logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Mengenang 108 Tahun HB Jassin

Lukman Husain by Lukman Husain
Wednesday, 6 August 2025
in Persepsi
0
Hafiz Aqmal Djibran, S.I.Kom.

Hafiz Aqmal Djibran, S.I.Kom.

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh :
Hafiz Aqmal Djibran

 

31 Juli 1917atau 108 tahun yang lalu, di Gorontalo telah lahir seorang pria yang kelak menjadi seorang sastrawan dan cendekiawan muslim terpandang di Indonesia. Hans Bague Jassin atau HB Jassin adalah seorang tokoh dari Gorontalo yang mengabdikan diri selama masa hidupnya dalam dunia sastra. Karya – karyanya yang dijadikan rujuk bacaan sastra Indonesia membuat ia dijuluki sebagai Paus Sastra Indonesia karena di setiap ulasan yang dibuatnya selalu diamini oleh semua orang. Itulah mengapa julukan tersebut disematkan kepada Jassin. Layaknya seorang Paus.

Sempat Berkarier di Gorontalo

Related Post

Negara Hadir, Guru Bermartabat

Pajak: Madu dan Racun Bagi Perekonomian  

Satu Huruf Salah di KTP, Urusan Publik Berantakan

Spanyol, Bola, dan Islam

Banyak pelajaran hidup yang bisa diambil dari kisah Hans Bague Jassin. Melalui tulisan ini juga turut mengenang 108 tahun lahirnya seorang HB Jassin. Meski telah berpulang kesisi-Nya pada 11 Maret 2000, namun karyanya masih tetap hidup hingga kini. Koleksi karyanya terdiri dari naskah, buku, dan yang lainnya masih bisa kita nikmati, baca, dan dijadikan rujukan kehidupan.

Kehidupan HB Jassin dilalui dengan berbagai perjalanan menarik sejak ia kembali ke Gorontalo pada tahun 1939. Dalam beberapa literatur, karier Jassin bermula sebagai voluntair di Kantor Asisten Residen Gorontalo. Setahun berikutnya, Jassin meninggalkan Gorontalo untuk bekerja di Jakarta. Semenjak saat itu, kariernya terus moncer sebagai redaktur dan kritikus di berbagai media massa

Di tahun 1953, HB Jassin menjadi dosen luar biasa di Fakultas Sastra Universitas Indonesia. Ia meraih gelar sarjana sastra di tahun 1957, kemudian melanjutkan pendidikan sastranya ke Universitas Yale, Amerika Serikat pada tahun 1959. Setelah menyelesaikan Pendidikan di luar negeri, Jassin kembali ke Indonesia dan menjadi dosen tetap di Fakultas Sastra UI. Ia mendapatkan gelar Doctor Honoris Causa dari UI pada tahun 1975 atas jasanya dalam bidang sastra.

Selain bekerja sebagai dosen, HB Jassin aktif dalam berbagai aktifitas pengembangan sastra dan budaya. Pada tahun 1970, berkat pergumulannya di Ibukota membuat Gubernur DKI Jakarta saat itu, Ali Sadikin, mengamanahkan Jassin sebagai anggota Akademi Jakarta, yang merupakan dewan penasihat Gubernur DKI Jakarta dalam bidang seni dan budaya.

Rekam Jejak Kontroversi

Perjalanan hidup seorang sastrawan besar tidak begitu mulus. HB Jassin pernah dipenjara atas sebab bertanggungjawab dan menolak untuk mengungkapkan nama asli pengarang cerita pendek (cerpen) yang berjudul “Langit Makin Mendung” di Majalah Sastra. Cerpen tersebut dianggap menistakan agama islam dan HB Jassin yang pada saat itu sebagai penyunting dari majalah tersebut menjadi sasaran empuk dari kemarahan umat islam. Ia dianggap bertanggungjawab atas cerpen tersebut dan akhirnya oleh pengadilan dihukum satu tahun penjara dan dua tahun percobaan.

Pembelaan HB Jassin dalam peristiwa cerpen “Langit Makin Mendung” di atas membuat ia dikenal sebagai orang yang memiliki pendirian kokoh dalam mempertahankan idealismenya. Terbukti dalam beberapa peristiwa seperti kontroversi tuduhan plagiat novel Tenggelamnya Kapal Van der Wijck karya Buya Hamka, Jassin berada di garis depan membela Buya Hamka.

Kontroversi Jassin lainnya tentang Al–Qur’an Bacaan Mulia yang merupakan terjemahan Al-Qur’an kedalam bentuk puisi. Tindakan “mempuitisasikan” Al-Quran tersebut mengundang banyak polemic dari kalangan ulama dan tokoh. Banyak kalangan ulama yang member komentar, ada yang mendukung dan mencela, tapi HB Jassin tak pernah mundur dari proyek tersebut hingga akhirnya dicetak pertama kali pada tahun 1987 sebanyak 10.000 eksemplar. Di tahun 1993, HB Jassin kembali meluncurkan karyanya dengan judul Al-Quran Berwajah Puisi sebagai perbaikan dari Al-Quran Bacaan Mulia.

