logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Utang Tuhan

Lukman Husain by Lukman Husain
Wednesday, 8 April 2026
in Disway
0
Utang Tuhan
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
Oleh:
Dahlan Iskan

Iran itu bapaknya tauhid –tuhan itu esa. Yakni ketika negeri itu masih bernama Zoroaster. Dengan maharajanya yang Anda sudah tahu: Zaratustra. Sampai 1000 tahun kemudian pun, sampai di zaman Cyrus Yang Agung, ajaran yang maha esa itu masih bertahan.

“Sebelum zaman itu orang selalu percaya tuhan itu banyak,” ujar Prof Dr Al Makin.

Anda sudah tahu siapa guru besar Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta itu: Al Makin pernah jadi rektor di situ. Lewat jalur sebagai peneliti murni. Rasanya Al Makin-lah peneliti pertama yang bisa jadi rektor.

Kenapa nama Anda Al Makin? “Tidak tahu. Itu pemberian orang tua. Beliau kiai desa,” katanya.

Related Post

Yossi Cohen

Tulung Agung

Bertahan Menyerang

Cari Muka

Al Makin menyayangkan terjadi serangan Israel–Amerika ke Iran. Yang paling ia khawatirkan adalah punahnya peradaban tua. “Kita itu berutang tauhid kepada Parsi. Kita semua. Islam, Kristen, Yahudi,” ujarnya.

Saya sudah membaca buku karya Al Makin  terbaru. Buku filsafat. Judulnya: Dari Athena Sampai Nusantara.

Itulah buku yang membahas perjalanan pemikiran filsafat sejak awal sampai sekarang. Sejak dari Yunani sampai Sutan Takdir Alisjahbana. Di tengahnya ada pembahasan mengenai perjalanan filsafat di Parsi –yang sampai pun negeri itu bernama Iran masih kuat mempertahankan budaya berfilsafatnya.

Bagi yang tertarik mengenal ilmu itu buku Al Makin ini seperti mal filsafat. Apa saja ada. Disajikan dengan daya tarik mal. Anda tidak harus mengerutkan dahi ketika membacanya. Begitu menamatkan buku itu Anda sudah langsung tahu filsafat dari A sampai Z.

Ketika pembahsan sampai ke Nusantara, begitu banyak nama yang disebut Al Makin. Yang paling ia tonjolkan adalah Sutan Takdir Alisjahbana dengan polemik Manikebu-nya. Anda sudah tahu apa itu Manikebu –singkatan Manifes Kebudayaan.

Menurut Al Makin, polemik kebudayaan Manikebu di tahun 1963-1964 itulah polemik terbaik. Pun sampai sekarang. Belum ada benturan pemikiran yang lebih bermutu dari polemik Manikebu.

Polemik Manikebu begitu serunya sampai presiden Soekarno melarangnya.

Maka saya bertanya kepada Prof Al Makin: mengapa nama Goenawan Mohamad tidak dimuat di buku Dari Athena Sampai Nusantara. Demikian juga nama Rocky Gerung. Tidak ada. Padahal GM adalah salah satu tokoh yang ikut berpolemik di Manikebu. Termasuk juga penyair terkemuka Taufiq Ismail –yang baru saja meninggal dunia pekan lalu. Di pihak Sutan Takdir juga ada kritikus sastra HB Jassin. Lawan polemik mereka adalah budayawan dari Lekra —underbow-nya PKI.

“GM dan Rocky Gerung kan masih hidup. Yang masih hidup saya tunda,” jawab Al Makin. “Semua yang saya sebut kan sudah meninggal,” tambahnya.

Saya juga mengajukan satu keberatan. Al Makin menyebut Bung Karno sebagai pemikir yang lengkap. Padahal di bidang pemikiran ekonomi, Bung Karno terlihat sangat lemah. Di akhir masa kepresidenannya ekonomi Indonesia runtuh.

Kuatnya tradisi pemikiran di bidang filsafat itulah yang membuat Iran istimewa. Kenapa pemikiran filsafat negara Islam yang lain tidak sekuat Iran?

“Kita kan sunni,” ujar Al Makin. “Iran kan syi’ah,” katanya.

Di negara-negara Islam yang alirannya sunni, ilmu filsafat berhenti. Tidak ada lagi filsafat. Yakni sejak Imam Al Ghazali menerbitkan buku Ihya Ulumuddin. Itulah kitab yang paling diunggulkan di kalangan sunni.

Di bukunya itu Al Makin berani menyebut bahwa Imam Ghazali bukanlah filsuf. Padahal di semua lembaga pendidikan Islam di Indonesia mengajarkan Al Ghazali adalah filsuf besar. Terbesar yang lahir dari dunia Islam.

“Imam Al Ghazali itu teolog. Bukan filsuf,” ujar Al Makin.

Apa bedanya?

“Di filsafat semua hal harus dipertanyakan. Di teologi yang ada adalah doktrin. Kalau sudah menyangkut doktrin justru tidak boleh dipertanyakan. Kitabnya Al Ghazali isinya kan doktrin”.

Setelah tidak jadi rektor Al Makin kembali menjadi peneliti. Darah dagingnya di penelitian. Sumsum tulang belakangnya juga berisi penelitian.

Anda sudah tahu: penelitiannya yang populer adalah tentang nabi-nabi. Hasilnya: di Indonesia ini ia temukan ada 600 nabi. Tiga di antaranya di Medan –termasuk Sisimangaraja. Tentu belum termasuk nabi terbaru di Medan: Nabi Muhammad –tanpa SAW.

