Gorontalopost.id – Pengembangan Bandara Djalaludin menjadi Bandara internasional sangat dibutuhkan Gorontalo. Yang kini sedang berjuang menjadi daerah dengan status embarkasi haji penuh (EHP). Pasalnya keberadaan Bandara internasional menjadi salah satu syarat menjadi EHP. Disisi lain, pengembangan Bandara Djalaludin masih terkendala lahan.
Sehubungan dengan itu, Komisi I Deprov Gorontalo mulai menseriusi penyiapan lahan untuk mendukung pengembangan Bandara Djalaludin. Komisi I mengawali langkahnya dengan mendatangi Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo, kemarin (1/2) membahas hal itu. Pertemuan itu ikut dihadiri Dinas PUPR serta pengelola Bandara Djalaludin.
Dalam pertemuan itu, Komisi I mendengarkan paparan soal master plan pengembangan Bandara Djalaludin menjadi Bandara internasional.
Pada kesempatan tersebut, pihak Bandara menjelaskan lahan Bandara Djalaludin saat ini seluas 143 hektar. Dari jumlah itu, untuk mewujudkan peningkatan status bandara jadi bandara internasional membutuhkan tambahan luas lahan untuk bandara seluas 53 hekter.
“Luas kebutuhan lahan ini yang akan kita perjuangkan,” ujar Ketua Komisi I, AW Thalib. Menurut AW Thalib, komisi I melaksanakan evaluasi lahan dalam pengembangan bandara Djalaluddin menjadi bandara internasional. Kebutuhan lahan tersebut akan digunakan untuk pengembangan lintasan pesawat, pemindahan fasilitas hingga parkir pesawat. Semuanya harus disiapkan dengan kebutuhan lahan.
“Tadi kemudian yang kita lihat juga sisi lainnya bahwa ada tanah yang berperkara di sana kurang lebih 7000 meter. Itu sudah di ujung pengadilan dan segera akan ada putusan pengadilannya. Mudah-mudahan kita berharap bahwa kita bisa memenangkan perkara itu karena memang sudah terjadi transaksi,” ujar AW Thalib.
Di lain sisi, Komisi I juga berharap ada koordinasi dengan pemerintah daerah mengenai izin mendirikan bangunan di wilayah kerja dan wilayah kepentingan bandara yang harus dijaga.
“Jangan nanti akan ada izin-izin yang ada di wilayah kepentingan itu. Karena kita akan menuju kepada bandara internasional,” ujarnya.
Dia mengatakan, pengembangan Bandara Djalaluddin ini akan dilakukan secara bertahap. Komisi I menyiapkan beberapa opsi sebagai upaya mendorong terwujudnya pengembangan bandara menjadi bandara Internasional.
Progres Gorontalo menjadi embarkasi haji saat ini telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo salah satunya dengan mewujudkan 300 unit kamar mess haji.
“Kita sudah bebaskan tinggal direalisasi pembangunannya secara konstruksi fisiknya Nah sekarang hal yang kita upayakan adalah pengembangan bandara,” pungkasnya. (rmb)












Discussion about this post