Gorontalopost.co.id, LIMBOTO — Pelaksanaan Pekan Nasiona (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke XVll yang merupakan event nasional dan akan dilaksanakan selama sepekan sejak 20-25 Juni mendatang bukan sekedar perhelatan seremonial tetapi juga bisa menjadi mesin penggerak ekonomi rakyat.
“Ini kesempatan besar bagi masyarakat, kehadiran ribuan tamu akan menggerakkan ekonomi warga, mulai dari pemilik homestay, pedagang kecil, hingga pelaku jasa lainnya,” ujar Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi.
Bupati mengatakan, tak hanya itu, pelaku UMKM lokal juga didorong untuk memanfaatkan momentum ini dengan menghadirkan produk unggulan daerah, mulai dari kuliner khas hingga kerajinan tangan. PENAS KTNA menjadi etalase nyata potensi Gorontalo di hadapan tamu dari seluruh Indonesia.
Lonjakan jumlah peserta ini diyakini akan berdampak signifikan terhadap perputaran ekonomi lokal. Sektor perumahan warga, kuliner, transportasi, hingga UMKM dipastikan akan mengalami peningkatan aktivitas selama pelaksanaan PENAS.
“Sekitar 6.000 rumah warga telah disiapkan sebagai homestay bagi peserta, tersebar di Kecamatan Limboto, Limboto Barat, Telaga Biru, Telaga, dan Telaga Jaya dalam radius kurang lebih 7 kilometer dari lokasi utama kegiatan. Skema ini secara langsung membuka peluang pendapatan bagi masyarakat,” jelas Bupati Sofyan.
Bupati menambahkan, Pemerintah kabgor terus mematangkan persiapan menyambut hajatan tiga tahunan tersebut. Berdasarkan komunikasi dengan panitia KTNA Nasional, hingga kini sedikitnya 32 daerah telah mendaftar, dengan estimasi peserta saat ini 15 hingga 20 ribu orang.
Angka tersebut masih bersifat sementara,dan diyakini masih bertambah hingga mencapai 30 ribu. Kesiapan infrastruktur juga terus digenjot. Salah satu yang menjadi perhatian adalah revitalisasi Menara Pakaya sebagai ikon daerah, dengan nilai investasi sekitar Rp7,8 miliar hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Gorontalo bersama pihak Danantara. T
ahap awal renovasi ditargetkan rampung sebelum pelaksanaan kegiatan. Langkah ini tidak hanya mempercantik wajah daerah, tetapi juga memperkuat daya tarik Limboto sebagai pusat aktivitas dan destinasi kunjungan.
“Kesiapan masyarakat menjadi kunci utama suksesnya pelaksanaan PENAS. Keramahan, pelayanan, serta partisipasi aktif warga sangat diharapkan dalam menyambut tamu dari seluruh penjuru Indonesia, keberhasilan kegiatan ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat. Kita ingin tamu datang dengan nyaman, pulang membawa kesan baik, dan itu akan berdampak panjang bagi daerah,” tegasnya.
Dengan skala peserta yang besar dan persiapan yang terus dimatangkan, PENAS KTNA XVII 2026 diyakini tidak hanya sukses sebagai agenda nasional, tetapi juga menjadi momentum strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ekonomi lokal Gorontalo. (Wie)













Discussion about this post