logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel

Biomasa
Home Persepsi

Perang, Damai, dan Arsitektur Hegemoni Amerika

Lukman Husain by Lukman Husain
Tuesday, 3 March 2026
in Persepsi
0
Ridwan Monoarfa

Ridwan Monoarfa

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Ridwan Monoarfa

 

PERANG antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel bukan sekadar konflik regional. Ia adalah manifestasi dari benturan kepentingan strategis yang lebih besar—pertarungan antara upaya mempertahankan dominasi global dan perlawanan terhadapnya. Di titik ini, peradaban sedang diuji: apakah ia akan tunduk pada logika kekuatan, atau mampu menegakkan batas moral.

Realisme Politik dan Logika Dominasi

Related Post

Mengulik Variabel Identitas, Norma, dan Reproduksi Permusuhan Pada Konflik Iran-Israel-Amerika Serikat

Kemandirian Fiskal Daerah Sebuah Keharusan

Ketupat Lebaran dan ‘Islam Jawa’ di Sulawesi

Realisme Tanpa Moral: Dunia dalam Bayang-Bayang Qabil, Standar Ganda dan Keruntuhan Wajah Kemanusiaan

Sejak zaman Thucydides, hubungan antarnegara dipahami sebagai arena kekuasaan. Dalam Melian Dialogue, kekuatan menjadi ukuran kebenaran politik. Tradisi ini kemudian dirumuskan ulang oleh Hans Morgenthau dan Kenneth Waltz, yang melihat sistem internasional sebagai anarkis—tanpa otoritas moral tertinggi.

Dalam kerangka itu, negara bertindak demi survival dan kepentingan nasionalnya. Namun, realisme kontemporer berkembang lebih jauh: bukan sekadar menjaga keseimbangan kekuatan (balance of power), melainkan mempertahankan supremasi. Di sinilah konflik Iran–AS–Israel harus dibaca bukan hanya sebagai reaksi militer, tetapi sebagai bagian dari struktur global yang lebih luas.

Arsitektur Hegemoni dan Doktrin Regime Change

Apa yang terjadi hari ini dapat disebut sebagai bagian dari arsitektur hegemoni Amerika—sebuah desain geopolitik yang menjaga tatanan unipolar melalui jaringan aliansi militer, dominasi sistem keuangan global, serta instrumen sanksi dan tekanan politik.

Dalam arsitektur ini, regime change (pergantian rezim) menjadi instrumen strategis. Ketika suatu rezim dianggap tidak selaras dengan kepentingan sang hegemon, maka tekanan ekonomi, isolasi diplomatik, hingga intervensi militer dapat digunakan.

Invasi ke Irak pada 2003 dan intervensi di Libya pada 2011 memperlihatkan pola tersebut. Narasi demokrasi dijadikan justifikasi, tetapi hasil akhirnya menunjukkan instabilitas berkepanjangan. Dalam konteks Iran, sanksi ekonomi panjang dan tekanan sistematis memperlihatkan bagaimana hegemoni bekerja tanpa harus selalu menduduki wilayah. Kedaulatan menjadi relatif—bergantung pada sejauh mana ia sejalan dengan kepentingan kekuatan dominan.

Standar ganda memperkuat kritik ini. Negara sekutu dengan catatan demokrasi rendah tetap dilindungi, sementara negara yang menolak tunduk pada orbit kekuasaan diberi label ancaman. Moralitas pun berubah menjadi instrumen yang selektif.

Ujian Moral Peradaban dan Tragedi Kemanusiaan

Filsuf Georg Wilhelm Friedrich Hegel mengajarkan bahwa setiap dominasi melahirkan resistensi. Namun, persoalan mendasar kita hari ini melampaui sekadar struktur kekuasaan; ia menyentuh inti kemanusiaan kita.

Eskalasi terbaru di Timur Tengah, khususnya tragedi kemanusiaan yang memilukan di Gaza, menjadi bukti nyata betapa rapuhnya tatanan dunia ketika moralitas dikesampingkan demi kepentingan geopolitik. Ribuan nyawa yang hilang, kehancuran infrastruktur sipil, dan pengabaian terhadap hukum internasional memperlihatkan bahwa “arsitektur hegemoni” sering kali buta terhadap penderitaan manusia di tingkat akar rumput.

Al-Qur’an dalam Surah Al-Hujurat ayat 13 menegaskan bahwa _manusia diciptakan untuk saling mengenal (lita’arafu), bukan untuk saling menundukkan. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 190, ditegaskan pula larangan melampaui batas, bahkan dalam kondisi perang sekalipun.

