.

Yang masih tertinggal di Indonesia pun bernasib kurang baik. Jadi korban politik. Setelah zaman reformasi barulah nasib mereka membaik.

Warga kampung itu banyak yang masih bisa masak rawon atau karedok. Lalu ada yang tetap ingin latihan angklung. Randy mengajar mereka main angklung di kampus Guangxi Arts University.

Kampus Tiongkok yang pertama mendatangkan gamelan adalah Shanghai Concervatory of Music. Kemudian menyebar ke beberapa universitas seni ternama: China Concervatory of Music, China Arts University, dan beberapa universitas seni lainnya.

Gamelan tersebut, kata Randy, diperkenalkan bukan hanya sebagai seni pertunjukan tetapi juga menjadi bahan keilmuan tentang musik khas Nusantara. Itu karena secara nada maupun laras (skala nada) berbeda dengan musik barat dan musik Tiongkok. Akhirnya gamelan dipelajari juga sebagai teori ethnomusikologi.

Laras slendro/salendro, pelog dan degung hanya dimiliki oleh musik karawitan dan itu menjadi salah satu daya tarik bagi peneliti musik.

Kini Randy sudah 10 tahun di Guangxi. Ia belum tahu kapan pulang secara tetap. Sebelum Covid istri ikut di Guangxi. Kini ditinggal di Bandung.

Saya tidak bisa ngobrol lama dengan Randy. “Ada jadwal mengajar,” katanya. Hanya di Xinjiang provinsi Xinjiang yang di hari raya Iduladha ini libur lokal –empat hari. adalah satu dari empat provinsi di Tiongkok yang mayoritas penduduknya Muslim.


—

Di hali laya Gu Ke Bang ini suhu udara di Nanning sangat panas. Siang hari 36 derajat –jauh lebih panas dari di Indonesia. Bulan depan Nanning masih akan lebih panas.

Sepulang salat Iduladha pun saya mandi lagi. Sepagi itu badan sudah peliket oleh keringat yang tidak bisa menguap akibat humidity yang tinggi. Sesepoi pun tidak ada angin berhembus….(DIs)

Tags: Catatan DahlanDahlan IskanDISDiswayharian diswayRandy Sunda

Related Posts

Burger Tempe

Burger Tempe

Tuesday, 21 July 2026
Paket Roaming

Paket Roaming

Sunday, 19 July 2026
Isi Dompet

Isi Dompet

Sunday, 19 July 2026
Cuci Uang

Cuci Uang

Sunday, 19 July 2026
Adu Cepat

Adu Cepat

Thursday, 16 July 2026
Febrie Loblobly

Febrie Loblobly

Wednesday, 15 July 2026
Next Post
Gerak Cepat, Pemprov Bangun Dapur  Umum di Lokasi Banjir Bandang Biau

Gerak Cepat, Pemprov Bangun Dapur  Umum di Lokasi Banjir Bandang Biau

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 21 Juli 2026

Rekomendasi

Gorontalo Siaga Kemarau, Gubernur Terbitkan Edaran, Waspada Krisis Air Bersih

Gorontalo Siaga Kemarau, Gubernur Terbitkan Edaran, Waspada Krisis Air Bersih

Tuesday, 21 July 2026
Korsleting Listrik Picu Kebakaran di Yosonegoro

Korsleting Listrik Picu Kebakaran di Yosonegoro

Tuesday, 21 July 2026
Mantan Kades di Pohuwato Resmi Ditahan, Diduga Lakukan Pencabulan Terhadap Staf Desa

Mantan Kades di Pohuwato Resmi Ditahan, Diduga Lakukan Pencabulan Terhadap Staf Desa

Tuesday, 21 July 2026
Skandal Command Center, Kejati Jebloskan Tiga Tersangka ke Lapas

Skandal Command Center, Kejati Jebloskan Tiga Tersangka ke Lapas

Tuesday, 21 July 2026

Pos Populer

  • APH di Gorontalo Solid, Kapolda, Kapolres Silaturahim ke Markas TNI-Kejaksaan

    APH di Gorontalo Solid, Kapolda, Kapolres Silaturahim ke Markas TNI-Kejaksaan

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Gorontalo Siaga Kemarau, Gubernur Terbitkan Edaran, Waspada Krisis Air Bersih

    31 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Wagub Gorontalo Idah Syahidah Hadiri Bahagia QRIS Fest 2026 di Limboto

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Spanyol, Bola, dan Islam

    31 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Pengumuman Libur Khusus Final Pildun di Gorontalo Hoaks

    28 shares
    Share 11 Tweet 7
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.