Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Menjelang perhelatan Piala Dunia, penjual bendera musiman mulai bermunculan di sejumlah titik di Kota Gorontalo. Salah satunya terlihat di Jalan HB Jassin eks Agus Salim, Kelurahan Tomulabutao, Kecamatan Dungingi, Ahad (24/5) sore.
Seorang pedagang bendera bernama Ega (36), perantau asal Garut, Jawa Barat, mengaku mulai berjualan sejak 4 April 2026. Ia mengatakan penjualan bendera selalu meningkat setiap kali ada ajang sepak bola internasional seperti Piala Dunia maupun Piala Eropa.
“Kalau jualan sudah dari tanggal 4 April. Untuk setiap event pasti jualan, kayak Piala Eropa,” ujar Ega saat diwawancarai. Menurutnya, pembeli datang dari berbagai kalangan, mulai anak-anak hingga anak muda. Namun, mayoritas pembeli adalah laki-laki yang antusias menyambut kompetisi sepak bola dunia tersebut.
Ega menjual berbagai ukuran bendera, mulai ukuran kecil untuk kendaraan bermotor hingga ukuran besar mencapai lima meter. Harga yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari Rp10 ribu hingga Rp650 ribu tergantung ukuran.
“Yang paling kecil untuk ukuran motor mulai Rp10 ribu. Kalau yang paling besar sampai ukuran lima meter, harganya bisa sampai Rp650 ribu,” jelasnya.
Ia menuturkan, penjualan biasanya mulai meningkat satu minggu menjelang pertandingan besar digelar. Sementara pada hari-hari biasa, sebagian besar calon pembeli masih sebatas melihat-lihat dan bertanya mengenai harga.
Untuk jenis bendera yang paling diminati, Ega menyebut bendera negara-negara besar seperti Argentina dan Brasil menjadi favorit masyarakat Gorontalo.
Meski demikian, ia tetap menyediakan berbagai pilihan bendera negara lain, termasuk bendera Merah Putih yang tetap menarik perhatian pembeli di tengah dominasi bendera tim sepak bola dunia. “Yang paling dicari kebanyakan Argentina dan Brasil. Tapi yang lain juga banyak,” katanya.
Menariknya, seluruh bendera yang dijual Ega merupakan hasil produksi sendiri. Usaha musiman ini menjadi sumber penghasilan yang terus ia jalani setiap kali ada event olahraga internasional.(mg-04)










Discussion about this post