logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Jilbab IKN

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 19 August 2024
in Disway
0
-

-

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

PAGI ini semua mata menatap ibu kota baru: IKN. Semoga tidak hujan. Kemarin pagi di sekitar IKN mendung dan gerimis. Tapi siangnya terang dan panas. Sampai sore.

Mungkin hujannya pindah ke Pontianak. Deras sekali –kata perusuh Disway dari sana, Liam Then.

Related Post

Dua Menit

Burger Tempe

Paket Roaming

Isi Dompet

Anda mungkin akan memperhatikan setidaknya tiga hal. Salah satunya: sosok Istana Garuda. Benarkah seperti kelelawar hitamnya Koes Plus. Atau itu imajinasi orang usil saja.

Kedua, soal pasukan pengibar bendera: ada yang berjilbab atau tidak.

Ketiga, Presiden Jokowi pakai pakaian raja Nusantara dari belahan mana. Ini ulang tahun proklamasi terakhir Pak Jokowi sebagai presiden

Soal jilbab ternyata saya salah tebak. Awalnya saya menebak pemerintah akan teguh dengan langkahnya: Paskibraka tidak boleh pakai jilbab.

Saat akhir-akhir latihan di IKN –seperti terlihat di foto dan video yang beredar di medsos– yang 18 wanita berjilbab sudah mencopot penutup rambut mereka. Seperti tidak ada masalah.

Lalu gempar. Petir dan hujan hujatan memenuhi langit IKN dan Indonesia. Mereka diberitakan dipaksa melepas jilbab. Ini soal sensitif.

Reaksi pemerintah sangat lemah. Pemerintah seperti orang yang lagi cari-cari ranting pohon untuk pegangan agar tidak jatuh.

Ranting yang diraih itu ternyata ranting kering. Misalnya: “mereka sudah menandatangani pernyataan bersedia tidak berjilbab selama bertugas sebagai pengibar bendera di upacara peringatan proklamasi kemerdekaan negara di ibu kota Nusantara”.

Alasan yang sangat lemah.

Ranting itu hampir patah. Lalu pemerintah meloncat mundur: Paskibraka boleh berjilbab. Seperti tahun-tahun sebelumnya.

Kita akan lihat bersama hari ini di siaran langsung televisi dari IKN. Apakah mereka benar-benar kembali mengenakan jilbab. Atau sebagian tetap memilih melepas jilbab tanpa harus dipaksa.

Saya pun mengamati foto-foto Paskibraka tahun-tahun sebelumnya. Rasanya jilbab mereka tidak terasa mengganggu apa pun. Rasa patriotisme tetap tinggi. Kesan nasionalisme juga tidak terganggu.

Itu, mungkin, karena model jilbab yang diciptakan untuk Paskibraka sangat tepat. Bagus. Jilbab militer. Pas dengan uniform putih-putih mirip tentara di TNI-AL.

Saya salut dengan pencipta jilbab untuk Paskibraka itu.

Dari kasus jilbab Paskibraka ini saya baru tahu: yang menyiapkan Paskibraka ternyata BPIP –Anda sudah tahu singkatan apa itu. Bukan sekretariat negara. Bukan panitia HUT Kemerdekaan.

Mungkin BPIP ingin ”berdakwah” soal Pancasila lewat show Paskibraka. Menggunakan Paskibraka sebagai media memang tepat. Setiap tahun Paskibraka jadi salah satu pusat perhatian nasional.

BPIP mungkin ingin berdakwah: Posisi Pancasila itu harus di tengah. Tidak kanan. Tidak kiri. Mungkin jilbab dianggap lambang golongan kanan.

Tahun depan kalau BPIP ingin menerapkan prinsip tanpa jilbab baiknya diumumkan jauh-jauh hari. Katakanlah tanpa jilbab itu sebagai salah satu syarat untuk lolos seleksi. Jangan sampai setelah mereka lolos baru dipersoalkan.

Saya ingat cucu pertama saya: Khalisa Salwa Dinata. Dipanggil Icha. Dia ingin sekali masuk SMA Xin Zhong di Surabaya. Dia datang ke Xin Zhong. Pakai jilbab. Ingin mendaftarkan diri.

Di situ Icha diberi tahu: syarat bersekolah di Xin Zhong tidak boleh mengenakan simbol keagamaan apa pun.

Di sini Xin Zhong pintar. Xin Zhong tidak melarang jilbab. Tidak ada kata jilbab di persyaratan itu. Yang ada adalah ”simbol keagamaan apa pun” tidak boleh. Jilbab sudah menjadi simbol keagamaan.