Ajaran Nabi Muhammad SAW menempatkan kekuasaan sebagai amanah, bukan hak absolut. Bahkan dalam konflik, ada batas kemanusiaan yang tidak boleh ditembus.

Kisah Qabil dan Habil menjadi refleksi paling mendasar. Qabil merasa memiliki legitimasi untuk menentukan hidup saudaranya. Dalam geopolitik modern, “watak Qabil” muncul ketika kekuatan global merasa berhak menentukan nasib bangsa lain demi stabilitas versinya sendiri. Sebaliknya, Habil menunjukkan kekuatan moral dengan menahan diri dari kerusakan.

Jika abad ke-21 terus dibangun di atas arsitektur hegemoni dan menjadikan pergantian rezim sebagai instrumen utama, maka kita hanya sedang mengganti kolonialisme klasik dengan dominasi sistemik yang lebih halus.

Sejarah kelak tidak akan mencatat siapa yang paling kuat menyerang, tetapi siapa yang paling mampu menahan diri dari godaan untuk menghancurkan. Di situlah ukuran moral abad ke-21 akan ditetapkan. Dan di sanalah peradaban akan dinilai— apakah ia akan terus mengulang jejak kelam Qabil, atau akhirnya memilih jalan Habil sebagai warisan kemanusiaan yang beradab.(*)

Tags: Harian PersepsipersepsiRidwan Monoarfatulisan persepsiTulisan Ridwan Monoarfa

Related Posts

Mengulik Variabel Identitas, Norma, dan Reproduksi Permusuhan Pada Konflik Iran-Israel-Amerika Serikat

Thursday, 2 April 2026
Yusran Lapananda

Kemandirian Fiskal Daerah Sebuah Keharusan

Thursday, 2 April 2026
Basri Amin

Ketupat Lebaran dan ‘Islam Jawa’ di Sulawesi

Monday, 30 March 2026
Ridwan Monoarfa

Realisme Tanpa Moral: Dunia dalam Bayang-Bayang Qabil, Standar Ganda dan Keruntuhan Wajah Kemanusiaan

Wednesday, 18 March 2026
Basri Amin

Republik di Dunia yang Susah Damai

Monday, 16 March 2026
Ramadan, Embarkasi Haji Gorontalo, dan Ikhtiar Kepemimpinan

Ramadan, Embarkasi Haji Gorontalo, dan Ikhtiar Kepemimpinan

Monday, 16 March 2026
Next Post
BNNK Pohuwato saat melakukan test urine terhadap pimpinan dan karyawan PT LIL dan PT STN Pohuwato.

10 Karyawan Perusahaan di Pohuwato Positif Narkoba

Discussion about this post

Rekomendasi

Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie saat melihat program MBG di SMA Negeri 1 Buntulia, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Selasa 16 Desember 2025. (Foto – Fadly/Diskominfotik)

16 SPPG Gorontalo Ditutup, Idah: Ada yang Terkait IPAL 

Thursday, 2 April 2026
Seorang pemuda di Gorontalo ditahan oleh Ditreskrimum Polda Gorontalo atas dugaan pencabulan anak.

Polda Tahan Seorang Pemuda di Gorontalo, Diduga Lakukan Pencabulan Terhadap Anak di Bawah Umur

Wednesday, 1 April 2026
Yusran Lapananda

Kemandirian Fiskal Daerah Sebuah Keharusan

Thursday, 2 April 2026
Oknum kapten kapal diamankan petugas Satuan Narkoba Polres Boalemo berikut barang bukti narkoba jenis sabu-sabu, Rabu (01/04/2026) pagi.

Oknum Kapten Kapal Dibekuk, Jemput Paket Sabu di Pelabuhan Desa Pentadu Timur

Friday, 3 April 2026

Pos Populer

  • Basri Amin

    Ketupat Lebaran dan ‘Islam Jawa’ di Sulawesi

    187 shares
    Share 75 Tweet 47
  • Polda Tahan Seorang Pemuda di Gorontalo, Diduga Lakukan Pencabulan Terhadap Anak di Bawah Umur

    103 shares
    Share 41 Tweet 26
  • Adhan Bongkar Mafia Obat di RSAS, Termasuk di RS Otanaha, Diduga Libatkan ASN dan Vendor

    492 shares
    Share 197 Tweet 123
  • Petani di Kabgor Ditemukan Tak Bernyawa

    45 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Kemandirian Fiskal Daerah Sebuah Keharusan

    31 shares
    Share 12 Tweet 8
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.