logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Pemilihan Kepala Daerah dan Arah Demokrasi Kita

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 12 January 2026
in Persepsi
0
Ridwan Monoarfa

Ridwan Monoarfa

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Ridwan Monoarfa

 

Mengubah cara memilih kepala daerah tidak serta-merta memperbaiki kualitas demokrasi. Wacana pengembalian pemilihan kepala daerah melalui DPRD kembali membuka pertanyaan mendasar: apakah problem demokrasi Indonesia terletak pada mekanisme pemilihan, atau justru pada perilaku elite politik yang enggan berubah?

Perdebatan ini menyingkap keterbelahan tafsir demokrasi antara kekuasaan dan masyarakat sipil. Sebagian politisi berpendapat bahwa pemilihan kepala daerah melalui DPRD—yang anggotanya dipilih langsung oleh rakyat—tetap memiliki legitimasi konstitusional. Pandangan ini sering dibingkai dengan argumen efisiensi serta keinginan menekan praktik politik uang yang kerap mencederai pemilihan langsung.

Related Post

TGR, Kini Mengikat dan Didahulukan

Sehat yang Sesat

Tambang Emas Pohuwato, Berkah atau Kutukan Sumber Daya Alam? Dari Enclave Ekonomi ke Pengukit Pertanian dan UMKM

Transformasi Manajemen Sekolah di Era Kecerdasan Buatan

Sebaliknya, masyarakat sipil dan kalangan intelektual memandang gagasan tersebut secara kritis. Pemilihan kepala daerah melalui DPRD dinilai tidak sejalan dengan semangat Reformasi yang lahir untuk mengembalikan kedaulatan rakyat secara langsung. Bagi kelompok ini, demokrasi bukan sekadar prosedur hukum, melainkan juga ekspresi partisipasi rakyat dalam menentukan arah kepemimpinan daerahnya.

Dalam konfigurasi politik nasional hari ini, pandangan elite politik di parlemen berpeluang memperoleh dukungan mayoritas untuk mengubah mekanisme pemilihan kepala daerah. Sementara itu, sikap politik rakyat yang menghendaki pemilihan langsung berisiko tereduksi menjadi perdebatan publik tanpa daya pengaruh nyata terhadap pengambilan keputusan.

Padahal, masa depan demokrasi Indonesia tidak semata ditentukan oleh desain sistem, melainkan oleh kualitas kesadaran politik rakyat dan elite politiknya. Pemilihan kepala daerah, apa pun mekanismenya, menuntut rakyat yang tercerahkan secara politik—khususnya dalam kesadaran bahwa politik uang adalah musuh demokrasi yang harus dilawan bersama.

Di titik inilah persoalan utama demokrasi lokal sesungguhnya berada. Politik uang tidak lahir dari mekanisme pemilihan langsung semata, tetapi dari praktik dan budaya politik yang permisif di kalangan elite. Mengubah pemilihan langsung menjadi pemilihan melalui DPRD tanpa pembenahan etika politik hanya akan memindahkan locus transaksi, bukan menghilangkannya.

Jika kesadaran elite politik dan pengelola partai terhadap dampak destruktif politik uang tidak tumbuh, perubahan sistem hanyalah ilusi perbaikan. Demokrasi berisiko direduksi menjadi urusan teknis elektoral, sementara persoalan moral politik dibiarkan tanpa koreksi serius.

Analogi yang kerap digunakan cukup relevan: mengganti mekanisme pemilihan tanpa mengubah perilaku politik ibarat mengganti botol, sementara isi anggurnya tetap sama. Prosedur boleh berubah, tetapi substansi demokrasi tetap rapuh jika etika politik para pelakunya tidak diperbaiki.

Lebih jauh, kecenderungan menyalahkan rakyat atas maraknya politik uang juga perlu dikritisi. Rakyat sering ditempatkan sebagai objek yang dianggap belum dewasa berdemokrasi, sementara peran elite dalam memproduksi dan melanggengkan praktik tersebut luput dari sorotan utama. Padahal, dalam relasi kekuasaan yang timpang, rakyat kerap berada pada posisi paling lemah.

Demokrasi yang sehat justru menuntut elite politik memberi teladan, membangun pendidikan politik yang berkelanjutan, serta menegakkan sanksi tegas terhadap praktik politik uang di internal partai. Tanpa itu, perubahan mekanisme pemilihan tidak akan membawa perbaikan substantif.

