logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Gubuk Dea

Lukman Husain by Lukman Husain
Wednesday, 27 May 2026
in Disway
0
Gubuk Dea
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

“Lai! Lai! Lai!,” teriak Warijan di dekat pintu bus. Peserta pun bergegas masuk bus. Mereka adalah pengusaha yang ikut tur bisnis Disway di seputar Mojokerto (Disway Explore Business with Dahlan Iskan, East Java Series–Mojokerto).

Rupanya Warijan, panitianya, sedang mempraktikkan apa yang ia alami selama ikut tur bisnis Disway di Tiongkok bulan lalu (Disway Business Adventures to Tiongkok with Dahlan Iskan & Novi Basuki).

Related Post

Jumat Keramat

Iris Istri

PLN Transisi

Camino Nakasendo

“Ayo! Ayo! Ayo!” begitulah kira-kira artinya. Atau “silakan! Silakan! Silakan!”. Itulah kebiasaan di Tiongkok untuk minta siapa saja bergegas: apakah di bus atau pun di depan ruang makan. Memang ada kata yang lebih terasa menghormati: “qing…”. Tapi kata itu tergolong “kromo inggil” yang hanya dipakai untuk orang yang lebih senior.

Kata “lai !”, karena diucapkan tiga kali mengandung makna “agar bergegas”. Untuk keinginan bergegas sebenarnya bisa ditambah kata “kuai yi dian!”. Rupanya Warijan sulit menirukan kata tambahan itu. Ayolah, cepatlah dikit.

Kami memang perlu cepat-cepat berangkat. Hari itu saya menambahkan dua acara di luar jadwal. Dua-duanya non-bisnis: ke museum wayang lalu ke museum masa kecil Bung Karno. Itu gara-gara promosi yang dilakukan wali kota Mojokerto, Ning Ita (Ika Puspitasari) di acara makan siang di kantor wali kota Mojokerto.


—

Kota Mojokerto itu kecil sekali: hanya 20 km2. Ia nomor tiga terkecil di Indonesia setelah Sibolga (10 km2) dan Magelang (18 km2).

Di zaman Belanda Mojokerto menjadi kota penting. Ada tujuh sungai di sekitarnya. Sungai adalah infrastruktur logistik dan irigasi penting di masa lalu. Yang dimaksud “sekitarnya” adalah Kabupaten Mojokerto. Banyak sekali pabrik gula di Mojokerto –komoditi andalan untuk memperkaya Belanda selain pala dari Maluku.

Museum wayang ini ternyata milik perorangan: pengusaha Tionghoa yang lebih pintar berbahasa Jawa daripada bahasa Mandarin. Marganya Njoo. Nama lengkapnya Sendjojo Njoto. Panggilannya Yensen. Usahanya bijih plastik hasil dari daur ulang.


—

Koleksi museum ini cukup lengkap. Wayang apa saja ada. Termasuk wayang krucil, wayang golek, wayang potehi, sampai wayang Yesus. Yang belum ada adalah wayang yang hanya pernah saya tonton dua kali di masa kecil saya: wayang gedhok –wayangnya pipih terbuat dari kayu. Atau jangan-jangan ada, hanya saya tidak melihatnya.

“Tidakkah Anda keberatan uang suami banyak dipakai beli wayang kuno?” tanya saya kepada istri Njoo. Dia dan putrinyilah yang menyambut rombongan kami.

“Bagaimana lagi. Ini hobi berat suami saya,” katanyi.

Saya perkirakan Njoo habis uang banyak –termasuk untuk membeli rumah kuno tiga lantai itu. Masih pula harus membeli rumah di seberangnya: untuk museum toko kelontong zaman dulu. Berbagai model toko kelontong masa lalu ditampilkan. Saya keliling toko-toko itu sambil tersenyum-senyum –ingat ada barang apa saja yang dipajang di zaman itu.

Museum toko kelontong ini kian terasa unik setelah generasi baru hanya tahu Indomaret dan Alfamart. Lebih unik lagi kalau generasi yang akan datang, di tahun 2050 kelak, tahunya hanya kios Koperasi Desa Merah Putih.

Saya pernah punya teman yang uangnya juga habis untuk urus kegiatan sosial: sepak bola. Ia keturunan Arab. Tinggalnya di kampung Arab di Ampel Surabaya. Uang dan waktunya habis untuk sepak bola. Usahanya pun tidak terlalu diurus. Suatu saat saya bertanya kepadanya: apakah istrinya tidak marah?

“Ya marah-marah awalnya,” jawabnya.

“Lalu bagaimana jawaban Anda kepada istri?”

“Saya jawab: hobi saya kan cuma ini. Saya kan tidak hobi perempuan,” katanya.

Jawaban itu jadi kunci selamanya. Istrinya tidak pernah komplain lagi.

