logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Karena Pancasila

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 18 March 2024
in Disway
0
Ketua DPRD Kabupaten Lumajang, Anang Akhmad Syaifuddin resmi mengundurkan diri-Tangkapan Layar/@fakta.indo-

Ketua DPRD Kabupaten Lumajang, Anang Akhmad Syaifuddin resmi mengundurkan diri-Tangkapan Layar/@fakta.indo-

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

TIDAK semua caleg harus melakukan serangan fajar. Contohnya banyak. Salah satunya orang Lumajang yang Anda sudah tahu itu: Anang Akhmad Syaifuddin.

Anang terkenal karena pilih mundur sebagai ketua dan anggota DPRD Lumajang. Penyebabnya: tidak hafal Pancasila.

Related Post

Jumat Keramat

Iris Istri

PLN Transisi

Camino Nakasendo

Banyak pihak minta agar Anang jangan mundur. Tapi ia teguh: tetap mundur. Memalukan, katanya. “Ketua DPRD kok tidak hafal Pancasila,” kata Anang waktu itu.

Di Pemilu barusan ternyata Anang maju lagi sebagai caleg. Dari PKB lagi. Kali ini untuk DPRD Provinsi. Dapil Lumajang-Jember.

“Saya ditugaskan, harus maju,” katanya kemarin sore.

Siapa yang menugaskan?

“Syuriah partai,” jawabnya.

Di NU dan PKB kepengurusan terdiri dari dua badan: syuriah dan tanfidiyah. Syuriah adalah dewan ulama. Tanfidiyah adalah pelaksana program. Tanfidiyah harus tunduk pada kemauan syuriah.

Anang sendiri masih menjabat ketua tanfidiyah PKB Lumajang.

Dalam daftar calon kemarin Anang menempati nomor satu. Di dapil itu Anang mendapat suara terbanyak kedua. Yang pertama adalah Kiai Fawaid, calon dari Gerindra. Ia sudah tiga kali ini terpilih.

Waktu kampanye, Anang tidak sulit memperkenalkan diri: “Saya adalah ketua DPRD yang mengundurkan diri karena tidak hafal Pancasila itu”.

Orang pun simpati pada Anang. Ia sudah membuktikan diri bukan tipe orang yang gila jabatan. Apalagi sampai harus membeli suara. Ternyata banyak juga rakyat yang tidak tergiur serangan fajar.

“Saya kan tidak mungkin melakukan serangan fajar dan sebangsanya. Uang dari mana?” katanya.

Kemarin petang Anang berkumpul dengan tim pemenangannya: buka puasa bersama. Bukan di restoran, tapi di poskonya. Masakannya pun disiapkan oleh keluarga tim pemenangannya.

Ketika saya telepon Anang, suara riuh terdengar dari posko itu. “Mereka minta agar bisa ikut mendengar suara Pak Dahlan. Karena itu speaker-nya saya besarkan,” ujar Anang.

Ketika datang ke acara buka puasa ini Anang naik sepeda motor. Mobil Ertiga-nya sudah dijual. Ia sudah membeli mobil baru: Wuling. “Karena murah,” katanya. Mobil itu dipakai istrinya.

Apakah sekarang sudah hafal Pancasila?

Anang tidak menjawab dengan ”sudah” atau ”belum”. Ia langsung mengucapkan sila keempat Pancasila. Lengkap satu kalimat utuh. Lantang. Lancar.

Sebetulnya dulu pun ia hafal Pancasila. Hanya ketika pendemo menggertaknya agar mengucapkan semua sila dalam Pancasila Anang tersendat di sila keempat.

Ketika Anang akan mengulangnya pendemo sudah memaki-makinya: pejabat yang tidak hafal Pancasila.

Anang pilih mundur, pun ketika bupatinya menolak.

Anang dikenal lugu apa adanya. Waktu ia jadi ketua DPRD, semua jenis pendemo ia temui. Ia justru minta pendemo masuk ke ruang pleno DPRD. Pimpinan demonya ia minta duduk di deretan pimpinan DPRD.

Hari itu Presiden Jokowi menaikkan harga BBM. DPRD Lumajang ikut panen demo. Pagi menerima demo dari organisasi mahasiswa NU, PMII. Siangnya demo dari HMI.