Karena itu, perdebatan pemilihan kepala daerah seharusnya tidak berhenti pada dikotomi langsung atau tidak langsung. Fokus utama perlu diarahkan pada pembenahan sikap mental politisi dan partai politik sebagai aktor kunci demokrasi. Tanpa perubahan pada level ini, demokrasi akan terus berputar dalam siklus masalah yang sama.

Tegasnya, masalah demokrasi kita bukan terletak pada rakyat, melainkan pada elite politik yang belum sepenuhnya siap menempatkan kedaulatan rakyat sebagai prinsip utama. Arah demokrasi Indonesia akan ditentukan bukan oleh mekanisme yang dipilih, melainkan oleh keberanian elite untuk berubah.

Salam Restorasi. (*)

 

Penulis adalah anggota DPRD Provinsi Gorontalo

Tags: Opini Ridwan MonoarfapersepsiRidwan Monoarfatulisan persepsiTulisan Ridwan Monoarfa

Related Posts

Yusran Lapananda

TGR, Kini Mengikat dan Didahulukan

Tuesday, 26 May 2026
Basri Amin

Sehat yang Sesat

Monday, 25 May 2026
Tambang Emas Pohuwato, Berkah atau Kutukan Sumber Daya Alam?  Dari Enclave Ekonomi ke Pengukit Pertanian dan UMKM

Tambang Emas Pohuwato, Berkah atau Kutukan Sumber Daya Alam? Dari Enclave Ekonomi ke Pengukit Pertanian dan UMKM

Saturday, 23 May 2026
Optimalisasi Manajemen SDM Pendidikan: Mitigasi Burnout Tenaga Pendidik di Tengah Arus Digitalisasi

Optimalisasi Manajemen SDM Pendidikan: Mitigasi Burnout Tenaga Pendidik di Tengah Arus Digitalisasi

Saturday, 23 May 2026
Transformasi Manajemen Sekolah di Era Kecerdasan Buatan

Transformasi Manajemen Sekolah di Era Kecerdasan Buatan

Saturday, 23 May 2026
Dari Kapur ke Kecerdasan Buatan: Revolusi Manajemen Pendidikan Masa Kini

Dari Kapur ke Kecerdasan Buatan: Revolusi Manajemen Pendidikan Masa Kini

Saturday, 23 May 2026
Next Post
Para pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemprov Gorontalo yang menajalani pelantikan, berlangsung di ruang dulohupa kantor gubernur, Senin (12/1). (foto: tangkapan layar)

BREAKING NEWS: Gusnar Lantik 25 Pejabat Pemprov, Berikut Nama-namanya

Discussion about this post

Rekomendasi

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail semeja bersama para gubernur se sulawesi, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dalam kegiatan apresiasi Pemerintah Daerah di Kendari, Sulawesi Tenggara, baru-baru ini. (Foto : Istimewa)

Gusnar Temui YSK Bahas Kredit ASN Pemkot, Pemotongan Gaji ASN Tetap Melalui Debit Otomatis

Tuesday, 2 June 2026
TETAP RAMAI - Suasana pelelangan ikan di Kota Gorontalo yang selalu ramai kendati harga ikan mengalami fluktuasi lantaran cuaca buruk. (Foto: dok/ gorontalopost)

Cuaca Buruk Picu Fluktuasi Harga Ikan

Tuesday, 2 June 2026
Iptu Gendut Hartono

Cegah Kecelakaan Lalu Lintas, Anak di Bawah Umur Diimbau Tidak Berkendara

Tuesday, 2 June 2026
Satu unit rumah permanen milik warga yang ada di Desa Pilolalenga, Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo, dilalap si jago merah pada

Satu Rumah di Dungaliyo Hangus Terbakar

Tuesday, 2 June 2026

Pos Populer

  • Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail semeja bersama para gubernur se sulawesi, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dalam kegiatan apresiasi Pemerintah Daerah di Kendari, Sulawesi Tenggara, baru-baru ini. (Foto : Istimewa)

    Gusnar Temui YSK Bahas Kredit ASN Pemkot, Pemotongan Gaji ASN Tetap Melalui Debit Otomatis

    24 shares
    Share 10 Tweet 6
  • Peringati Hari Lahir Pancasila, BRI BO Gorontalo Gelar Upacara, Tekankan Komitmen Melayani

    42 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Cuaca Buruk Picu Fluktuasi Harga Ikan

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Cegah Kecelakaan Lalu Lintas, Anak di Bawah Umur Diimbau Tidak Berkendara

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Satu Rumah di Dungaliyo Hangus Terbakar

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.