logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Cendekiawan Muslim yang Sarjana Sejarah (Azyumardi Azra, 1955-2022)

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Monday, 19 September 2022
in Persepsi
0
Generasi (Terbaik) Gorontalo

Basri Amin

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Dana Abadi Rakyat Gorontalo: Menghidupkan Kembali Semangat Serambi Madinah Melalui Wakaf Produktif

Profesi-Profesi Hebat

Dari Desa Andaleh ke Gorontalo: Mengakhiri Ilusi Peternakan Berbasis Bantuan

Kota Gorontalo, ‘298’ Tahun? (Catatan Terbuka kepada Wali Kota)  

Oleh :
Basri Amin

Beliau adalah cendekiawan Paripurna. Professor yang terang-benderang membuktikan marwah (panggilan) “profession” dan konsisten menjaga tanggung jawab Toga Hitam kesarjanaannya. Baktinya untuk Indonesia terpantul dari sikap-sikap hidup, keteladanan, dan karya-karyanya. Negeri ini sungguh berbangga (pernah) ‘melahirkan’ seorang Azyumardi Azra, Sang Mahaguru Kajian Sejarah Islam Asia Tenggara. Karya seminalnya, Jaringan Ulama: Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVII (1992 [1994]) dipuji di tingkat dunia. Karya ini dirujuk oleh hampir semua studi-studi Islam dan Asia Tenggara di Barat dan di Timur.

Untuk menghasilkan karya hebat ini, lebih dua tahun beliau melakukan studi di Aceh, Jakarta, Ujung Pandang, Yogyakarta, Kairo, Makkah, Madinah, Leiden, New York, dst. Hasilnya adalah sebuah disertasi yang dipuji di Universitas Columbia (1992). Tapi, Azyumardi (tetap) menyebut karyanya sebagai “langkah awal dalam upaya menyelidiki sejarah sosial dan intelektual ulama dan pemikiran Islam di Indonesia”. Rendah hati betul! Padahal, tidak kurang dua puluh delapan manuskrip langka telah dikaji olehnya sekian tahun; membaca dan merujuk sekitar lima belas jurnal ilmiah tingkat dunia tentang Indonesia, Asia, Timur Tengah dan Islam. Selanjutnya, tidak kurang dari lima ratus enam puluh tiga artikel, disertasi, dan literatur yang dipelajari dan dirujukan dengan sangat ketat dalam penulisannya.

Beginilah ciri-ciri sarjana dan cendekiawan yang sebenarnya: intim dengan rujukan, luas bacaannya, gigih belajar dan mencari data, jujur-kritis merujuk karya orang lain, persisten menyelidiki dan menghayati subject matter yang dikajinya, dan mendalam pemahamannya. Temuan-temuan dan gagasan harus dibuka di depan mata sarjana lain atau di tengah-tengah community of scholars.

Hari-hari ini, menjadi sarjana, pakar, birokrat, profesional, politisi, dan aktivis, ukurannya relatif mudah ditandai. Dewasa ini kita juga makin mudah menemukan kalangan “cerdik-pandai-terpelajar…”. Gelar-gelar akademis adalah bagian dari “pesta” foto-foto, “selebrasi” acara oleh kawanan sendiri, dan “panggung” klaim diri yang dipublikasi. Padahal, keringat-karya, isi kepala, wawasan hidup, dan penghayatan kesarjanaan lebih tampak sebagai “tambal-sulam” yang terus-terusan dihiasi cahaya kepalsuan.

Cendekiawan, kendati adalah juga sebuah status dan pencapaian yang tak terpisah dengan kerja-kerja pengetahuan–, tapi sesungguhnya keberadaan cendekiawan tak begitu jelas di masa sekarang. Bukankah semua orang dengan mudah mengumpul pengetahuan dan membangun status keterpelajaran?. Tentang bidang apa saja! Anda percaya atau tidak padanya, soal teruji-tidak isinya, itu soal lain. Dalam perkara “ilmu” pun, di mana-mana “pasar-bebas” sudah terbuka. Sarjana dan gelar sudah di mana-mana.

Bahkan kini, yang lebih sering tampak di permukaan adalah sebuah gejala kesarjanaan yang, sebagaimana pernah dinyatakan oleh Bung Hatta, yakni tentang “intelektual yang disewa oleh para penguasa” (Hatta, 1984).

Jika cendekiawan adalah para pemikir, maka kampus adalah gudangnya cendekiawan. Tapi, sungguh benarkah demikian? Mengakukah dengan status tersebut bagi mereka yang bekerja di kampus? Jika cendekiawan harus bergelar akademis, apakah jejak cendekiawan besar dalam sejarah dunia meniscayakan gelar? Atau, apakah cendekiawan haruslah beririsan dengan jabatan tertentu di ranah publik?