Di Xin Zhong persyaratan itu dijalankan secara adil. Tidak boleh juga ada siswa yang mengenakan kalung bergambar salib.

Xin Zhong (新中) adalah sekolah swasta yang didirikan oleh para alumni Xin Zhong yang jumlahnya ribuan. Mereka sudah banyak yang kaya raya. Bangunan sekolah itu seperti SMA di Amerika. Fasilitas fisiknya serba modern.

Zaman Orde Lama, sebelum sekolah Tionghoa dilarang Pak Harto, Xin Zhong memang salah satu sekolah unggul di Surabaya.

Icha menerima syarat Xin Zhong itu dengan baik. Dia pilih tetap pakai jilbab. Masih ada jalan lain. Sekolah ke Tiongkok. Di Tiongkok pakai jilbab tidak dilarang.

Maka Icha ingin masuk ke SMA di Tiongkok. Dia sudah sering ikut kakeknya ke berbagai kota di sana. Dia jatuh cinta ke kota Hangzhou –satu jam pakai Whoosh dari Shanghai.

Kakeknyi pun mengantarkan Icha ke Hangzhou. Pilih-pilih. Di SMA mana yang dia suka. Lalu cari apartemen sederhana untuk kost selama di sekolah di Hangzhou.

Beres. SMA dapat. Apartemen dapat. Pulang. Siap-siap kapan berangkat ke Hangzhou.

Gagal. Mendadak ada Covid-19. Cita-cita Icha masuk SMA di Hangzhou berantakan. Akhirnya Icha masuk SMAN tidak jauh dari Masjid Agung Surabaya.

Kelak di tahun 2023 Icha masuk kuliah di Universitas Ciputra. Mayoritas mahasiswa di situ suku Tionghoa. Icha kuliah dengan tetap berjilbab. Dia tidak merasakan ada kesulitan hubungan antar ras di UC.

Pilihan di UC itu ternyata masih ada hubungannya dengan Hangzhou. Dia tahu dalam empat tahun perkuliahan di UC yang dua tahun akan dilaksanakan di Hangzhou. Sudah ada kerja sama antara universitas di sana dengan UC.

Tahun depan BPIP, rasanya, harus belajar dari Xin Zhong.

Merdeka! (*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

Dua Menit

Wednesday, 22 July 2026
Burger Tempe

Burger Tempe

Tuesday, 21 July 2026
Paket Roaming

Paket Roaming

Sunday, 19 July 2026
Isi Dompet

Isi Dompet

Sunday, 19 July 2026
Cuci Uang

Cuci Uang

Sunday, 19 July 2026
Adu Cepat

Adu Cepat

Thursday, 16 July 2026
Next Post
Amran Mustapa - Irwan Mamesah

AMAN LoLos, IRIS Kandas

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 22 Juli 2026

Rekomendasi

Ridwan Monoarfa

Ridwan Monoarfa: KUA-PPAS Peta Jalan Pembangunan Daerah

Friday, 24 July 2026
Polisi Buru Pemilik Dua Excavator

Polisi Buru Pemilik Dua Excavator

Thursday, 23 July 2026
Kemarau Panjang Ancam Pertanian, Petani Andalkan Pompa Air, Biaya Membengkak

Kemarau Panjang Ancam Pertanian, Petani Andalkan Pompa Air, Biaya Membengkak

Thursday, 23 July 2026
Cegah Pernikahan Dini, Poltekkes Gorontalo Bentuk Konselor Sebaya di Desa Tualango

Cegah Pernikahan Dini, Poltekkes Gorontalo Bentuk Konselor Sebaya di Desa Tualango

Thursday, 23 July 2026

Pos Populer

  • Kasus Penganiayaan Guru Dua Tahun Mandek. Kasatreskrim Pastikan Pekan Ini Berkasnya ke Kejaksaan

    Kasus Penganiayaan Guru Dua Tahun Mandek. Kasatreskrim Pastikan Pekan Ini Berkasnya ke Kejaksaan

    31 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Gorontalo Siaga Kemarau, Gubernur Terbitkan Edaran, Waspada Krisis Air Bersih

    38 shares
    Share 15 Tweet 10
  • Wagub Gorontalo Idah Syahidah Hadiri Bahagia QRIS Fest 2026 di Limboto

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Spanyol, Bola, dan Islam

    38 shares
    Share 15 Tweet 10
  • Pengumuman Libur Khusus Final Pildun di Gorontalo Hoaks

    28 shares
    Share 11 Tweet 7
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.