logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Juara Dunia

Lukman Husain by Lukman Husain
Tuesday, 21 April 2026
in Disway
0
Ilustrasi fitur-fitur di Halo BCA.--

Ilustrasi fitur-fitur di Halo BCA.--

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

SEPATU harus dicopot. Ganti sandal: sandal halo. HP tidak boleh dibawa ke meja kerja. Jam tangan digital termasuk yang harus ditaruh di locker. Semua itu demi keamanan nasabah: keamanan data nasabah. Maka nasabah pun menaruh kepercayaan yang amat tinggi pada bank itu: Bank BCA.

Seperti itulah aturan yang ditetapkan oleh BCA untuk karyawan di bagian yang Anda sudah akrab dengannya: Halo BCA.

Related Post

Perjudian Besar

Kanan Dalam

Neo Pop

Lewat Pasrah

Saya berkunjung ke situ kemarin dulu: di hari Minggu yang lalu-lintas Jakarta lagi sepi. Saya bisa sampai di sana tepat waktu: di Foresta, salah satu cluster di Bumi Serpong Damai, masuk wilayah Tangerang. Mereka menyebutnya BCA Foresta.

Di bagian depan ruang kerja di lantai dua itu terlihat banyak sekali locker. Berderet. Bersusun. Tas, sepatu, dan segala macam yang dilarang dibawa ke meja kerja dimasukkan ke locker.

Di bagian lain, di salah satu dindingnya, penuh dengan layar digital. Terlihat video real time yang terkirim otomatis dari begitu banyak lokasi.

Di salah satu layarnya terlihat seorang karyawati masuk ruang kerja. Entah di kota apa dia. Karyawati itu terlihat mengambil HP. Lalu mematut diri. Merapikan rambut. Mengusap bagian depan baju. Setelah itu dia melakukan selfie. Memotret wajahnyi. Memotret seluruh tubuhnyi.

“Yang terlihat selfie di layar itu nasabah?” tanya saya.

“Itu karyawan yang masuk kerja,” jawab Stephanie Gracia, seorang manajer yang menyertai kunjungan saya.

“Mengapa dia selfie-selfie dulu sebelum masuk tempat kerja?”

“Itu sedang absensi. Sekaligus untuk dikontrol apakah penampilan karyawan sudah sesuai dengan kerapian yang ditetapkan perusahaan,” tambah Fani, nama panggilan Stephanie.

Kami pun ngobrol di salah satu ruangan di lantai dua gedung BCA Foresta. Sembilan orang manajer menemani saya. Laki-laki. Wanita. Berbagai suku dan ras. Berbagai level manajer.

Mereka adalah kebanggaan Bank BCA: juara dunia 15 kali. Selama 15 tahun terakhir. Berturut-turut. Yakni juara kompetisi Contact Center antarbank sejagad raya. Pun sampai tahun lalu. Masih juara. Yakni saat giliran kejuaraan itu dilaksanakan di Yunani.

“Tahun lalu saya yang menerima pialanya,” ujar Jayanti Zainal, pimpinan di contact center BCA Foresta. Nama tepat jabatannyi: Vice President Digital Services.

Dia wanita lulusan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Pun S-2nyi: computer science. Kelahirannyi Kendari, sukunyi Bugis.

“S-2 saya berkat beasiswa BCA,” katanyi.

Tiap tahun BCA memang memberi beasiswa untuk karyawannya. Khusus S-2 kuotanya 25 orang: karyawan level bawah-menengah 20 orang, level atas 5 orang.

Tiap tahun pula karyawan BCA yang sudah punya masa kerja lima tahun memasuki war. Mereka memperebutkan beasiswa itu lewat prestasi kerja. Jayanti termasuk yang memenangkan war tahun itu.

Setiap kali mengikuti kejuaraan BCA mengirim tim 14 orang. Tahun lalu tim itu dipimpin Jayanti. Tidak hanya untuk menerima piala tapi juga untuk “bertempur” di sana. Lima hari mereka di medan pertempuran itu. Lawannya bank-bank besar empat benua.

Di sana tidak ada lagi lawan dari bank-bank besar Singapura, Hong Kong, Tiongkok, Australia, maupun Jepang. Semua itu sudah mereka kalahkan di saat lomba tingkat Asia Pasifik.

Di tingkat dunia BCA datang sebagai juara Asia Pasifik –melawan juara-juara Eropa, Afrika, Amerika, dan Amerika Latin.

Di forum itu Jayanti juga harus presentasi selama 20 menit. Lalu harus bisa menjawab pertanyaan dari siapa pun di situ: dari juri maupun dari peserta benua lain.

Orang tua Jayanti seorang pedagang pakaian di Kendari. Sang ayah punya toko: Sinar Jaya.

“Apakah nama Jayanti diambil dari nama toko ayahanda?” tanya saya.

“Hahaha….,” hanya itu jawabnyi.