Posisi “cendekiawan” sepertinya membawa persoalan tersendiri. Terutama, bagi mereka yang hendak, atau yang sudah merasa, pantas menyandang sebutan (sebagai) Cendekiawan –-dengan “C” besar–, dengan label tambahan lainnya. Di sisi lain, haruskan cendekiawan punya organisasi? Apa saja bentuk-bentuk karya dan kerjanya sehingga ia dipandang pantas hadir di sebuah masyarakat yang maju kebudayaannya?

Berkaca dari Professor Azyumardi Azra (1955-2022), semoga kita semua dan negeri tercinta ini masih terus tumbuh dan melahirkan anak-anak negeri yang teguh dalam mengerjakan tugas-tugas keilmuannya. Beliau tak pernah berhenti bekerja untuk keluhuran “kebajikan publik” di mana falsafah, sejarah, ilmu, biografi, dan agama menjadi sumber yang senantiasa segar dan menyegarkan nalar dan nurani kita sebagai bangsa dan sebagai umat Manusia. Di antara sekian banyak karya hebat Prof. Azyumardi Azra adalah “Perspektif Islam di Asia Tenggara (Columbia, 1988-1989). Sebuah karya suntingan yang sangat berharga karena berhasil mengurai banyak rujukan terkemuka dan menilainya.

Kendati demikian, bagi kita di Utara Sulawesi, khususnya Gorontalo, peta penting penyebaran Islam Nusantara ternyata “tidak terlihat” bahwa kita punya relasi islamisasi dengan Sulu (1450) dan Mangindanau (1480), melainkan secara jelas melalui jalur Ternate, Maluku Utara (1490) ke Manado dan Gorontalo (1495). Terima kasih Prof. Azyumardi. Selamat kembali kepadaNya. ***

Tags: basri aminketua dewan perspersepsiprof Azyumardi Azraspektrum sosial

Related Posts

Ridwan Monoarfa

Dana Abadi Rakyat Gorontalo: Menghidupkan Kembali Semangat Serambi Madinah Melalui Wakaf Produktif

Friday, 17 April 2026
Basri Amin

Profesi-Profesi Hebat

Monday, 13 April 2026
Ridwan Monoarfa

Dari Desa Andaleh ke Gorontalo: Mengakhiri Ilusi Peternakan Berbasis Bantuan

Saturday, 11 April 2026
Basri Amin

Kota Gorontalo, ‘298’ Tahun? (Catatan Terbuka kepada Wali Kota)  

Monday, 6 April 2026

Mengulik Variabel Identitas, Norma, dan Reproduksi Permusuhan Pada Konflik Iran-Israel-Amerika Serikat

Thursday, 2 April 2026
Yusran Lapananda

Kemandirian Fiskal Daerah Sebuah Keharusan

Thursday, 2 April 2026
Next Post
Tol Cipali KM 136 Memakan Korban Jiwa Usai Terjadi Kecelakaan Antara Mobil Elf dan Truk

Tol Cipali KM 136 Memakan Korban Jiwa Usai Terjadi Kecelakaan Antara Mobil Elf dan Truk

Discussion about this post

Rekomendasi

Imran Rahman

Viral Siswi SMP di Kabgor Di-bully, Orang Tua Pelaku Justeru Minta Proses Hukum

Thursday, 16 April 2026
Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pohuwato resmi melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dalam perkara dugaan pemalsuan surat kepada Kejaksaan Negeri Pohuwato, Senin (13/4/2026).

Oknum ASN Diduga Palsukan Akta Kematian

Thursday, 16 April 2026
Oknum Kades di Pohuwato saat diperiksa sebagai tersangka, dan dilakukan penahanan terkait dengan dugaan aktivitas PETI. (foto: istimewa)

Jadi Bos PETI Oknum Kades Dibui, Kerahkan Eskavator Keruk Material Tambang di Sungai Alamutu

Wednesday, 15 April 2026
Tersangka dugaan penganiayaan ibu kadung diborgol polisi.

Miris, Anak Sayat Ibu Kandung Hingga Berdarah

Friday, 17 April 2026

Pos Populer

  • Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pohuwato resmi melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dalam perkara dugaan pemalsuan surat kepada Kejaksaan Negeri Pohuwato, Senin (13/4/2026).

    Oknum ASN Diduga Palsukan Akta Kematian

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Profesi-Profesi Hebat

    127 shares
    Share 51 Tweet 32
  • Putra Gorontalo Calon Wali Kota Jaksel

    90 shares
    Share 36 Tweet 23
  • Jadi Bos PETI Oknum Kades Dibui, Kerahkan Eskavator Keruk Material Tambang di Sungai Alamutu

    62 shares
    Share 25 Tweet 16
  • Oknum Pegawai BSG Bobol Brankas, Kerugian Rp 13,1 Miliar, Termasuk Kuras Rekening Dormant

    51 shares
    Share 20 Tweet 13
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.