logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Mengulik Variabel Identitas, Norma, dan Reproduksi Permusuhan Pada Konflik Iran-Israel-Amerika Serikat

Lukman Husain by Lukman Husain
Thursday, 2 April 2026
in Persepsi
0
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Muhammad Rizal Tohopi

Konflik yang terjadi antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat sering kali diuraikan dengan mempertimbangkan distribusi kekuatan militer, keseimbangan strategis, serta permasalahan terkait proliferasi nuklir. Teori realis menganggap persaingan ini sebagai hasil yang wajar dari anarkisme dalam system internasional (Waltz, 1979). Namun, penjelasan ini tidak sepenuhnya dapat menggambarkan mengapa antagonisme di antara ketiga pihak tetap ada, meski pun terdapat kemungkinan untuk mencapai kompromi pada konteks rasionalitas strategis.

Kerangka Teoretik Konstruktivisme

Konstruktivisme berangkat dari asumsi bahwa struktur internasional merupakan konstruksi sosial, tidak semata-mata soal distribusi materialistik (Onuf, 1989). Alexander Wendt (1992) menyatakan bahwa “anarchy is what states make of it,” yang berarti bahwa makna anarki ditentukan oleh interpretasi atas dinamika interaksi antar negara.

Negara tidak sekedar mengejar national interest yang telah ditentukan sebelumnya, tetapi membentuk kepentingan tersebut melalui identitas yang dikonstruksi secara historis (Hopf, 2002). Dengan demikian, kepentingan Iran terhadap Israel tidak dapat dipisahkan dari identitas revolusionernya, begitu pula persepsi Israel terhadap Iran tidak terlepas dari konstruksi identitas keamanan eksistensial.

Related Post

Dana Abadi Rakyat Gorontalo: Menghidupkan Kembali Semangat Serambi Madinah Melalui Wakaf Produktif

Profesi-Profesi Hebat

Dari Desa Andaleh ke Gorontalo: Mengakhiri Ilusi Peternakan Berbasis Bantuan

Kota Gorontalo, ‘298’ Tahun? (Catatan Terbuka kepada Wali Kota)  

Peter Katzenstein (1996) menekankan bahwa norma dan budaya keamanan secara signifikan mempengaruhi kebijakan luar negeri. Dalam konteks ini, konflik Iran-Israel-AS mestinya dipahami sebagai arena pertarungan norma dan legitimasi, bukan hanya kekuatan militer.

Konstruksi Identitas Iran

Sejak Revolusi Islam 1979, Iran membangun identitas sebagai negara revolusioner yang menentang hegemoni Barat dan Zionisme (Takeyh, 2009). Identitas ini bukan sekadar retorika politik, tetapi terinstitusionalisasi dalam konstitusi dan doktrin kebijakan luar negeri.

Trita Parsi (2007) menunjukkan bahwa hubungan Iran-Israel sebelum 1979 bersifat pragmatis. Permusuhan muncul sebagai bagian dari redefinisi identitas Iran pasca revolusi. Artinya, konflik bukanlah keniscayaan struktura, melainkan produk perubahan identitas.

Dalam perspektif konstruktivis, identitas revolusioner Iran membentuk kepentingan objektifnya. Israel diposisikan bukan hanya sebagai pesaing regional, tetapi sebagai symbol ketidak adilan global terhadap Palestina. Identitas ini kemudian diinternalisasikan melalui pendidikan, media, dan elite politik, sehingga menciptakan konsistensi kebijakan lintas generasi (Hopf, 2002).

Identitas Keamanan Israel

Israel membangun identitas keamanan yang berakar pada sejarah trauma kolektif dan pengalaman ancaman eksistensial (Barnett, 1999). Budaya strategis Israel menempatkan pencegahan dan serangan pre-emptive sebagai kebijakan yang sah secara moral.

Michael Barnett (1999) menunjukkan bahwa perubahan kebijakan Israel misalnya dalam Perjanjian Oslo dipengaruhi oleh perubahan identitas elite politik. Ini memperlihatkan bahwa bahkan kebijakan keamanan Israel sangat dipengaruhi oleh dinamika social domestik.

Ketika Iran mengembangkan program nuklir, Israel memaknainya sebagai ancaman eksistensial, bukan sekadar isu teknologi. Persepsi ini terbentuk dari sejarah interaksi dan narasi keamanan yang telah mengakar.

Amerika Serikat dan Identitas Hegemonik

Amerika Serikat memposisikan dirinya sebagai penjaga tatanan liberal internasional (Telhami, 2002). Ia memandang dirinya sebagai aktor yang bertanggungjawab secara moral untuk menjaga stabiltas global. Hal ini mempengaruhi cara pandangnya terhadap konflik di berbagai Kawasan termasuk Timur Tengah.

Aliansi tidak selalu tumbuh dari keseimbangan kekuatan, tetapi dari kesamaan Identitas dan norma. Mearsheimer dan Walt (2007) menjelaskan bahwa hubungan erat AS-Israel tidak hanya didorong oleh kepentingan strategis, tetapi juga oleh kedekatan identitas politik dan nilai. Oleh Washington, Tel Aviv dipandang sebagai bagian dari komunitas politik Barat dan hubungan historis diaspora Yahudi di Amerika.

Dalam Perspektif konstruktivisme, Amerika Serikat menempatkan Iran sebagai “the other”. Program nuklir, dukungan terhadap kelompok-kelompok bersenjata, dan retorika anti-Amerika menjadi katalis yang memperkuat konstruksi Iran sebagai “ancaman sistemik”.