Dengan tawanyi, Jayanti naik kelas: dari lima i ke enam i. Badannyi langsing berisi. Posturnyi tinggi. Dia gabungan antara kelembutan wanita dan ketegasan orang Bugis. Suaminyi dari Palembang.

“Benar diambil dari nama toko? begitu?” saya balik lagi bertanya soal nama.

“Tidak tahu,” katanyi. “Tapi, waktu saya ke India orang di sana bilang Jayanti itu bahasa Hindi, artinya ratu kemenangan,” tambahnyi.

Bagaimana untuk lomba tahun ini?

“Sekarang saya jadi mentor untuk tim di lomba tahun ini. Salah satu yang akan berangkat tuh di depan bapak,” ujar Jayanti sambil menunjuk laki-laki muda di depan saya: Arik Dediyono. Sedang ketuanya: Felisia Nandjaya.

Saya akhiri dulu tulisan ini sampai di sini. Bandara Kuala Lumpur sudah memanggil, agar semua penumpang jurusan Shanghai naik ke pesawat.

Rasanya saya sudah tidak lupa minta maaf pada mereka hari itu: gara-gara kedatangan saya mereka harus masuk kerja di hari Minggu. “Rumah kami dekat-dekat sini semua kok,” kata Jayanti.

Oh iya: BCA kan punya program KPR dengan bunga murah. Apalagi untuk karyawan sendiri yang berprestasi. Bukankah BSD sendiri adalah real estate yang saking besarnya –3000 hektare– disebut BSD City.(*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

Ilustrasi pertaruhan masa depan ekonomi Indonesia di antara berbagai sistem ekonomi.--

Perjudian Besar

Wednesday, 10 June 2026
Saya pikir itu rumor lama yang di-posting ulang di medsos: Chatib Basri akan jadi menteri keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Ternyata beda. Di rumor lama hanya berhenti sampai Chatib Basri jadi menkeu. Yang beredar sekarang ini ada lanjutannya: Purbaya dapat tugas baru sebagai gubernur Bank Indonesia. Tentu saya tahu Chatib Basri: Ia pernah jadi menteri keuangan di akhir masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Saya juga mengikuti banyak karya tulisnya. Ia ekonom tulen. Ia hampir sama dengan Sri Mulyani tapi ada bedanya. Mereka sama-sama ekonom Universitas Indonesia tapi punya jalan berbeda setelah itu. Sri Mulyani produk Amerika. Chatib Basri ekonom lulusan Australia (the Australian National University, sebuah kampus riset di Canberra). Tulisan yang paling menyentak dari Chatib Basri diterbitkan di Kompas di akhir masa jabatan Presiden Jokowi. Sebenarnya cara Chatib menulis sudah sangat hati-hati tapi kejujuran yang muncul dari tulisan itu sangat menyentak: selama 10 tahun terakhir jumlah kelas menengah Indonesia mengalami penurunan sebanyak delapan juta orang. Itulah kali pertama ada ekonom yang melihat bahwa gemerlap ekonomi selama pemerintahan Jokowi ternyata menyimpan kenyataan pahit seperti itu. Pertumbuhan lima persen per tahun ternyata tidak membuat pendapatan per kapita rakyat Indonesia bisa mencapai angka USD5.000. Merosotnya jumlah kelas menengah itu sekaligus mengungkapkan sisi gelap pertumbuhan: siapa yang tumbuh. Kalau benar Chatib Basri akan menjadi menteri keuangan, sebenarnya seirama saja dengan misi Presiden Prabowo yang tampak sekarang. Sebenarnya banyak juga yang bimbang: biar pun pertumbuhan pendapatan per kapita kita amat-amat lambat, ekonomi Indonesia masih tergolong baik. Setidaknya lumayan. Lalu mengapa Presiden Prabowo berani mengubah yang sudah lumayan itu sampai membuat ekonomi terguncang begini berat –khususnya di kurs rupiah dan bursa saham? Salah satu jawabannya adalah tulisan Chatib Basri itu tadi: jumlah kelas menengah tidak boleh turun. Justru harus naik. Pendapatan per kapita tidak boleh berhenti di USD5.000. Itu bisa membuat Indonesia terjebak seperti diuraikan dalam teori "jebakan kelas menengah". Hanya saja sudah sangat jelas bahwa Chatib Basri adalah ekonom pro-pasar bebas. Ia belajar mendalam teori ekonomi seperti Keynesian, Monetarist, maupun Austrian School. Tapi ia bukan 100 persen pengikut aliran itu. Chatib masih percaya bahwa negara harus ikut campur dan mengarahkan. Maka kalau pun Chatib Basri itu tergolong aliran kanan, ia seorang pemain kanan dalam –bukan kanan luar murni seperti David Beckham atau Luis Vigo. Chatib itu seperti Johan Cruyff di tim juara dunia Belanda entah tahun berapa itu. Masalahnya: apakah Chatib Basri mau seandainya ditawari jabatan itu. Sebagai ekonom kanan, Chatib pastilah penganut disiplin fiskal yang ketat. Harus disiplin anggaran. Apakah Chatib bisa berada di bawah Presiden Prabowo yang begitu banyak punya keinginan dan semua keinginannya itu memakan biaya sangat besar. Sebelum ia mau menerima jabatan, apakah orang kampus murni seperti Chatib berani minta waktu bertemu Presiden Prabowo. Bukan sekadar bertemu tapi berdiskusi. Sebenarnya saya ingin orang seperti Chatib tampil di pemerintahan. Terutama kalau Purbaya punya hambatan fisik –yang diberitakan kian kurus badannya. Chatib sudah punya pengalaman menjabat menteri keuangan. Ia tidak bisa lagi disebut orang kampus murni. Ilmunya pernah diterapkan di kebijakan. Ia ikut mengatasi krisis keuangan yang berat di tahun 2008-2009. Juga saat Amerika melakukan pengetatan moneter. Tapi memang harus terjadi diskusi dulu dengan Presiden Prabowo: apa saja yang akan ia lakukan, dan apakah itu bisa diterima oleh Presiden. Rasanya Presiden akan bisa menerima pemikiran baru karena beliau seorang intelektual --salah satu ciri intelektual adalah menjunjung tinggi kebenaran sejak dari berpikirnya. Apalagi kenyataan ekonomi yang dihadapi Presiden Prabowo sekarang sudah lebih buruk dari saat beliau menerima jabatan itu. Tentu dalam diskusi itu tidak harus ada yang kalah dan yang menang. Chatib Basri juga harus mendengar dasar-dasar pemikiran ekonomi presiden. Keduanya punya asumsi yang sama: sama-sama ingin ada perubahan agar Indonesia terhindar dari jebakan kelas menengah. Siapa tahu muncul ''kemenangan baru'': keinginan Presiden Prabowo tetap bisa terealisasikan tanpa harus terjadi keguncangan. Guncangan sudah telanjur terjadi. Tapi masih bisa diselamatkan. Saya termasuk yang ingin perubahan itu terjadi tapi juga tidak ingin terjadi guncangan yang berat. Dalam istilah saya di depan ribuan pengusaha di Batu, Malang, beberapa bulan lalu: Silakan pengusaha besar tidak perlu lagi dibantu tapi jangan diganggu. Saya berharap Chatib Basri mau menerima tawaran itu. Secara pribadi mungkin ia rugi. Terutama keluarganya. Apalagi risiko jadi pejabat publik di zaman ini amat berat. Clean saja tidak cukup. Harus clean and clear. Jabatan ini bisa membuat badan kurus, tidur sangat kurang, apalagi perhatian kepada keluarga. Tapi keluarga besar Indonesia menunggunya. Hanya jiwa pengabdian yang tinggi yang membuatnya mau –seperti seseorang dulu yang mati-matian tidak mau jadi dirut PLN sampai ada yang bilang: kelistrikan negara harus diselamatkan. Sekarang bukan hanya kelistrikan yang perlu diselamatkan. Tapi ekonomi seluruh negara.(

