logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Perang Bintang

Lukman Husain by Lukman Husain
Saturday, 11 July 2026
in Disway
0
Perang Bintang

Ilustrasi perang antardua kekuatan penegak hukum dengan temuan uang dalam brankas sebagai pusat konflik.--

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

Saya begitu ingin menulis soal ditemukannya uang ratusan miliar rupiah di sebuah kafe di Jakarta Selatan itu. Tapi saya sedang agak terisolasi sekarang ini. Saya sedang seperti seekor burung di sangkar emas.

Kamar saya ini begitu nyaman, besar dan agak mewah. Tapi saya tidak bisa berkomunikasi secara bebas. Sulit menggali bahan yang memadai untuk menulis kasus yang sangat panas di Jakarta itu.

Saya sedang di Rusia. Di bagian paling timur Russia: Vladivostok. Arus informasi sedang dibatasi. Terutama sejak Rusia manyerang Ukraina –yang kemudian jadi perang berlarut. Saya masih bisa menerima dan kirim WA tapi tidak bisa membuka dokumen, foto, atau video.

Related Post

Datuk Merdeka

Dear Cinta

Tepat Waktu

Sutrimo Winda

Saya agak telat tahu: menggunakan WeChat-nya Tiongkok lebih lancar. Saya pun mencoba berkomunikasi pakai WeChat. Tapi tetap saja sulit: tidak banyak sumber berita di Indonesia yang punya WeChat.

Saya pun disarankan pakai Telegram. Tapi sudah lama Telegram saya mati. Telegram itu saya install saat saya ke Kamboja dulu. Di sana semua orang pakai Telegram –sangat jarang yang pakai WA.

Maka untuk sementara saya jadi pembaca berita saja: sambil membayangkan betapa serunya peristiwa itu. Polisi menggerebek sebuah kafe yang menyimpan brankas rahasia: berisi ratusan miliar rupiah. Juga benda berharga mulia.

Temuan itu dikaitkan dengan nama Jaksa Agung Muda tindak pidana korupsi: Febrie Adriansyah. Lalu rumah pejabat puncak Kejagung itu dijaga tentara –mengesankan polisi jangan sampai datang ke rumah itu untuk melakukan penggeledahan lanjutan.

Kadang, dengan hanya membayangkan bisa lebih seru dari melihat langsung peristiwanya. Meski saya sudah hati-hati saat menyeleksi berita yang saya baca tetap saja berkesimpulan tidak ada peristiwa lebih seru dari ini: kepala tim pemberantasan korupsi Mabes Polri sedang mengungkap korupsi kepala tim pemberantasan korupsi Kejaksaan Agung. Luar biasa serunya.

Tentu saya baca juga berita konferensi pers Jaksa Agung Muda bidang Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah. Ternyata ia mengatakan uang yang ditemukan itu bukan miliknya. Ada sendiri pemiliknya. Lalu salah satu rumah yang digeledah itu juga bukan rumahnya. Ada pemiliknya.

Setelah mendengar bantahan itu netizen menulis: “kalau tidak ada yang punya berarti itu punya saya”. Seorang wartawan tua menulis: “Itu punya saya. Akan saya ambil sekarang”.

Intinya: kasus ini masih akan seru dan berkembang sangat panjang. Kejaksaan Agung belum lama menangkap dua jenderal polisi dalam kasus Makan Bergizi Gratis. Kini Mabes Polri mengincar ”jenderal” di Kejaksaan Agung.

Setelah dua hari hanya bisa membaca, saya pun merenungkan apa yang pernah saya tulis: apakah peristiwa ini menandakan Indonesia sudah mencapai tipping point atas meluas dan memprihatinkannya korupsi?

Anda sudah ingat: saya pernah menulis bahwa keberhasilan pemberantasan korupsi di Indonesia harus menunggu terjadinya tipping point. Kemarin-kemarin diberantas seperti apa pun tidak akan berhasil. Sudah sangat mengakar. Masing-masing punya rahasia dan bunya backing. Seperti diungkapkan Prof Mahfud MD, situasnya sudah saling menyandera.

