logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Da Yunhe

Lukman Husain by Lukman Husain
Friday, 24 April 2026
in Disway
0
Di depan rumah penulis buku Journey to the West.--

Di depan rumah penulis buku Journey to the West.--

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

SAYA harus minta maaf tiga kali ke kota kecil ini: Huai An.

Pertama, karena saya tidak menyangka kota kecil ini melahirkan penulis buku kelas dunia: Journey to the West –dengan tokoh utamanya Sun Wukong: yang di Indonesia diucapkan dengan Sun Gokong.

Related Post

Halo Wani

Juara Dunia

Hidup QRIS

Yossi Cohen

Maaf kedua: kenapa saya tidak tahu latar belakang banyak orang kaya lama di kota ini. Padahal kota kaya selalu melahirkan peradaban yang unggul. Termasuk peradaban di bidang makanan. Karena itu terjawab sudah: mengapa pula banyak makanan enak di sini.

Makanan di Hong Kong juga terkenal enak karena chef terbaik dari seluruh Tiongkok “lari” ke Hong Kong. Kumpul di sana. Cari gaji tinggi. Tepatnya: mereka dirayu atau dibajak.

Hong Kong lewat kemakmurannya mampu membayar mahal chef terbaik. Zaman itu Tiongkok-daratan masih amat miskin: lebih miskin dari Indonesia.

Ketiga: saya tidak menyangka perdana menteri masa lalu yang amat terkenal di Tiongkok, Chu Enlai lahir di sini. Ia anak orang kaya. Mampu mendatangkan guru terbaik ke rumahnya. Anak kecil seperti Chu Enlai pun mendapat pendidikan terbaik.

Penulis buku Journey to the West, Wu Chang En, juga anak orang kaya. Tepatnya: cucu orang kaya. Ayahnya sempat jadi pedagang besar di Huai An. Lalu jatuh miskin. Kakeknya yang kaya memang pernah jadi gubernur di situ.

Di masa lalu, Huai An ternyata kota yang kelasnya di atas ibu kota provinsi. Kepala daerahnya disebut gubernur meski tanpa wilayah provinsi. Level kekuasaan gubernur Huai An di atas menteri –setingkat wakil perdana menteri.

Itu semua hanya karena satu hal: Huai An adalah pusat pengaturan dan pengawasan sistem logistik terpenting di seluruh Tiongkok.

Zaman itu: lebih 1000 tahun lalu. Waktu itu sistem logistik Tiongkok mengandalkan jalur air. Bukan darat. Bukan udara. Jalur air pun bukan laut, tapi sungai besar.

Padahal di Tiongkok tidak ada sungai yang mengalir dari selatan ke utara. Atau sebaliknya. Semua sungai besar di sana mengalir dari barat ke timur. Yakni dari arah pegunungan Kunlun ke Laut Jepang.

Itu membuat ibu kota Beijing –yang nun jauh di utara– kekurangan pangan.

Bahan makanan terbanyak ada di daerah paling subur di Tiongkok: di delta sungai Chang Jiang. Di provinsi Jiangsu dengan ibukota Nanjing. Juga di provinsi Zhejiang –dengan ibu kotanya Hangzhou. Dua-duanya jauh di selatan Beijing.

Tidak ada jalan darat ke Beijing dari selatan. Kalau pun ada hanya untuk angkutan sejenis kuda. Tidak banyak yang bisa diangkut.

Maka Tiongkok memutuskan membangun sungai buatan. Dari selatan ke utara: 1.800 km. Dari Hangzhou sampai Beijing. Lewat Jiangshu. Sangat lebar. Sangat dalam. Agar bisa dilalui kapal-kapal besar.

Orang masa lalu ternyata lebih mampu melahirkan tekad besar. Padahal teknologi sangat terbatas.

Pun jauh di selatan ada keputusan besar: membangun Borobudur. Kita tidak pernah lagi membuat keputusan sebesar itu –sampai ada keputusan membangun IKN, yang juga seperti Borobudur, bukan proyek ekonomi.

Nun di utara sana keputusan besar yang dibangun untuk kepentingan ekonomi: sungai buatan sejauh 1.800 km.

Nama proyeknya: Da Yunhe (大运河). Dibahasa Inggriskan menjadi: Great Canal.

Nah, di antara kota yang dilewati proyek itu yang paling strategis adalah Huai An. Maka pusat kendali proyek ini dipusatkan di Huai An. Bukan di Hangzhou. Bukan di Suzhou. Bukan di Wuxi. Bukan di Yangzhou. Bukan di Xuzhou. Tapi di Huai An.

