logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Manajemen Pembelajaran Adaptif untuk Kelompok Disabilitas: Implementasi Teknologi Asistif dalam Ekosistem Pendidikan Inklusif

Lukman Husain by Lukman Husain
Saturday, 23 May 2026
in Persepsi
0
Manajemen Pembelajaran Adaptif untuk Kelompok Disabilitas: Implementasi Teknologi Asistif dalam Ekosistem Pendidikan Inklusif

ilustrasi: diolah IA

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dr.Arifin SukingS.Pd.,M.Pd
Siti Rugaiya Rapitan 
(01301425030)
Siti Nur Qurain Yahya (01301425039)
Pipit Aulia Bakir (01301425052)
Purnama (01301425036)
Febyroyani Lamusu (01301425055)

Paradigma pendidikan modern kini bergeser dari sekadar penyampaian materi secara klasikal menuju penciptaan lingkungan belajar yang aksesibel bagi seluruh lapisan peserta didik, termasuk kelompok disabilitas. Manajemen pembelajaran dalam konteks pendidikan inklusif tidak lagi hanya berfokus pada penyediaan fasilitas fisik dasar, melainkan mulai bertransformasi menjadi ekosistem adaptif yang mengintegrasikan teknologi asistif sebagai pilarutama.

Manajemen yang efektifdalam lingkungan inklusif harusmampu menyelaraskan kurikulum standar dengan kebutuhan fungsional individu guna menciptakan kemandirian intelektual bagi mahasiswa disabilitas. Fenomena ini menuntut pengelola institusi pendidikan untuk berpikir inovatif dalam merancang strategi instruksional agar hambatan fisik maupun kognitif tidak menjadi penghalang bagi pencapaian prestasi akademik (Alnahdi, 2014).

Penyelarasan antara ketersediaan perangkat lunak asistif dengan metode pengajaran dosen dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis dan aplikatif. Pendekatan ini tidak hanya mengandalkan ketersediaan alat, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut dikelola dengan semangat personalisasi pembelajaran yang efisien.

Related Post

Pagar “Makan” Tanaman

Legislator Muda, Apa yang Berubah?

ASN Ilusi Kelas Menengah

Melukai Masa Lalu dan Jati Diri yang Goyah

Pengelolaan sumber daya pendidikan berbasis kebutuhan khusus secara nyata dapat meningkatkan utilitas kurikulumdan mendukung martabat lembaga pendidikan. Selain aspek teknis, integrasi teknologi dalam manajemen kelas berperan sebagai jembatan strategis antara teori pendidikan yang dipelajari dengan praktik nyata di lapangan melalui pemanfaatan bantuan digital secara produktif. Kampus yang memberikan akses luas terhadap teknologi pembaca layar, konverter teks-ke- suara,atau perangkat input alternatif sebenarnya sedang menyediakan fasilitas kesetaraanyang risikonya dapat dimitigasi melalui pengawasan instruksional yang ketat.

Strategi utama dalam mengonversi ruang kelas konvensional menjadi laboratorium inklusif dimulai melalui identifikasi menyeluruh pada hambatan-hambatan belajar yang sering terlewatkan dalam perencanaan kurikulum makro. Proses ini tidak hanya meninjau ketersediaan infrastruktur fisik seperti jalur pemandu (guiding block), melainkan menganalisis titik temu antara teknologi digital dengan kebutuhan spesifik pengguna.

Area digital seperti platform Learning Management System (LMS) dapat dikonversi menjadi unit pembelajaran yang ramah disabilitas tanpa mengabaikan kualitas standar kompetensi lulusan. Dengan melakukan klasifikasi kebutuhan berdasarkan jenis disabilitas, pihak pengelola dapat menghidupkan kembali potensi akademik yang selama ini terpendam menjadi pusat inovasi yang produktif. Pentingnya pemetaan teknologi yang akurat ini didasarkan pada prinsip bahwa ketersediaan sarana prasarana yang adaptif merupakan faktor pendukung utama dalam menumbuhkan kepercayaan diri serta keberhasilan akademik mahasiswa disabilitas.

Meskipun peluang pengembangan pendidikan inklusif sangat terbuka, keterbatasan kemampuan manajerial tenaga pendidik dan kendala pembiayaan teknologi sering kali menjadi penghambat utama dalam implementasi praktis di lapangan. Persoalan ini berakar pada kurangnya kecakapan sumber daya manusia dalam menyusun standarisasi pembelajaran adaptif serta pengawasan yang konsisten, sehingga teknologi yang tersedia terkadang gagal merespons kebutuhan personal mahasiswa.

Kondisi tersebut kian pelik saat institusi harus berjuang menjaga keseimbangan antara fleksibilitas administratif dan ketegasan standar akademik. Tanpa adanya keselarasan antara pengasahan keterampilan teknis pengajar dan manajemen sistem pendukung yang efektif, upaya revitalisasi fungsi pendidikan inklusif ini dikhawatirkan tidak akan membuahkan hasil yang maksimal Beal & Rosenblum, (2018).

