logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Orang Kuat

Lukman Husain by Lukman Husain
Friday, 1 May 2026
in Disway
0
Orang Kuat

Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud-Mayang Sari-Nomorsatukaltim

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

Saya ke IKN lagi Selasa siang kemarin. Berarti sudah lebih dua tahun saya tidak ke Kaltim. Banyak yang berubah. Ada yang tidak.

Yang tidak berubah adalah ini: antrean panjang mobil di mulut SPBU –antre bahan bakar solar. Di mana-mana. Yang di dekat IKN yang paling panjang: hampir dua kilometer.

Dulu pun begitu. Berarti sudah lebih dua tahun tidak ada perbaikan keadaan. Bahkan sudah lebih tiga tahun.

Humor pahit pun beredar di masyarakat: “Kita baca kilang minyak terbesar di Indonesia sudah diresmikan di Balikpapan, antrean mobil di SPBU dekat Balikpapan justru kian panjang”.

Related Post

Sel Janin

Bagi Hasil

Perjudian Besar

Kanan Dalam

Saya memuji kesabaran para sopir dan pemilik truk di sana. Sanggup bermalam di pinggir jalan antre bahan bakar. Padahal Anda sudah tahu: Kaltim itu lumbung energi nasional. “Ayam mati di lumbung” ternyata bukan hanya pepatah.

Dari IKN saya ke Samarinda: sama. Di mana-mana jalan raya dekat SPBU terasa menyempit. Esok paginya saya ke arah Tenggarong –ibu kota kabupaten Kutai Kartanegara: idem dito.

Bupati Kutai yang baru Aulia Rahman Basri –yang setelah terpilih pindah dari PDI-Perjuangan ke Gerindra– tidak akan bisa mengatasi itu.

Bahkan, mungkin saja, antrean panjang itu sudah dianggap “new normal”. Kini istilah abnormal tidak lagi memalukan –sejak ditemukan istilah “new normal”. Termasuk korupsi. Sudah dianggap new normal. Pun kriminalisasi.

Gubernur Kaltim yang baru, Rudy Mas’ud, juga tidak akan bisa mengatasinya. Itu sepenuhnya wewenang Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Padahal Gubernur Mas’ud adalah orang kuat. Mungkin ia gubernur terkuat di Kaltim sepanjang sejarah.

Pun sebagai laki-laki ia sangat kuat: anaknya 17 orang –hanya empat yang tidak berumur panjang.

Tapi mengingat Mas’ud dan Bahlil berada di satu partai, siapa tahu ada lobi khusus untuk mengatasi kelangkaan bahan bakar itu.

Mungkin juga ia jadi orang kuat karena istrinya. Nama sang istri: Syarifah Suraidah. Dia anggota DPR pusat dari Golkar. Dari Dapil Kaltim. Dia bukan saja ibu yang kuat tapi juga tercantik di antara istri-istri gubernur yang menjadi anggota DPR.

Bukan hanya cantik, Syarifah juga sangat “Marilyn Moenroe”. Apalagi kalau tatanan rambutnyi lagi dibuat mirip bintang film terkemuka Amerika tahun 1960-an itu. Ditambah dia punya ciri khas Moenroe lainnya: tahi lalat besar di dekat bibirnyi. Hemmm. Kalau saja dia bukan istri gubernur yang kaya Anda pun akan rela bertaruh nyawa untuk merebutnyi.

Lihatlah sendiri Instagram Syarifah. Siapa tahu istri Anda ingin ikut jejak mode “Marylin Moenroe Kaltim” itu –kalau kuat. Dia, rasanya, satu dari jarang politisi wanita yang sangat sadar mode. Rasanya lima kali pemilu ke depan pun Syarifah akan terus terpilih sebagai anggota DPR. Pun kalau misalnya ada ke-abnormalan politik: Golkar ”merger” dengan PSI.

Berarti dua kali ini Kaltim dapat gubernur yang kaya raya –sejak sebelum jadi gubernur. Saya tidak bisa membandingkan mana yang lebih kaya: Isran Noor, gubernur sebelum ini, atau Rudy Mas’ud, gubernur saat ini. Yang jelas ada yang aneh pada Isran Noor: mengapa di pilgub kemarin ia kalah. Padahal incumbent. Padahal ia kaya raya.