Saya telat tahu itu. Dua bulan lalu, saat saya ke Huai An, saya hanya ke pembangkit listrik baru: memanfaatkan gua bekas tambang garam.

Saya tidak menyangka Great Canal lewat di situ. Apalagi ternyata Huai An menjadi pusat pengendaliannya. Termasuk pusat pemungutan pajak barang dagangannya.

Begitu tahu, sudah tidak ada lagi waktu. Maka saya bertekad ke Huai An lagi. Suatu saat kelak.

Dan ”suatu saat kelak” itu ternyata datang begitu cepat: Senin lalu. Kurang dari dua bulan dari kedatangan saya yang pertama.

Kali ini saya sebenarnya hanya harus menemani para direktur saya. Mereka harus bertemu partner mereka di sekitar Huai An. Maka pura-pura saya antar mereka –meski sebenarnya saya sendiri yang ngebet ingin ke Huai An.

Saya sungguh ingin dapat jawaban mengapa peradaban, literasi dan kualitas pendidikan di Huai An begitu tinggi –sejak 1000 tahun lalu. (*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

Wani Sabu saat menerima Lifetime Achievement Award di ajang Contact Center World 2025 di Bali.-Instagram Wani Sabu-

Halo Wani

Wednesday, 22 April 2026
Ilustrasi fitur-fitur di Halo BCA.--

Juara Dunia

Tuesday, 21 April 2026
Ilustrasi penggunaan QRIS di Tiongkok yang banyak membantu WNI.-Dibuat dengan bantuan AI-

Hidup QRIS

Monday, 20 April 2026
Salah seorang jurnalis asing mengabadikan gambar sebuah kerusakan akibat serangan udara AS yang menyasar sebuah perkampungan di wilayah Fardis, Barat kota Tehran, Iran.-Vahid Salemi-Association Press

Yossi Cohen

Friday, 17 April 2026
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo terjaring OTT KPK, dengan total kekayaan tercatat Rp20,3 miliar.--Instagram gatutsunu

Tulung Agung

Thursday, 16 April 2026
--

Bertahan Menyerang

Wednesday, 15 April 2026
Next Post
Pelantikan Pengurus APPINKA Gorontalo Periode 2026–2031, Dorong Inovasi Karawo ke Tingkat Nasional

Pelantikan Pengurus APPINKA Gorontalo Periode 2026–2031, Dorong Inovasi Karawo ke Tingkat Nasional

Discussion about this post

Rekomendasi

Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural   

Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural  

Monday, 20 April 2026
Aulia Lahiya (19) bersama rekannya menampilkan atraksi ekstrim pada wahana tong setan, pasar malam hoya-hoya di taman Isimu, Kabupaten Gorontalo, Selasa (14/4) malam. (foto: aviva /mg/ gorontalo post)

Cerita Aulia Lahiya, Demi Cuan Uji Nyali di Wahana Tong Setan

Friday, 17 April 2026
Empat orang tersangka resmi ditahan oleh Satuan Reskrim Polres Pohuwato, terkait kasus dugaan penganiayaan.

Empat Tersangka Penganiayaan Ditahan, Lokasi Kejadian di Area PETI DAM Pohuwato

Thursday, 23 April 2026
anak hilang. FL(15), Salah satu Siswi Sekolah Menegah Pertama yang sempat dilaporkan meninggalkan rumah sejak Senin (20/04), akhirnya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat pada Selasa (21/04/2026) malam

Anak Hilang Ditemukan, Ternyata Sedang Belajar Kelompok

Thursday, 23 April 2026

Pos Populer

  • Dua orang remaja meninggal dunia setelah menabrak sebuah mobil tronton yang terparkir di jalan Trans Sulawesi, Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo.

    Tabrak Tronton Dua Remaja Tewas, Hilang Kendali Saat Tronton Terparkir di Tepi Jalan

    191 shares
    Share 76 Tweet 48
  • Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural  

    142 shares
    Share 57 Tweet 36
  • Batas-Batas Pengobatan

    86 shares
    Share 34 Tweet 22
  • Cerita Aulia Lahiya, Demi Cuan Uji Nyali di Wahana Tong Setan

    60 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Oknum ASN Diduga Palsukan Akta Kematian

    183 shares
    Share 73 Tweet 46
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.