logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Arus Eril

Lukman Husain by Lukman Husain
Saturday, 11 June 2022
in Disway
0
Bencana Sapura

DISWAY

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Satpam MBG

Anak Telur

Sakit Jantung

Dua Menit

KALAU di sungai Indonesia, orang tenggelam seperti putra sulung Ridwan Kamil itu akan mengapung dalam 3 hari. Maju sehari atau mundur sehari.

Sedang jenazah Emmeril Kahn Mumtadz baru mengapung setelah 13 hari. Eril, begitu nama panggilannya, memang tenggelam di Swiss. Di negara dingin. Di sungai yang Anda sudah tahu: Aare. Suhu di dalam sungai itu, untuk musim seperti ini bisa 5 derajat Celsius. Bandingkan dengan suhu umumnya sungai di Indonesia: 29 derajat.

Perbedaan suhu itu memengaruhi lamanya proses pembusukan mayat. Semakin banyak udara mengisi bagian dalam mayat semakin membuat mayat cepat mengapung.

Sampai saat ini belum jelas benar bagaimana Eril bisa tenggelam. Ia pemuda yang sehari-hari suka berenang. Menurut penuturan orang dekat keluarga itu renanglah olahraga yang paling sering dilakukan Eril –di samping sepak bola. “Waktu kecil mah sukanya petak umpet,” ujar Kang Hendar yang mengasuh Eril sejak kecil.

Eril suka renang di Gegerkalong. Yakni di kolam renang Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) –yang kalau di Bandung sering dipelesetkan sebagai singkatan dari universitas padahal IKIP.

Maka wajar kalau setibanya di Bern, Eril ingin segera berenang. Di ibu kota Swiss itu kolam renang paling besar adalah di sungai Aare. Di pagi hari udara Bern sekitar 15 derajat Celsius. Tidak terlalu dingin untuk ukuran orang Bandung. Tapi di dalam sungai Aare bisa jadi masih sangat dingin –bisa sekitar 5 derajat.

Tubuh kita bisa dengan cepat mengalami hypothermia. Pada suhu air 5 derajat, kalau menyelam harus sudah memakai pakaian khusus, dry suite. Yang bisa memberikan thermal insulation bagi tubuh kita dari air sekeliling kita yang dingin.

Kota Bern –duh, indahnya– memang di ketinggian sekitar 550 meter. Kota ini praktis di lereng gunung yang hampir selalu bersalju. Air lelehan salju itulah yang mengalir ke Aare. Yakni sungai yang panjangnya lebih 200 Km –untuk kemudian bermuara di sungai Rhein, menuju laut di utara Jerman.

Sebagai mahasiswa teknik mesin IT, hampir lulus, mestinya Eril tahu logika-logika itu. Memang sungai ini, mestinya, tidak punya arus yang kuat. Ia tahu itu. Air sungai Aare ditahan oleh dam. Tidak terlalu jauh dari lokasi Eril berenang ada dam terkenal: Marzili Freibad. Itu bendungan tua. Dibangun tahun 1930-an.

Banyak bendungan seperti itu di sepanjang sungai Aare. Yakni untuk mengendalikan banjir. Mengurangi erosi. Menghasilkan listrik.

Arus deras air sungai Aare harusnya dihentikan oleh dam seperti itu. Maka di bagian pusat kota Bern, air sungai Aare sangat dalam. Termasuk di bagian Tierpark, tempat Eril memasuki sungai Aare.

Banyak titik di sepanjang sungai Aare itu yang biasa dipakai ”turun” ke sungai. Yang paling populer memang yang di Tierpark itu. Inilah bagian sungai yang paling dekat dengan pusatnya pusat kota. Yakni bagian kota yang paling bersejarah di Bern.

Tidak jauh dari tempat Eril masuk ke sungai ada jembatan kecil. Bukan jembatan utama. Banyak orang hanya berjalan kaki menyeberangi jembatan ini. Dari Bern sisi sini ke Bern sisi ”sono”. Sambil menikmati indahnya sungai Aare di bawah jembatan.