Majalah Tempo edisi 4 Oktober 1971 menampilkan wajah HB Jassin sebagai cover dengan latar ayat – ayat Al-Qur’an. Pada saat itu, Tempo menjadikan agenda HB Jassin sebagai laporan utama dalam majalahnya. Dipilihnya agenda HB Jassin menerjemahkan Al-Qur’an oleh Tempo menandakan betapa besar dan kontroversinya agenda tersebut pada saat itu.

“Dan semuanya ada waktunya. Dan bagi manusia yang pandai mempergunakan waktunya, setiap saat waktunya itu dipergunakannya sebagai kemungkinannya”.

Penggalan kata di atas adalah salah satu kutipan HB Jassin populer yang relevan hingga saat ini.

Penobatan Pahlawan Nasional

HB Jassin adalah salah satu sastrawan besar Indonesia diantara sastrawan sekaliber Pramoedya Ananta Toer, W.S. Rendra, Chairil Anwar, yang namanya lebih dikenal oleh masyarakat. Sayangnya, di Gorontalo pada khususnya pada generasi muda, belum banyak yang mengetahui sosok HB Jassin dan kiprahnya di dunia sastra.

Walau pun telah dijadikan sebagai nama jalan protokol, patung di museum, dan juga nama perpustakaan di Gorontalo, sosok sastrawan Jassin masih kurang dikenal kiprahnya di kalangan generasi muda Gorontalo terutama yang lahir di awal abad 21 (Gen-Z). Hal ini sebagai dampak dari kurangnya sosialisasi dalam penyelenggaraan Pendidikan berbasis muatan lokal (mulok). Sudah tentu harus menjadi atensi dalam bagian pengenalan tokoh lokal yang memiliki andil besar bagi bangsa ini. Terlebih lagi HB Jassin diajukan sebagai pahlawan nasional asal Gorontalo sejajar dengan pahlawan kemerdekaan Nani Wartabone.

HB Jassin sangat layak dan patut diperjuangkan untuk dijadikan Pahlawan Nasional. Sebagai masyarakat Gorontalo, saya turut mendukung dan memperjuangkan apa yang sudah seharusnya didapat oleh orang – orang yang memiliki andil besar dalam upaya pencerdasan kehidupan bangsa. (*)

 

Penulis adalah Anggota PB HPMIG
Periode 2024 – 2026

Tags: Hafiz Aqmal DjibranHarian PersepsipersepsiTulisan Hafiz Aqmal Djibrantulisan persepsi

Related Posts

Husin Ali

Negara Hadir, Guru Bermartabat

Wednesday, 22 July 2026
Mewaspadai Lonjakan Harga Pangan: Menjaga Daya Beli dan Pertumbuhan Ekonomi Gorontalo

Pajak: Madu dan Racun Bagi Perekonomian  

Tuesday, 21 July 2026
Satu Huruf Salah di KTP, Urusan Publik Berantakan

Satu Huruf Salah di KTP, Urusan Publik Berantakan

Monday, 20 July 2026
Basri Amin

Spanyol, Bola, dan Islam

Monday, 20 July 2026
Muh. Amier Arham

Gorontalo Karnaval Karawo, Untuk Apa?

Sunday, 19 July 2026
Mewaspadai Lonjakan Harga Pangan: Menjaga Daya Beli dan Pertumbuhan Ekonomi Gorontalo

Mewaspadai Lonjakan Harga Pangan: Menjaga Daya Beli dan Pertumbuhan Ekonomi Gorontalo

Thursday, 16 July 2026
Next Post
Sofyan Puhi

Mutasi Tidak Perlu Dibahas, Bupati : Saya Urus Sendiri

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 22 Juli 2026

Rekomendasi

Kasus Penganiayaan Guru Dua Tahun Mandek. Kasatreskrim Pastikan Pekan Ini Berkasnya ke Kejaksaan

Kasus Penganiayaan Guru Dua Tahun Mandek. Kasatreskrim Pastikan Pekan Ini Berkasnya ke Kejaksaan

Wednesday, 22 July 2026
Selama 28 Hari Puskesmas Ilangata Sukses Salurkan Menu Sehat Balita Cegah Stunting

Selama 28 Hari Puskesmas Ilangata Sukses Salurkan Menu Sehat Balita Cegah Stunting

Wednesday, 22 July 2026
AHM Technical Skill Contest 2026, PT DAW Utus Dua Wakil Terbaik

AHM Technical Skill Contest 2026, PT DAW Utus Dua Wakil Terbaik

Wednesday, 22 July 2026
Miras Masih Beredar di Desa

Miras Masih Beredar di Desa

Wednesday, 22 July 2026

Pos Populer

  • Kasus Penganiayaan Guru Dua Tahun Mandek. Kasatreskrim Pastikan Pekan Ini Berkasnya ke Kejaksaan

    Kasus Penganiayaan Guru Dua Tahun Mandek. Kasatreskrim Pastikan Pekan Ini Berkasnya ke Kejaksaan

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Gorontalo Siaga Kemarau, Gubernur Terbitkan Edaran, Waspada Krisis Air Bersih

    37 shares
    Share 15 Tweet 9
  • Wagub Gorontalo Idah Syahidah Hadiri Bahagia QRIS Fest 2026 di Limboto

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Spanyol, Bola, dan Islam

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Pengumuman Libur Khusus Final Pildun di Gorontalo Hoaks

    28 shares
    Share 11 Tweet 7
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.