Di museum wayang ini saya otomatis membandingkannya dengan rumah-rumah bersejarah di Banda. Di sana ada ibu tua yang duduk apatis di pojokan. Di museum wayang ini ada Dea. Putri Njoo. Muda. Cantik. Modern. Antusias.


—

Awalnya saya ragu kalau gadis ini putri pemiliknya. Wajahnyi sangat Tionghoa. Matanyi sangat cendekia. Tapi ngomong tentang wayang begitu tahunya. “Saya mencoba mendalaminya,” ujar Dea

“Anda alumnus mana?”

“Universitas Ciputra. Jurusan bisnis internasional,” jawab Dea.

Dea bercerita papanya suka sekali nonton wayang. Sejak kecil ibunya selalu bercerita tentang wayang. Njoo juga suka ludruk dan ketoprak. “Tiap malam papa nyetel ludruk Kartolo sebagai pengantar tidur,” ujar Dea.

Papa Dea juga penggemar Si Unyil. Utamanya Pak Raden. Papa Dea sering kirim surat ke Pak Raden. Sampai akhirnya bisa bertemu Pak Raden.

Itulah sebabnya di museum yang diberi nama Gubuk Wayang ini penuh dengan boneka Si Unyil. Lengkap sekali. Sampai dapat belasan rekor MURI yang dipajang di salah satu lemari kaca di sana.


—

Pemilik Gubuk Wayang ini pandai membuat daya tarik. Ibarat wartawan ia pandai membuat “lead” –alinea pembuka sebuah tulisan. Di bagian paling depan museum dipajang etalase yang diselimuti kain hitam. Misterius.

“Benda apa yang diselimuti ini” tanya saya.

“Setan,” jawab Dea.

“Kenapa diselimuti?”

“Agar anak-anak tidak takut,” jawabnyi.

“Di rombongan kami tidak ada anak-anak”.

“Baik,” jawab Dea sambil membuka kain hitam itu.

Benar. Isinya wayang setan. Satu pasang. Setan laki-laki dan setan perempuan. Setan laki-lakinya seperti postur Jawa. Pakaian hitam. Setan perempuannya berpostur wanita Tionghoa. Berpakaian merah.(*)

Tags: Catatan DahlanDahlan IskanDISDiswayGubuk Deaharian disway

Related Posts

Jumat Keramat

Jumat Keramat

Monday, 19 October 2026
Iris Istri

Iris Istri

Saturday, 17 October 2026
PLN Transisi

PLN Transisi

Saturday, 17 October 2026
Camino Nakasendo

Camino Nakasendo

Friday, 16 October 2026
Hati Ngadirejo

Hati Ngadirejo

Wednesday, 14 October 2026
Bali Lombok

Bali Lombok

Wednesday, 14 October 2026
Next Post
Wagub Idah Bersama Keluarga Salat Iduladha di Masjid Asy-Syahidah

Wagub Idah Bersama Keluarga Salat Iduladha di Masjid Asy-Syahidah

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Hebat! dr. Khairunnisa Farina Ilato, Nou Gorontalo Tampil pada Forum Neuroradiologi Dunia

Hebat! dr. Khairunnisa Farina Ilato, Nou Gorontalo Tampil pada Forum Neuroradiologi Dunia

Monday, 19 October 2026
Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi (Bukan) Kewajiban Negara

Meremehkan Pendidikan Dalam Kepemimpinan dan Matinya Nalar

Monday, 19 October 2026
Direktur Reskrimum Polda Gorontalo Diganti

Direktur Reskrimum Polda Gorontalo Diganti

Thursday, 15 October 2026
Kasat Narkoba Polres Gorontalo, Iptu Rudianto Simbala,S.H didampingi oleh anggota, saat memperlihatkan hasil sitaan minuman keras (Miras) dari sejumlah warung dan kios yang ada di wilayah Kabupaten Gorontalo.

Polres Gorontalo Sita Ratusan Botol Miras

Monday, 6 October 2025

Pos Populer

  • Kualitas Udara Gorontalo Memburuk, Masuk Kategori Tidak Sehat

    Kualitas Udara Gorontalo Memburuk, Masuk Kategori Tidak Sehat

    63 shares
    Share 25 Tweet 16
  • Direktur Reskrimum Polda Gorontalo Diganti

    52 shares
    Share 21 Tweet 13
  • Ribuan Massa Geruduk Polda, Desak Penghentian Dugaan Kriminalisasi Adhan Dambea

    48 shares
    Share 19 Tweet 12
  • Inflasi Gorontalo Meroket Tertinggi Rata-rata Nasional, Mendagri Jewer Pemda!

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Hebat! dr. Khairunnisa Farina Ilato, Nou Gorontalo Tampil pada Forum Neuroradiologi Dunia

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 4 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.