logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Damsyik Berseri

Lukman Husain by Lukman Husain
Wednesday, 8 October 2025
in Disway
0
Damsyik Berseri
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

SETIAP menulis saya selalu berpikir: siapa yang akan membacanya. Tulisan tentang Suriah yang berseri misalnya, pasti tidak disukai yang menunggu tulisan tentang Purbaya. Sebaliknya, tulisan tentang ICOR dan PDB per kapita tidak disukai yang suka gosip.

Maka saya bisa menerima dengan lapang ketika seorang perusuh berkomentar ”artikel hari ini tidak bermutu”. Seperti yang terbaca di komentar Disway pekan lalu.

Related Post

Orang Kuat

Da Yunhe

Halo Wani

Juara Dunia

Saya sendiri belum tentu menyukai yang saya tulis. Bahkan, saat awal jadi wartawan, saya harus membaca banyak artikel yang sangat tidak saya sukai. Zaman itu ada majalah Prisma, terbitan LP3ES Jakarta. Yang dibahas soal yang berat-berat dan berat sekali. Misalnya soal ekonomi keuangan. Dengan banyak angka dan statistik di dalamnya.

Tapi selalu saja saya baca. Sejak awal sampai akhir. Mengerti isinya? Tidak! Tapi terus saja saya baca. Kadang sampai dua kali.

Hari ini saya menurunkan tulisan seorang perusuh perempuan. Dia kirim tulisan itu ke WA saya. Baru dua tahun lalu dia mulai belajar menulis. Awalnyi hanya satu alinea. Saya puji. Lalu dua alinea. Pujian saya tingkatkan. Lama-lama dia bisa menulis panjang. Kalimat-kalimatnyi pun mulai sangat lancar.

Lihatlah tulisannyi berikut ini. Namanyi Yani. Saya memanggilnyi Mbak Yani. Pernah satu kantor. Dia di bagian keuangan. Setelah saya pensiun saya tidak ingin panggil dia ”mbak” lagi. Saya panggil “Ibu Yani”.

“Apakah saya sekarang sudah tua?” protesnyi lewat WA. Sejak itu saya kembali memanggilnyi Mbak Yani:

Kisah perjalanan ke Suriah beberapa hari belakangan ini, membuat saya ingin menulis tentang beberapa hal. Tentunya tulisan yang berkaitan dengan tema Disway. Namun jika ternyata menyimpang dari tema, anggap saja, ini sekadar ocehan seorang “perusuh”.

Hal pertama, Damaskus (Damsyik), merupakan salah satu kota tertua di dunia yang masih terus dihuni manusia sampai saat ini. Kota yang terkenal indah pada zamannya merupakan Ibu kota Suriah (Aram) layak disebut kota kuno karena keberadaannya telah tercatat dalam Alkitab. Ada pada kitab Yesaya di Perjanjian Lama. Kitab ini diperkirakan ditulis antara tahun 740 hingga 701 SM.

Kota Damaskus juga tercatat kembali di Perjanjian Baru, dalam kitab Kisah Para Rasul, yang diperkirakan ditulis pada tahun 63 M. Di kitab Kisah Para Rasul 26 ini dikisahkan: Dalam perjalanan menuju Damaskus, seorang farisi bernama Saulus mengalami perjumpaan secara supernatural dengan Kristus, mengalami kebutaan, disembuhkan oleh Ananias -seorang Kristen yang saleh-  di Damaskus, bertobat, kemudian mulai melakukan penginjilan dan menjadi seorang rasul bernama Paulus.

Saya pernah mendengar, salah satu tafsir dalam sebuah agama, Paulus ini diidentifikasi sebagai  Bulus -salah satu dari tiga utusan yang diutus Allah kepada suatu kaum.

Saya jadi ingin tahu, apakah di Suriah, khususnya di Damaskus sekarang, terdapat jejak-jejak sejarah yang menandakan bukti pelayanan Paulus dan berkembangnya Kekristenan, selain sebuah gereja yang kini telah  berubah fungsi menjadi masjid?

Hal ke-2, tentang berfoto dengan penduduk setempat –seorang Ibu dan putrinya– saya pernah melakukannya. Di Orchard Road –Singapura, saya menyapa dan meminta izin untuk foto bersama. Tentu saya memilih seseorang yang memiliki ciri khas sebagai warga Singapura –berkulit putih dan berwajah oriental.

Foto bersama Ibu dan anak itu, membuat kami –Mas Bambang Sukoco, Ghofir, Johan Sompotan, Pak Zulkifli Gani Ottoh, Ibu Ning, dan saya, memiliki bukti bahwa kami pernah berada di Singapura.

Mengapa bukan foto di bawah patung Merlion yang merupakan ikon negara Singapura? Itu karena saya menuruti pesan dari Ibu saya  agar tidak melakukan hal yang aneh-aneh.

Wajar bagi seorang Ibu berpesan kepada anaknya yang sedang mengandung bakal cucu pertamanya. Tentu, pada waktu itu saya menganggap bahwa Merlion itu merupakan patung yang aneh –makhluk berkepala singa tetapi berbadan ikan– padahal bagi sebagian orang, bisa berfoto dengan ikon negara Singapura itu, adalah sebuah kebanggaan.