Keberhasilan dalam mengatasi berbagai hambatan manajerial dan teknis akan membuka jalan bagi transformasi ekosistem pendidikan yang memberikan dampak luas bagi penguatan hak asasi manusia di lingkungan institusi. Keteraturan manajemen pembelajaran merupakan fondasi utama dalam menjamin keberhasilan setiap aktivitas edukatif bagi kelompok disabilitas.

Melalui efisiensi sumber daya dan penerapan teknologi yang selaras, manajemen pembelajaran adaptif pada akhirnya mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang tangguh sekaligus menaikkan martabat institusi sebagai pusat pembelajaran yang modern, manusiawi, dan berdaya saing global. Harmoni antara empati manajerial danpeluanginovasi teknologi tidak hanya akan mendongkrak kepuasan mahasiswa sebagai pengguna layanan, tetapi juga mengukuhkan reputasi institusi sebagai pencetak sumber daya manusia yang adaptif terhadap dinamika sosial yang inklusif.

DAFTAR PUSTAKA

Alnahdi,G.(2014).Assistive Technology in Special Education and the Universal Design for Learning. Turkish Online Journal of Educational Technology-TOJET,13(2), 18–23.

Beal,C.R.,& Rosenblum, L. P.(2018). Evaluation of the effectiveness of a tablet computer application (App) in helping students with visual impairments solve mathematics problems. Journal of Visual Impairment & Blindness,112(1),5–19. https://doi.org/10.1177/

Omoro, M. O., & Possi, M. A. K. (2023). The Relationship between Self-ReportedEfficacy and Actual Use of Inclusive PracticesamongIn-Service Teachers in Inclusive Primary Schools. Educational Research: Theory and Practice,34(1),110–128.

Ozokcu,O.(2018). Investigating Preschool Teachers’Self-Efficacy in Inclusion Practicesin Turkey. International Education Studies, 11(9), 79. (*)

Penulis adalah dosen pembimbing, dan mahasiswa Prodi Manajemen Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, UNG

Tags: Arifin SukingFebyriyani lamusuFIPManajemen PendidikanPipit Aulia Bakirprodi manajemen pendidikanPurnamaSiti nur Qurain YahyaSiti Rugaiya rapitanUNG

Related Posts

Basri Amin

Pagar “Makan” Tanaman

Monday, 13 July 2026
Legislator Muda, Apa yang Berubah?

Legislator Muda, Apa yang Berubah?

Thursday, 9 July 2026
Muh. Amier Arham

ASN Ilusi Kelas Menengah

Monday, 6 July 2026
Basri Amin

Melukai Masa Lalu dan Jati Diri yang Goyah

Monday, 6 July 2026
Ridwan Monoarfa

Menanam Pohon, Menumbuhkan Harapan: Politik Pembangunan dari Desa

Monday, 6 July 2026
Nilai Tukar Petani Indonesia dan Paradoks Tingginya Harga Beras

Nilai Tukar Petani Indonesia dan Paradoks Tingginya Harga Beras

Friday, 3 July 2026
Next Post
Manajemen Sarana Prasarana Berbasis Kewirausahaan: Optimalisasi Area Kampus untuk Pengembangan Usaha Mikro

Manajemen Sarana Prasarana Berbasis Kewirausahaan: Optimalisasi Area Kampus untuk Pengembangan Usaha Mikro

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 13 Juli 2026

Rekomendasi

Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie saat berziarah ke makam Almarhum H. Rachmat Gobel di Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Utama Kalibata, Jakarta Selatan, Ahad (12/7/2026). (Foto : dok-pemprov)

Wagub Gorontalo Idah Syahidah Ziarah ke Makam Almarhum Rachmat Gobel di TMP Kalibata

Monday, 13 July 2026
Basri Amin

Pagar “Makan” Tanaman

Monday, 13 July 2026
Pengunjung salah satu supermarket yang berbelanja alat atau perlengkapan sekola, Minggu (12/7/2026). (Foto: Roy/Gorontalo Post).

Jelang H-1 KBM, Toko dan Supermarket ATK Diserbu Pengunjung

Monday, 13 July 2026
Foto bersama Ketua Tim Pengabdian Siti Choirul Dwi Astuti, Kepala Desa, Kader, ibu hamil dan Mahasiswa Sarjana Terapan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Gorontalo pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berlangsung di Desa Dutohe Kec. Kabila Kabupaten Bone Bolango.Jumat, (10/7)

Poltekkes Gorontalo Berdayakan Pensiunan Swasta dan Ibu Hamil

Monday, 13 July 2026

Pos Populer

  • Ilustrasi LGBT

    LGBTQ Ancam Kedaulatan Negara, Diatur Dalam Perpres, Didukung DPR

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Wagub Gorontalo Idah Syahidah Tutup MTQ Provinsi Gorontalo 2026

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Wagub Gorontalo Idah Syahidah Ziarah ke Makam Almarhum Rachmat Gobel di TMP Kalibata

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • In Memoriam Rachmat Gobel dan Jalan Pulang yang Istimewa

    199 shares
    Share 80 Tweet 50
  • Legislator Muda, Apa yang Berubah?

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.