Kanan Dalam

Tuesday, 9 June 2026
--

Neo Pop

Monday, 8 June 2026
Lewat Pasrah

Lewat Pasrah

Saturday, 6 June 2026
--

Agus Deyang

Thursday, 4 June 2026
Bambang, tengah, usai makan malam.--

Jago Cimory

Thursday, 4 June 2026
Next Post
Prof. Dr. Ir. Nurdin, S.P., M.Si diambil sumpah dalam pelantikan sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Boalemo. (Foto/Diskominfo)

Sekda Boalemo, Prof. Nurdin Gantikan Sherman

Discussion about this post

Rekomendasi

Ilustrasi--

Harga Pertamax Naik

Wednesday, 10 June 2026
PENAS XVII: Dikbudprov Libatkan Masyarakat Siapkan Ribuan Polopalo, Aleg Deprov Femmy Udoki Beri Apresiasi

PENAS XVII: Dikbudprov Libatkan Masyarakat Siapkan Ribuan Polopalo, Aleg Deprov Femmy Udoki Beri Apresiasi

Wednesday, 10 June 2026
BERGENGSI- Siswa memaparkan hasil inovasinya pada AHM Best Student 2025. Kegiatan ini kembali dibuka dan memberi kesempatan kepada semua siswa di Gorontalo. (foto: dok-ahm)

Pendaftaran AHM Best Student Dibuka, Ajak Pelajar Ubah Ide Jadi Inovasi untuk Negeri

Wednesday, 10 June 2026
Ilustrasi pertaruhan masa depan ekonomi Indonesia di antara berbagai sistem ekonomi.--

Perjudian Besar

Wednesday, 10 June 2026

Pos Populer

  • Ilustrasi--

    Harga Pertamax Naik

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Resahkan Warga, Pasutri Berantem Diamankan Polisi

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • PENAS Gorontalo Kamar Hotel Full Booking

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Warga Wonosari Tewas Tersengat Listrik

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.