Oh… ternyata Isran Noor sama sekali tidak mau melakukan “serangan udara”. Isran ternyata bukan Iran –yang ketika diserang dari udara balas menyerang dengan drone.

Belum ada wartawan yang bertanya soal itu kepada Isran. Kelak, kalau bertemu Isran saya akan tanyakan itu: ada misteri apa di balik “kepelitannya” itu.

Kenapa Mas’ud disebut gubernur terkuat? “Lihat, yang menjadi ketua DPRD Kaltim adalah kakak kandungnya,” ujar politikus di sana.

Kakak satunya lagi, Rahmad Mas’ud, menjadi wali kota Balikpapan. Di kota minyak itu sepupunya jadi ketua DPRD.

Kakak yang lain lagi menjabat bupati Paser sebelum ditangkap KPK. Pun keponakannya, yang masih berusia 23 tahun, Putri Amanda, sudah menjabat ketua Kadin provinsi.

Orang Kaltim menyebut keluarga gubernur mereka itu sebagai Bani Mas’ud. Mereka orang Balikpapan dengan darah Bugis dari Sulawesi Barat. Kini hubungan Kaltim-Mamuju, ibukota Sulbar, kian dekat. Sudah ada penerbangan langsung dari Balikpapan ke Mamuju. Setiap hari. Kian banyak juga pejabat teras di sana berdarah Sulbar.

Maka mumpung dapat gubernur orang kuat saya titip program. Rasanya hanya gubernur dari Bani Mas’ud yang bisa membuat sejarah ini: membangun jalan tembus dari Tenggarong ke IKN.

Selama ini, rasanya, jarak Tenggarong-IKN amat-amat jauh. Setelah saya lihat di peta ternyata hanya kurang dari 30 km.

Sebenarnya masih banyak yang ingin saya usulkan. Tapi ia sudah mengalokasikan anggaran yang sangat besar untuk rakyatnya: beasiswa Rp 5 juta per siswa/mahasiswa ber-KTP Kaltim.

Rakyat sangat senang. Sangat populer. Di Kaltim kepopuleran program ini mengalahkan MBG.

Pun kalau SPP di sekolah/universitas mereka di bawah Rp 5 juta, tetap dapat Rp 5 juta. Uang kelebihannya untuk siswa/mahasiswa sendiri.

Gubernur Mas’ud juga menggratiskan BPJS untuk seluruh warganya. Yakni untuk warga yang belum digratiskan oleh pemkot/pemkab.

Ada baiknya punya gubernur yang sudah kaya sebelum jadi gubernur. Pikirannya besar. Tapi seleranya juga tinggi. Misalnya soal mobil dinas. Kalau mobil mewah biasa ia sudah punya. Maka ia pilih mobil dinas seharga Rp 8 miliar –saya lupa mereknya karena memang belum pernah melihat merek itu di Indonesia.

Saya tidak bisa berkomentar soal itu. Kecuali bila kelak saya melihat mobil itu ikut antre BBM di SPBU dekat IKN.(*)

 

 

Tags: Catatan DahlanDahlan IskanDiswayharian diswayIKNkaltim

Related Posts

--

Sel Janin

Monday, 15 June 2026
--

Bagi Hasil

Monday, 15 June 2026
Ilustrasi pertaruhan masa depan ekonomi Indonesia di antara berbagai sistem ekonomi.--