Jembatan-jembatan besar yang menghubungkan dua sisi kota Bern dibangun lebih ke bagian utara kota. Ada sembilan jembatan besar yang melintas di atas Aare di dalam kota Bern. Jembatan-jembatan itu sangat sibuk oleh lalu-lintas. Bising. Itulah kendaraan antar kota dan antar negara di Eropa.

Sedang di bagian sekitar Tierpark-nya Eril ini ketenangan Bern tidak terganggu oleh hiruk pikuk semua itu. Kanan kiri sungai penuh dengan taman. Bahkan ada kebun binatangnya –dengan 3.000-an koleksi. Di taman-taman di pinggir sungai Aare ini sering terlihat wisatawan menggelar lesehan. Duduk-duduk di situ. Melamun. Telentang di situ. Berjemur. Terutama di musim hangat seperti sekarang ini.

Di taman-taman pinggir sungai itulah beberapa papan besi dipasang. Isinya pengumuman. Ditulis dalam lima bahasa –tidak ada Jepang, Mandarin dan Indonesia. Bunyinya: baca sendiri. Terutama bahasa yang paling atas itu (lihat foto).

Eril memenuhi syarat papan pengumuman itu. Ia muda. Perenang. Pinter. Sudah punya pacar –pasti tidak mau pacarnya kehilangan dirinya. Dan cuaca baik-baik saja. Sangat baik. Sejuk. Cerah. Indah.

Di sepanjang pinggir sungai Aare juga tersedia pelampung. Banyak. Gratis. Tinggal mengembalikan ke tempatnya kalau sudah selesai dipakai.

Saya minta maaf. Saya gagal mendapat keterangan ini: apakah Eril masuk ke air Aare lewat pinggir sungai –ada tangga untuk masuk ke air– atau terjun dari jembatan di Tierpark yang sering dipakai jalan-jalan itu. Tidak ada larangan terjun dari jembatan itu. Beberapa perenang melakukannya.

Keterangan detail peristiwa ini memang sangat terbatas. Keluarga Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memang sangat berduka. Tidak banyak bicara soal peristiwa. RK memang sempat menulis agak panjang di medsos. Tapi lebih banyak berisi sikap batinnya atas kehilangan anak sulungnya itu. Hanya sedikit pernah disinggung di medsos RK: bahwa pagi itu Eril sempat melemparkan pelampung kepada adiknya. Hanya itu.

Siapa yang duluan masuk ke air belum terungkap. Apakah Eril langsung menyelam belum tahu. Apakah perbedaan suhu badannya yang masih lelah, dengan air yang masih dingin jadi penyebabnya, tidak tahu.

Kesedihan keluarga RK tentu sangat dalam. Apalagi tidak segera ada kepastian di mana Eril. Kalau menyelam kok lama. Kalau tenggelam kok mustahil. Yang jelas Eril tidak segera muncul dari dalam air. Pun sampai sore harinya. Sampai besoknya. Lusa. Lusanya lagi. Seminggu kemudian. Pun sampai Eril dinyatakan sudah meninggal tanpa tahu kebenarannya.

Sang ayah akhirnya merelakannya. Demikian juga Sang ibu. Dan seluruh keluarga. Mereka pun pulang ke Indonesia dengan begitu duka.

Saya masih di pedalaman Kaltim ketika berita duka itu sampai ke publik. Saya pun bikin janji untuk bertemu RK. Mestinya Jumat kemarin. Dengan komitmen hanya untuk ikut berduka. Tidak sedikit pun menyinggung soal peristiwa. Alasannya: RK masih sering menangis kalau bercerita soal itu.

Ya sudah. Saya pun ke Jakarta untuk menuju Bandung. Ternyata RK harus berangkat ke Swiss lagi. Ada berita dari sana: sesosok mayat ditemukan mengapung di bendungan Marzili Freibad. Di bendungan tua itu. Hampir pasti itu anak RK. Tapi harus dipastikan secara ilmiah apakah itu Eril. Kedatangan RK ke sana untuk pencocokan DNA. Sekalian mengurus kepulangan jenazah. Yang diperkirakan tiba di Bandung hari ini. Atau besok pagi.