Anda sudah tahu: di Hong Kong dulunya juga seperti itu. Lebih parah. Korupsinya lebih hebat dari di Indonesia. Sampai perawat yang sudah pegang alat suntik pun belum akan menyuntikannya kalau belum disogok. Petugas pemadam kebakaran yang sudah tiba di lokasi kobaran api belum akan nenyemprotkan air sebelum diberi uang sogokan.

Puncak dari saling sandera korupsi di sana adalah saling serang antara penegak hukum. Bahkan saling serang sesama polisi. Masing-masing penegak hukum menjadi backingpihak yang berlawanan. Bahkan sesama polisi bisa mem-backing-i dua pihak yang berseberangan. Akhirnya saling bongkar. Saling tembak. Meletuslah kekerasan fisik dan senjata antar backing.

Itulah tipping point korupsi di Hong Kong.

Semua penegak hukum tidak bisa dipercaya.

Lalu lahirlah ”KPK” di sana.

Setelah itu Hong Kong menjadi sangat bersih dari korupsi, sogok, dan suap. Anda juga sudah tahu: saya pernah mendatangkan ketua ”KPK” Hong Kong ke Jakarta. Di zaman Presiden Megawati Soekarnoputri. Tapi ide yang saya kembangkan saat itu ditolak oleh hampir semua kalangan. Yakni pengampunan korupsi seperti yang dilakukan di Hong Kong setelah terjadinya tipping point.

Apakah ”perang bintang” di Jakarta sekarang ini sudah merupakan pertanda Indonesia pun sudah mencapai tahap tipping point dalam urusan perkorupsian?

Atau kasus besar ini akan cepat reda lagi lewat ”perdamaian” antar penegak hukum untuk saling menutupi borok masing-masing –lalu Indonesia masih akan menunggu datangnya tipping point yang sebenarnya? (*)

Tags: Catatan DahlanDahlan IskanDiswayharian disway

Related Posts

Datuk Merdeka

Datuk Merdeka

Monday, 17 August 2026
Dear Cinta

Dear Cinta

Sunday, 16 August 2026
Tepat Waktu

Tepat Waktu

Saturday, 15 August 2026
Sutrimo Winda

Sutrimo Winda

Thursday, 13 August 2026
Jemput Depan

Jemput Depan

Monday, 10 August 2026
Sholeh Cilik

Sholeh Cilik

Saturday, 8 August 2026
Next Post
Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie saat berziarah ke makam Almarhum H. Rachmat Gobel di Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Utama Kalibata, Jakarta Selatan, Ahad (12/7/2026). (Foto : dok-pemprov)

Wagub Gorontalo Idah Syahidah Ziarah ke Makam Almarhum Rachmat Gobel di TMP Kalibata

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

666 Napi di Gorontalo Terima Remisi, 19 Orang Bebas

666 Napi di Gorontalo Terima Remisi, 19 Orang Bebas

Monday, 17 August 2026
Gubernur Gusnar Serukan Kemerdekaan yang Tak Berhenti di Upacara

Gubernur Gusnar Serukan Kemerdekaan yang Tak Berhenti di Upacara

Monday, 17 August 2026
Tak Ada Emas Seharga Nyawa, Boyke Bakar Semangat Ribuan Pekerja Pani Gold Mine di HUT ke-81 RI

Tak Ada Emas Seharga Nyawa, Boyke Bakar Semangat Ribuan Pekerja Pani Gold Mine di HUT ke-81 RI

Monday, 17 August 2026
Datuk Merdeka

Datuk Merdeka

Monday, 17 August 2026

Pos Populer

  • Muh. Amier Arham

    UNG Kampus Kerakyatan, Berdampak Untuk Semua

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Longsor Tambang DAM Pohuwato, Kapolres: 15 Saksi Sudah Diperiksa

    64 shares
    Share 26 Tweet 16
  • Polisi Dalami Longsor Tambang Hulawa

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • 666 Napi di Gorontalo Terima Remisi, 19 Orang Bebas

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Gubernur Gusnar Serukan Kemerdekaan yang Tak Berhenti di Upacara

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.