Perjudian Besar

Wednesday, 10 June 2026
Saya pikir itu rumor lama yang di-posting ulang di medsos: Chatib Basri akan jadi menteri keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Ternyata beda. Di rumor lama hanya berhenti sampai Chatib Basri jadi menkeu. Yang beredar sekarang ini ada lanjutannya: Purbaya dapat tugas baru sebagai gubernur Bank Indonesia. Tentu saya tahu Chatib Basri: Ia pernah jadi menteri keuangan di akhir masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Saya juga mengikuti banyak karya tulisnya. Ia ekonom tulen. Ia hampir sama dengan Sri Mulyani tapi ada bedanya. Mereka sama-sama ekonom Universitas Indonesia tapi punya jalan berbeda setelah itu. Sri Mulyani produk Amerika. Chatib Basri ekonom lulusan Australia (the Australian National University, sebuah kampus riset di Canberra). Tulisan yang paling menyentak dari Chatib Basri diterbitkan di Kompas di akhir masa jabatan Presiden Jokowi. Sebenarnya cara Chatib menulis sudah sangat hati-hati tapi kejujuran yang muncul dari tulisan itu sangat menyentak: selama 10 tahun terakhir jumlah kelas menengah Indonesia mengalami penurunan sebanyak delapan juta orang. Itulah kali pertama ada ekonom yang melihat bahwa gemerlap ekonomi selama pemerintahan Jokowi ternyata menyimpan kenyataan pahit seperti itu. Pertumbuhan lima persen per tahun ternyata tidak membuat pendapatan per kapita rakyat Indonesia bisa mencapai angka USD5.000. Merosotnya jumlah kelas menengah itu sekaligus mengungkapkan sisi gelap pertumbuhan: siapa yang tumbuh. Kalau benar Chatib Basri akan menjadi menteri keuangan, sebenarnya seirama saja dengan misi Presiden Prabowo yang tampak sekarang. Sebenarnya banyak juga yang bimbang: biar pun pertumbuhan pendapatan per kapita kita amat-amat lambat, ekonomi Indonesia masih tergolong baik. Setidaknya lumayan. Lalu mengapa Presiden Prabowo berani mengubah yang sudah lumayan itu sampai membuat ekonomi terguncang begini berat –khususnya di kurs rupiah dan bursa saham? Salah satu jawabannya adalah tulisan Chatib Basri itu tadi: jumlah kelas menengah tidak boleh turun. Justru harus naik. Pendapatan per kapita tidak boleh berhenti di USD5.000. Itu bisa membuat Indonesia terjebak seperti diuraikan dalam teori "jebakan kelas menengah". Hanya saja sudah sangat jelas bahwa Chatib Basri adalah ekonom pro-pasar bebas. Ia belajar mendalam teori ekonomi seperti Keynesian, Monetarist, maupun Austrian School. Tapi ia bukan 100 persen pengikut aliran itu. Chatib masih percaya bahwa negara harus ikut campur dan mengarahkan. Maka kalau pun Chatib Basri itu tergolong aliran kanan, ia seorang pemain kanan dalam –bukan kanan luar murni seperti David Beckham atau Luis Vigo. Chatib itu seperti Johan Cruyff di tim juara dunia Belanda entah tahun berapa itu. Masalahnya: apakah Chatib Basri mau seandainya ditawari jabatan itu. Sebagai ekonom kanan, Chatib pastilah penganut disiplin fiskal yang ketat. Harus disiplin anggaran. Apakah Chatib bisa berada di bawah Presiden Prabowo yang begitu banyak punya keinginan dan semua keinginannya itu memakan biaya sangat besar. Sebelum ia mau menerima jabatan, apakah orang kampus murni seperti Chatib berani minta waktu bertemu Presiden Prabowo. Bukan sekadar bertemu tapi berdiskusi. Sebenarnya saya ingin orang seperti Chatib tampil di pemerintahan. Terutama kalau Purbaya punya hambatan fisik –yang diberitakan kian kurus badannya. Chatib sudah punya pengalaman menjabat menteri keuangan. Ia tidak bisa lagi disebut orang kampus murni. Ilmunya pernah diterapkan di kebijakan. Ia ikut mengatasi krisis keuangan yang berat di tahun 2008-2009. Juga saat Amerika melakukan pengetatan moneter. Tapi memang harus terjadi diskusi dulu dengan Presiden Prabowo: apa saja yang akan ia lakukan, dan apakah itu bisa diterima oleh Presiden. Rasanya Presiden akan bisa menerima pemikiran baru karena beliau seorang intelektual --salah satu ciri intelektual adalah menjunjung tinggi kebenaran sejak dari berpikirnya. Apalagi kenyataan ekonomi yang dihadapi Presiden Prabowo sekarang sudah lebih buruk dari saat beliau menerima jabatan itu. Tentu dalam diskusi itu tidak harus ada yang kalah dan yang menang. Chatib Basri juga harus mendengar dasar-dasar pemikiran ekonomi presiden. Keduanya punya asumsi yang sama: sama-sama ingin ada perubahan agar Indonesia terhindar dari jebakan kelas menengah. Siapa tahu muncul ''kemenangan baru'': keinginan Presiden Prabowo tetap bisa terealisasikan tanpa harus terjadi keguncangan. Guncangan sudah telanjur terjadi. Tapi masih bisa diselamatkan. Saya termasuk yang ingin perubahan itu terjadi tapi juga tidak ingin terjadi guncangan yang berat. Dalam istilah saya di depan ribuan pengusaha di Batu, Malang, beberapa bulan lalu: Silakan pengusaha besar tidak perlu lagi dibantu tapi jangan diganggu. Saya berharap Chatib Basri mau menerima tawaran itu. Secara pribadi mungkin ia rugi. Terutama keluarganya. Apalagi risiko jadi pejabat publik di zaman ini amat berat. Clean saja tidak cukup. Harus clean and clear. Jabatan ini bisa membuat badan kurus, tidur sangat kurang, apalagi perhatian kepada keluarga. Tapi keluarga besar Indonesia menunggunya. Hanya jiwa pengabdian yang tinggi yang membuatnya mau –seperti seseorang dulu yang mati-matian tidak mau jadi dirut PLN sampai ada yang bilang: kelistrikan negara harus diselamatkan. Sekarang bukan hanya kelistrikan yang perlu diselamatkan. Tapi ekonomi seluruh negara.(