Begitupun ketika berada di Perth –Australia, saya mendekati seorang Ibu yang sedang duduk sendirian. Dengan berbahasa Inggris ala kadarnya, saya meminta izin untuk foto bersama.

Lucunya, dia hanya tersenyum seolah mengiiyakan, tetapi ketika saya ucapkan “thank you”, dia menjawab dengan bahasa lain, mungkin bahasa Rusia. Ha ha..

Hal ke-3 tentang baju. Suatu hari, saya diminta untuk membelikan baju bagi pimpinan yang akan bepergian ke luar pulau selama beberapa hari. Bersama rekan sekerja -Mas Ghofir- kami bergegas ke pertokoan Akasia yang terletak di depan kantor, hanya di seberang jalan.

Kami membeli beberapa kaus berkerah. Kalau tidak salah 3 potong. Setibanya kembali di kantor, sang pimpinan sudah tidak terlihat, dicari di setiap lantai tidak ada. Ternyata beliau sedang meninjau gedung berlantai 12 yang pembangunannya hampir selesai.

Mas Ghofir segera menyusul, langsung menuju ke lantai 10 sesuai informasi yang didapat. Lift belum terpasang, maka tangga darurat ia naiki secepat mungkin. Ternyata pimpinan yang dicari sudah tidak ada. “tadi di sini tapi hanya sebentar, katanya mau ke bandara” demikian jawaban dari seseorang yang ada di sana.

Mengejar ke bandara, takut tidak bertemu, pergerakannya serba cepat, sat-set-sat-set. Ya sudah..kami pun berharap di tempat tujuan sana ada yang bisa dipinjami baju…

Hal terakhir –Sahabat baru. Ada ungkapan yang mengatakan “satu sahabat lebih baik dari banyak teman.” Maka beruntunglah kita jika ada seseorang yang menjadikan kita sebagai sahabat.

Saya pun teringat pada sebuah ayat yang berbunyi demikian: “Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara”. (*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

Orang Kuat

Orang Kuat

Friday, 1 May 2026
Di depan rumah penulis buku Journey to the West.--

Da Yunhe

Friday, 24 April 2026
Wani Sabu saat menerima Lifetime Achievement Award di ajang Contact Center World 2025 di Bali.-Instagram Wani Sabu-

Halo Wani

Wednesday, 22 April 2026
Ilustrasi fitur-fitur di Halo BCA.--

Juara Dunia

Tuesday, 21 April 2026
Ilustrasi penggunaan QRIS di Tiongkok yang banyak membantu WNI.-Dibuat dengan bantuan AI-

Hidup QRIS

Monday, 20 April 2026
Salah seorang jurnalis asing mengabadikan gambar sebuah kerusakan akibat serangan udara AS yang menyasar sebuah perkampungan di wilayah Fardis, Barat kota Tehran, Iran.-Vahid Salemi-Association Press

Yossi Cohen

Friday, 17 April 2026
Next Post
Eks Pejabat Pemprov Dibui, Bersama Kontraktor, Ditahan Kejati Terkait Proyek Kanal Tanggidaa

Eks Pejabat Pemprov Dibui, Bersama Kontraktor, Ditahan Kejati Terkait Proyek Kanal Tanggidaa

Discussion about this post

Rekomendasi

Satu truk fuso Kalla Logistik diduga menabrak sepeda motor yang ditumpangi dua siswi hingga masuk ke kolong truk di Desa Yosonegoro, Kabupaten Gorontalo, Rabu (29/4) sore. (foto: tangkapan layar)

Diseruduk Fuso Siswi SMA Tewas, Motor dan Korban Masuk Kolong Truk, Satu Korban Dirawat Intensif

Thursday, 30 April 2026
Basri Amin

Generasi (Perempuan) Gorontalo

Thursday, 30 April 2026
Aksi Demonstrasi 1 Mei, Kapolres Pohuwato Minta Jangan Anarkis

Aksi Demonstrasi 1 Mei, Kapolres Pohuwato Minta Jangan Anarkis

Thursday, 30 April 2026
Muh. Amier Arham

Pertambangan Rakyat; Penambang Tenang, Pemda Senang

Friday, 1 May 2026

Pos Populer

  • Kepala BBPOM di Gorontalo, Lintang Purba Jaya, bersama pihak Bea Cukai Gorontalo dan Polda Gorontalo saat konferensi terkait tindak peredaran kosmetik tanpa ijin edar, di aula BBPOM Gorontalo. Kamis (23/4) Foto : Natharahman/ Gorontalo Post.

    Penjual Kosmetik Ilegal Ditangkap, Petugas Sita 1.819 Item Skin Care Tanpa Ijin Edar

    745 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Sentuh Rp 17.301/USD, Rupiah Makin Terpuruk

    558 shares
    Share 223 Tweet 140
  • Lonjakan Kunjungan Botubarani Picu Kekhawatiran

    763 shares
    Share 305 Tweet 191
  • Generasi (Perempuan) Gorontalo

    64 shares
    Share 26 Tweet 16
  • Batas-Batas Pengobatan

    126 shares
    Share 50 Tweet 32
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.