Saya ke rumah nabi itu bersama Prof Al Makin tahun lalu. Kami dapat cerita detil saat nabi itu mendeklarasikan kenabiannya di Makkah (Lihat Disway 19 September 2025: Nabi Baru).

Di Blora juga penah ada nabi: nabi Samin Surosentiko –yang mengajarkan agama Samin.

Sebagai peneliti Al Makin tentu sudah ke berbagai negara yang jadi objek penelitiannya. Termasuk Iran. Ia ke situs-situs peninggalan Maharaja Cyrus di Pasargadae –yang kini berada di provinsi Fars, tidak jauh dari kota Shiraz.

Hebat juga Pasargadae pernah jadi ibu kota negara super power pertama di dunia –2.500 tahun sebelum Amerika menggantikannya.

Konon penggambaran surga yang bertaman indah itu datang dari Pasargadae ini: ibu kota super power tapi bentuk kotanya bukan metropolitan melainkan pertamanan seperti di surga –ups sebaliknya.

Sampai di tahun 500 SM itulah, di Iran kuno, di zaman Cyrus manusia terus diarahkan agar hanya bertuhan satu. Nama tuhannya: Mazda. Lengkapnya: Ahura Mazda –kekuatan yang maha bijaksana. Tuhan yang maha esa itu dianut sejak 1000 tahun sebelumnya –dimulai di zaman Zaratustra yang memerintah di Zoroaster.

Berarti bertuhan satu telah menjadi tradisi yang panjang di Parsi: sejak Zaratustra sampai Cyrus. Lalu, kata Al Makin, diadopsi oleh Yahudi. Kemudian Kristen. Lalu Islam.

“Padahal Ibrahim sendiri (Abraham) sebagai bapak Yahudi masih bertuhan banyak,” ujarnya.

Bukankah Ibrahim itu bertauhid? “Itu menurut keyakinan yang diajarkan belakangan. Tapi sumber-sumber penelitian yang lebih kuno menyebutkan tidak begitu,” katanya.

Sebenarnya salah satu Fira’un juga pernah mendoktrinkan untuk bertuhan satu. Tuhan Matahari. Yakni Fir’aun kesepuluh dari dinasti ke 18. Nama Fir’uan itu Akhenaten. “Tapi Fir’aun berikutnya menghidupkan kembali tuhan-tuhan yang banyak,” ujar Al Makin.

Presiden Donald Trump dan Menteri Perangnya, Pete Hegseth juga bertuhan satu. Berarti keduanya juga berutang tauhid ke Iran. Utang itulah yang mereka bayar dengan pembunuhan masal lewat peluru dan bom mereka.(dis)

Tags: Catatan DahlanDahlan IskanDiswayharian diswayUtang Tuhan

Related Posts

Salah seorang jurnalis asing mengabadikan gambar sebuah kerusakan akibat serangan udara AS yang menyasar sebuah perkampungan di wilayah Fardis, Barat kota Tehran, Iran.-Vahid Salemi-Association Press

Yossi Cohen

Friday, 17 April 2026
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo terjaring OTT KPK, dengan total kekayaan tercatat Rp20,3 miliar.--Instagram gatutsunu

Tulung Agung

Thursday, 16 April 2026
--

Bertahan Menyerang

Wednesday, 15 April 2026

Cari Muka

Tuesday, 14 April 2026
Jubir Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei menyatakan perundingan Islamabad gagal, tapi jalur diplomatik tetap terbuka -Tasnim News Agency-

Jalan Baru

Monday, 13 April 2026
Drum Mesiu

Drum Mesiu

Saturday, 11 April 2026
Next Post
Kasie Humas Polres Bone Bolango, AKP Jhon Karel Nusi saat memberikan keterangan terkait dengan adanya dugaan suap oleh personel Polsek Bulango.

Dugaan Suap di Polsek Bulango Tidak Benar

Discussion about this post

Rekomendasi

Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pohuwato resmi melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dalam perkara dugaan pemalsuan surat kepada Kejaksaan Negeri Pohuwato, Senin (13/4/2026).

Oknum ASN Diduga Palsukan Akta Kematian

Thursday, 16 April 2026
Polda Gorontalo Limpahkan Kasus Pelanggaran Hak Cipta ke Kejaksaan, Ka Kuhu Diangkut Mobil Tahanan

Polda Gorontalo Limpahkan Kasus Pelanggaran Hak Cipta ke Kejaksaan, Ka Kuhu Diangkut Mobil Tahanan

Thursday, 16 April 2026
Penahanan Oknum Kepala Desa di salah satu desa di Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato berinisial KR.

Oknum Kades di Pohuwato Dibui, Diduga Jadi Pemodal PETI Buntulia

Thursday, 16 April 2026
Imran Rahman

Viral Siswi SMP di Kabgor Di-bully, Orang Tua Pelaku Justeru Minta Proses Hukum

Thursday, 16 April 2026

Pos Populer

  • Basri Amin

    Profesi-Profesi Hebat

    123 shares
    Share 49 Tweet 31
  • Oknum ASN Diduga Palsukan Akta Kematian

    77 shares
    Share 31 Tweet 19
  • Putra Gorontalo Calon Wali Kota Jaksel

    89 shares
    Share 36 Tweet 22
  • Edan! di Halte Kampus UNG, Pria Ini Pamerkan ‘Anunya’ di Hadapan Mahasiswi

    40 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Oknum Pegawai BSG Bobol Brankas, Kerugian Rp 13,1 Miliar, Termasuk Kuras Rekening Dormant

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.