Kanan Dalam

Tuesday, 9 June 2026
--

Neo Pop

Monday, 8 June 2026
Lewat Pasrah

Lewat Pasrah

Saturday, 6 June 2026
Next Post
Persit Bisa 2 Digelar 7-9 Mei, Ajang Nyata Perempuan Mampu Berkarya untuk Indonesia

Persit Bisa 2 Digelar 7-9 Mei, Ajang Nyata Perempuan Mampu Berkarya untuk Indonesia

Discussion about this post

Rekomendasi

Polda Gorontalo akan memperketat pengamanan di wilayah, jelang pelaksanaan kegiatan PENAS Petani Nelayan ke-XVII.

Polda Gorontalo Perketat Pengamanan Daerah

Wednesday, 17 June 2026
Perwakilan ahli waris Kisman Tilameo saat menyampaikan dua tuntutan ke Walikota Adhan Dambea terkait pemindahan pekuburan di eks Terminal 42 Andalas. Tuntutan itu disampaikan saat Rakor dan diskusi bersama para ahli waris di Aula Rumah Jabatan Walikota Gorontalo, Selasa (16/6/2026). (Foto: Istimewa).

Dua Tuntutan Ahli Waris ke Walikota, Terkait Pemindahan Makam di Eks Terminal 42

Wednesday, 17 June 2026
SENSUS EKONOMI- Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyematkan tanda pengenal petugas lapangan Sensus Ekonomi 2026 pada apel siaga di halaman rumah jabatan gubernur, Senin (15/6). ( Foto : Dok-Pemprov/Valen)

Gubernur Gorontalo Ajak Warga Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Wednesday, 17 June 2026
Hebat! Brilli Kids Leadership Wakili Gorontalo ke Final Nasional DANCOW Indonesia Cerdas 2026

Hebat! Brilli Kids Leadership Wakili Gorontalo ke Final Nasional DANCOW Indonesia Cerdas 2026

Saturday, 13 June 2026

Pos Populer

  • Hebat! Brilli Kids Leadership Wakili Gorontalo ke Final Nasional DANCOW Indonesia Cerdas 2026

    Hebat! Brilli Kids Leadership Wakili Gorontalo ke Final Nasional DANCOW Indonesia Cerdas 2026

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Dukung Edukasi Jurnalis dan Pelajar, Dirreskrimsus Polda Gorontalo Kupas Tuntas UU ITE dan Hak Cipta

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Program MBG Bukan Implikasi Nilai-nilai Pancasila?

    40 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Antusias Ikut PENAS XVII Gorontalo, Kontingen Jambi Tempuh Jalur Darat dan Laut

    47 shares
    Share 19 Tweet 12
  • Polda Gorontalo Perketat Pengamanan Daerah

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.