logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Matahari Pintar

Lukman Husain by Lukman Husain
Wednesday, 11 June 2025
in Disway
0
Elon Musk bersama putranya, X Æ A-Xii, dengan Presiden AS Donald Trump saat menandatangani perintah eksekutif pada 11 Februari 2025. Elon Musk mengatakan bahwa ia mengundurkan diri dari posisinya di pemerintahan AS setelah berselisih dengan Trump. --Jim WATSON / AFP

Elon Musk bersama putranya, X Æ A-Xii, dengan Presiden AS Donald Trump saat menandatangani perintah eksekutif pada 11 Februari 2025. Elon Musk mengatakan bahwa ia mengundurkan diri dari posisinya di pemerintahan AS setelah berselisih dengan Trump. --Jim WATSON / AFP

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

ORANG pintar banyak maunya. Contohnya Elon Musk. Tapi juga banyak uangnya. Bisakah orang pintar menjadi staf yang baik?

Dalam hal Elon Musk tidak bisa. Orang pintar maunya di depan. Maka bulan madunya bersama presiden pintar Donald Trump hanya berlangsung enam bulan. Lalu mulai cekcok. Pisah ranjang. Cerai. Bertengkar.

Related Post

Resto Kuburan

Secukupnya Selamanya

Serius Nonsense

Desil Kuantil

Itulah juga problem dalam membentuk zaken kabinet. Harus cari orang-orang pintar tapi penurut. Itu langka. Mungkin baru ada satu: Sri Mulyani. Atau dua: Amran Sulaiman. Atau tiga: Anda pilih sendiri.

Orang pintar banyak. Tapi kalau hanya akan membuat sebuah tim pecah berkeping lebih baik pilih yang tidak terlalu pintar tapi mau bekerja sangat keras. Syaratnya: presidennya harus sangat pintar.

Sang presiden punya gagasan besar dalam jumlah yang banyak. Gagasan itu tinggal didistribusikan ke para menteri untuk dikerjakan. Menteri ”kurang pintar” bukan berarti dungu. Artikan kurang pintar itu dengan ”cukup pintar”.

Kombinasi cukup pintar ditambah kerja keras lebih produktif dari pada sangat pintar ditambah mudah retak.

Orang pintar sering punya kejiwaan egois. Kurang mampu bekerja dalam sebuah tim. Diktator. Maunya sendiri. Suka marah. Mudah merendahkan staf.

Publik biasanya tidak tahu sisi pedalaman orang pintar. Tahunya hanya lahiriahnya. Si A itu hebat. Si B sangat hebat. Mengapa tidak dipakai. Publik biasanya kurang tahu bahwa kebutuhan sebuah tim tidak hanya anggota yang pintar tapi juga sikapnya yang baik.

Pasangan Trump-Musk sangat menarik. Kian ke sini kian menarik. Pertengkarannya begitu seru dan aneh. Sudah seperti bukan orang pintar.

Saat Trump berpidato, Musk memasukkan teks lewat X miliknya. Isi teks itu menyerang langsung isi pidato. Dulu orang berkomentar terhadap sebuah pidato setelah pidato selesai diucapkan. Kini komentar bisa dilakukan Musk secara live. Di tempat yang sama: di layar HP yang sama.

Jangan-jangan ini akan jadi tren di banyak negara. Maka hati-hatilah para pemimpin saat Anda berpidato. Siaran pidato Anda bisa langsung ditimpa teks yang isinya mencela Anda.

Dan itu murah.

Tinggal bayar buzzer. Dulu saya ragu buzzer itu ada. Tapi kejaksaan agung telah membuka tabir bisnis per-buzzer-an. Ternyata buzzer bisnis besar.

Waktu Twitter milik saya dihancurkan –seingat saya follower-nya hampir 2,5 juta– saya tidak yakin atas info yang sampai ke saya: buzzer yang melakukan itu. Kini, sejak diungkap Kejagung, saya jadi percaya.

Sebenarnya ada lembaga yang pernah mengungkap dunia gelap per-buzzer-an: LP3ES. Lembaga itu melakukan penelitian mendalam siapa di balik buzzer. Saat hasil penelitian diungkapkan, LP3ES diserang buzzer habis-habisan.

Elon Musk tidak perlu mengerahkan buzzer. Ia sendiri yang melakukan penyerangan atas pidato Trump. Musk lebih berjiwa ”ini dadaku” dari para buzzer yang pilih motto ”ini pantatku”.

Trump sangat marah. Respons terkanak-kanakannya: ia akan buang mobil Tesla warna merah yang ia beli beberapa bulan lalu. Trump juga mengatakan tidak mau mengingat lagi nama Elon Musk.

Itu mustahil.

Setidaknya Trump pasti ingat uang USD 300 juta yang disumbangkan Musk kepadanya. Yakni sebelum pelaksanaan pemilihan presiden. Trump tidak mungkin lupa sayembara berhadiah jutaan dolar yang dilaksanakan Musk untuk mereka yang memilih Trump.

“Trump tidak mungkin terpilih tanpa saya,” ujar Elon Musk si pemilik Tesla.