Proses Sekuritisasi

Ole Weaver (1995) dalam teori sekuritisasi menjelaskan bahwa isu menjadi ancaman ketika elite politik mendeklarasikannya sebagai ancaman eksistensial. Program nuklir Iran menjadi ancaman bukan hanya karena kapasitas teknisnya, tetapi karena ia dibingkai sebagai ancaman terhadap kelangsungan Israel dan stabilitas global.

Proses sekuritisasi ini membatasi ruang diplomasi. Ketika isu telah masuk ranah keamanan eksistensial, kompromi menjadi sulit karena dipersepsikan sebagai risiko terhadap kelangsungan negara.

Reproduksi Konflik Melalui Norma dan Diskursus

Risse (2000) menunjukkan bahwa komunikasi internasional dapat membentuk perubahan norma. Namun dalam kasus Iran-Israel-AS, komunikasi lebih sering bersifat konfrontatif dari pada deliberatif.

Narasi anti-Zionisme di Iran dan narasi ancaman Iran di Israel menciptakan spiral ketidak percayaan. Konstruktivisme menyebutnya sebagai proses reproduksi identitas antagonistik (Wendt, 1999).

Selama interaksi antar-negara didominasi retorika permusuhan, maka konflik berbasis identitas akan terus menguat.

 MengapaKonflikTetapLanggeng?

Dari perspektif konstruktivisme, konflik ini persisten karena identitas antagonistic telah terinstitusionalisasi. Institusi militer, system pendidikan, dan struktur politik domestik di masing-masing negara mereproduksi persepsi ancaman.

Lebow (2008) menekankan bahwa emosi kolektif seperti trauma dan kebanggaan nasional memainkan peran penting dalam politik internasional. Dalam konteks ini, konflik tidak hanya rasional, tetapi juga emosional.

Kesimpulan

Konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat tidak dapat dijelaskan secara memadai melalui distribusi kekuatan material semata. Ia adalah produk konstruksi identitas, norma, dan interaksi sosial yang berlangsung selama beberapa dekade.

Ketika suatu negara didefinisikan sebagai musuh ideologis, kebijakan keras menjadi wajar dan sikap kompromi dapat didefinisikan sebagai pengkhianatan terhadap identitas nasional.

Konstruktivis mememperlihatkan bahwa permusuhan bukanlah tak dirstruktural, melainkan produk dari interaksi sosial yang dapat direproduksi maupun diubah. Selama identitas antagonistic tetap dominan, konflik akan terus berulang. (*)

 Penulis merupakan Analis Kebijakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Gorontalo

Tags: iranIsraelKonflik

Related Posts

Ridwan Monoarfa

Dana Abadi Rakyat Gorontalo: Menghidupkan Kembali Semangat Serambi Madinah Melalui Wakaf Produktif

Friday, 17 April 2026
Basri Amin

Profesi-Profesi Hebat

Monday, 13 April 2026
Ridwan Monoarfa

Dari Desa Andaleh ke Gorontalo: Mengakhiri Ilusi Peternakan Berbasis Bantuan

Saturday, 11 April 2026
Basri Amin

Kota Gorontalo, ‘298’ Tahun? (Catatan Terbuka kepada Wali Kota)  

Monday, 6 April 2026
Yusran Lapananda

Kemandirian Fiskal Daerah Sebuah Keharusan

Thursday, 2 April 2026
Basri Amin

Ketupat Lebaran dan ‘Islam Jawa’ di Sulawesi

Monday, 30 March 2026
Next Post
Merantau Dari Cianjur, Pria Ini Dagangan Somay Keiling di Suwawa, Bertahan Sejak 2016

Merantau Dari Cianjur, Pria Ini Dagangan Somay Keiling di Suwawa, Bertahan Sejak 2016

Discussion about this post

Rekomendasi

Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pohuwato resmi melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dalam perkara dugaan pemalsuan surat kepada Kejaksaan Negeri Pohuwato, Senin (13/4/2026).

Oknum ASN Diduga Palsukan Akta Kematian

Thursday, 16 April 2026
Polda Gorontalo Limpahkan Kasus Pelanggaran Hak Cipta ke Kejaksaan, Ka Kuhu Diangkut Mobil Tahanan

Polda Gorontalo Limpahkan Kasus Pelanggaran Hak Cipta ke Kejaksaan, Ka Kuhu Diangkut Mobil Tahanan

Thursday, 16 April 2026
Penahanan Oknum Kepala Desa di salah satu desa di Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato berinisial KR.

Oknum Kades di Pohuwato Dibui, Diduga Jadi Pemodal PETI Buntulia

Thursday, 16 April 2026
Oknum Kades di Pohuwato saat diperiksa sebagai tersangka, dan dilakukan penahanan terkait dengan dugaan aktivitas PETI. (foto: istimewa)

Jadi Bos PETI Oknum Kades Dibui, Kerahkan Eskavator Keruk Material Tambang di Sungai Alamutu

Wednesday, 15 April 2026

Pos Populer

  • Basri Amin

    Profesi-Profesi Hebat

    123 shares
    Share 49 Tweet 31
  • Oknum ASN Diduga Palsukan Akta Kematian

    77 shares
    Share 31 Tweet 19
  • Putra Gorontalo Calon Wali Kota Jaksel

    89 shares
    Share 36 Tweet 22
  • Edan! di Halte Kampus UNG, Pria Ini Pamerkan ‘Anunya’ di Hadapan Mahasiswi

    40 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Oknum Pegawai BSG Bobol Brankas, Kerugian Rp 13,1 Miliar, Termasuk Kuras Rekening Dormant

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.