Sambil menunggu kedatangan demo HMI itu, Anang tertidur di kursi. Bangun-bangun ditanya soal Pancasila.

Itulah kenangan Anang yang pernah jadi aktivis Famred menjelang reformasi tahun 1998. Lalu ia jadi tukang cukur. Buruh bangunan. Akhirnya Anang harus pulang ke Lumajang menunggui ibunya yang sudah tua.

Saat berumur 34 tahun, Anang minta ke sang ibu: agar dicarikan istri. Siapa pun asal pilihan sang ibu. Sang ibu masih bisa melihat anaknya terpilih kembali.

Di Pemilu ini suara PKB naik di Lumajang. Bupatinya juga PKB. Suara PDI-Perjuangan tetap. Demokrat kehilangan satu-satunya kursi dari dapil tersebut.

“Di dapil Anda ini, siapa capres yang menang?”

“Hehehe….Prabowo,” jawabnya. “Banyak yang kasihan karena sudah tiga kali kalah,” tambahnya.

“Amin! Amin!” terdengar suara bersahutan dari arena buka puasa. “Kalau di antara yang hadir ini sih semua pilih Amin,” ujar Anang.

Pancasila membuat Anang terjatuh dari jabatan.

Pancasila membuat Anang dapat jabatan yang lebih tinggi. (*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

Jumat Keramat

Jumat Keramat

Monday, 19 October 2026
Iris Istri

Iris Istri

Saturday, 17 October 2026
PLN Transisi

PLN Transisi

Saturday, 17 October 2026
Camino Nakasendo

Camino Nakasendo

Friday, 16 October 2026
Hati Ngadirejo

Hati Ngadirejo

Wednesday, 14 October 2026
Bali Lombok

Bali Lombok

Wednesday, 14 October 2026
Next Post
Asisten II Provinsi Gorontalo Dr. Ir. Hi. Yosef P. Koton, M.Si didampingi Kadis Pangan Ramdan Pade dan pihak PT PG Gorontalo Sartin Djou saat meninjau stand PT PG Gorontalo yang menjual gula harga subsidi pada pasar murah di Kelurahan Wongkaditi, Kota Gorontalo, belum lama ini. (F: Roy Gorontalo Post)

Ramadan Hingga Idul Fitri, Pabrik Gula Gorontalo Tekan Kenaikan Harga Gula

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Kepala BPK Jateng dan Bupati Klaten Tawar Menawar Dosa, Minta Rp600 Juta, Nego Rp 400 juta 

Kepala BPK Jateng dan Bupati Klaten Tawar Menawar Dosa, Minta Rp600 Juta, Nego Rp 400 juta 

Saturday, 17 October 2026
In Memoriam Rachmat Gobel dan Jalan Pulang yang Istimewa

100 Hari Mengenang Rachmat Gobel: Politik sebagai Jalan Pengabdian

Sunday, 18 October 2026
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail Respon Cepat Antrian BBM Bersubsidi

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail Respon Cepat Antrian BBM Bersubsidi

Friday, 16 October 2026
Inflasi Gorontalo Meroket Tertinggi Rata-rata Nasional, Mendagri Jewer Pemda!

Inflasi Gorontalo Meroket Tertinggi Rata-rata Nasional, Mendagri Jewer Pemda!

Tuesday, 13 October 2026

Pos Populer

  • Kualitas Udara Gorontalo Memburuk, Masuk Kategori Tidak Sehat

    Kualitas Udara Gorontalo Memburuk, Masuk Kategori Tidak Sehat

    60 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Inflasi Gorontalo Meroket Tertinggi Rata-rata Nasional, Mendagri Jewer Pemda!

    46 shares
    Share 18 Tweet 12
  • Ribuan Massa Geruduk Polda, Desak Penghentian Dugaan Kriminalisasi Adhan Dambea

    43 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Besok, Istri Wapres Gibran ke Gorontalo

    61 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Karhutla Pelita Hijau: 5.350 Pohon Kemiri dan Cengkeh Terbakar, Api Merambat ke HPT

    91 shares
    Share 36 Tweet 23
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 4 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.