Di Indonesia juga banyak yang mengklaim seperti itu. “Tanpa Jokowi, Prabowo tidak mungkin terpilih”, ujar para pendukungnya. “Kalau Cawapresnya bukan Gibran mana mungkin Prabowo bisa jadi presiden”.

Trump tidak peduli klaim Elon Musk. Prabowo peduli. Masih peduli. Prabowo mungkin masih ingin menikmati bulan madu lebih lama.

Tapi Musk mungkin akan gabung ke gerakan yang akan menjatuhkan Trump. Setidaknya kini lagi berkampanye habis-habisan untuk menggagalkan RUU yang diusulkan Trump: RUU BBB –Big Beautiful Bill. Itu semacam Omnibus Law di bidang perpajakan.

BBB sudah disetujui DPR. Memang hanya menang setipis lembaran uang Rp 100.000. Hanya menang satu suara. Itu berarti banyak suara dari partai republik sendiri yang menolak BBB.

Kini Musk berkampanye ke Senat. Setelah disetujui DPR, BBB memang masih harus dapat persetujuan Senat. Musk ingin menggagalkannya lewat pemungutan suara di Senat.

Sebenarnya nama RUU itu bukan BBB. Tapi OBBB –One Big Beautiful Bill. Tapi menjadi BBB untuk nebeng ketenaran cerita anak-anak yang amat terkenal di sana: Big Beautiful Bill. Yakni cerita mengenai seekor domba bernama Bill. Domba Bill itu besar sekali. Luar biasa besar. Beda sendiri dibanding domba di gerombolannya. Bill sangat lucu karena jalannya saja aneh sendiri. Tapi publik domba justru memujanya. Bill akhirnya menikmati keganjilan dirinya. Inti cerita: bila Anda dianggap aneh manfaatkan keanehan itu untuk kekuatan Anda.

Trump dengan OBBB-nya mungkin ingin berperan sebagai domba Bill dalam BBB.

Di mata Musk, OBBB merupakan langkah Trump yang menjijikkan. Saat menjabat menteri efisiensi keuangan negara –DODGE– Musk memangkas begitu banyak program dan anggaran. Termasuk dibubarkannya USAID.

Tapi dengan RUU itu Trump membuat program yang besarnya gila-gilaan. Termasuk tembok perbatasan dan peralatannya.

Program itu, kata Musk, akan membuat utang Amerika kian besar. Akan naik menjadi USD 36 triliun di tahun 2035. Itu setara dengan 150 persen PDB Amerika.

Menurut Musk, untuk membayar bunganya saja kelak diperlukan uang sebanyak 30 persen dari pendapatan negara. Ini akan menghancurkan Amerika. Ini sangat bertolak belakang dengan usaha efisiensi yang ia lakukan di DOGE.

Pertengkaran itu begitu mendalam alasannya. Maka bertengkarlah terus.(*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

Resto Kuburan

Resto Kuburan

Friday, 11 September 2026
Secukupnya Selamanya

Secukupnya Selamanya

Thursday, 10 September 2026
Serius Nonsense

Serius Nonsense

Wednesday, 9 September 2026
Desil Kuantil

Desil Kuantil

Monday, 7 September 2026
Karya Perkara

Karya Perkara

Saturday, 5 September 2026
Lima Miliar

Lima Miliar

Friday, 4 September 2026
Next Post
Hasil Jepang vs Indonesia: Tidak Ada Ampun! Garuda 'Dibantai' 6-0 Oleh Samurai Biru-Kenichi Arai-

Pesta Gol Jepang! Timnas Indonesia Dibekuk 6-0 di Osaka

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Diburu Lewat IMEI, Pencuri iPhone Dibekuk

Diburu Lewat IMEI, Pencuri iPhone Dibekuk

Friday, 11 September 2026
Dua Tersangka Narkotika Diserahkan ke Kejaksaan

Dua Tersangka Narkotika Diserahkan ke Kejaksaan

Friday, 11 September 2026
Air Bersih di Bulotalangi Timur Menipis

Air Bersih di Bulotalangi Timur Menipis

Friday, 11 September 2026
Komitmen Pemda Bonbol Dipertanyakan, Deadline Sebulan Habis, Pabrik Tahu di Tapa Belum Direlokasi

Komitmen Pemda Bonbol Dipertanyakan, Deadline Sebulan Habis, Pabrik Tahu di Tapa Belum Direlokasi

Friday, 11 September 2026

Pos Populer

  • Harfest 2026, BI Buka Jalan UMKM Gorontalo Tembus Pasar Ekspor

    Harfest 2026, BI Buka Jalan UMKM Gorontalo Tembus Pasar Ekspor

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Meriahkan Harfest 2026, Yura Yunita Akan Tampil di Gorontalo

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • 86 SPBU di Sulawesi Kena Sanksi Pertamina

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Pertamina Blokir 4.767 QR Code BBM Subsidi

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Harfest 2026 Bidik Transaksi Rp 4,2 Miliar, BI Gorontalo Libatkan Ratusan UMKM

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.