Eril adalah simbol perjuangan hidup rumah tangga RK. Begitu lulus teknik arsitektur Institut Teknologi Bandung (ITB) RK mencari beasiswa khusus. Yakni yang bisa kuliah S-2 sekaligus bisa magang di kantor arsitek terkemuka.

Ia dapatkan beasiswa itu. Di Amerika. Sekaligus bisa magang. Tujuan magang itu dua: cari pengalaman langsung dan mendapatkan gaji.

Eril lahir di New York ketika RK dalam status magang itu. Tapi kantor magangnya lagi mengurangi tenaga kerja. RK terkena ”PHK” justru ketika istrinya akan melahirkan Eril.

Di Amerika, RK mendalami perencanaan kota. Ia lantas bekerja di perusahaan arsitek di Hong Kong. Saat itulah RK sering ke Tiongkok. Ia ikut merancang banyak proyek di berbagai kota di Tiongkok.

RK punya karya arsitektur sangat banyak. Sering juga memenangkan penghargaan. Arsitektur masjid-masjid yang ia rancang sangat kontemporer. Saya juga sempat mendapat jasanya: ia merancang hotel bintang lima milik BUMN di Nusa Dua, Bali. Bagus sekali. Hotel Inaya.

RK tidak hanya merancang untuk orang lain. Rumahnya sendiri, di Bandung, menjadi icon kota itu. “Rumah Botol” ujar orang Bandung. Pagar rumah itu terbuat dari ribuan botol kaca.

Eril memilih tinggal di rumah itu ketika orang tua mereka pindah ke rumah dinas gubernur Jabar. Eril ingin mandiri. Ia punya usaha kecil-kecilan. Salah satunya: menyewakan mobil VW untuk pengantin. Kadang ia sendiri yang menjadi sopirnya.

Eril tidak mengikuti jejak bapaknya sebagai arsitek. Tapi ia ikut cara sang ayah untuk melanjutkan pendidikan. Ia ke Swiss antara lain untuk mencari beasiswa S-2. Ia akan berhasil –seandainya tidak tenggelam pagi itu. Sudah garis tangannya: lahir di Amerika, meninggal di Eropa. (Dahlan Iskan)

Tags: Dahlan IskanDisway

Related Posts

Sakit Jantung

Sakit Jantung

Saturday, 25 July 2026
Anak Telur

Anak Telur

Saturday, 25 July 2026
Satpam MBG

Satpam MBG

Saturday, 25 July 2026

Dua Menit

Wednesday, 22 July 2026
Burger Tempe

Burger Tempe

Tuesday, 21 July 2026
Paket Roaming

Paket Roaming

Sunday, 19 July 2026
Next Post
Peternak Pilih Pasok Sapi ke Kalimantan, Keuntungan Bisa Lebih Besar

Peternak Pilih Pasok Sapi ke Kalimantan, Keuntungan Bisa Lebih Besar

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 22 Juli 2026

Rekomendasi

11 WNA dan Dua Awak Kapal Hilang di Teluk Tomini, Tim SAR Sisir Jalur Pelayanan

11 WNA dan Dua Awak Kapal Hilang di Teluk Tomini, Tim SAR Sisir Jalur Pelayanan

Saturday, 25 July 2026
Febrie Ditahan Tanpa Diborgol dan Rompi Tahanan, Kejagung: Sudah Malam

Febrie Ditahan Tanpa Diborgol dan Rompi Tahanan, Kejagung: Sudah Malam

Saturday, 25 July 2026
11 WNA Ditemukan Selamat, Satu Awak Kapal Masih Hilang di Teluk Tomini

11 WNA Ditemukan Selamat, Satu Awak Kapal Masih Hilang di Teluk Tomini

Saturday, 25 July 2026
Sakit Jantung

Sakit Jantung

Saturday, 25 July 2026

Pos Populer

  • AHM Technical Skill Contest 2026, PT DAW Utus Dua Wakil Terbaik

    AHM Technical Skill Contest 2026, PT DAW Utus Dua Wakil Terbaik

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Kasus Penganiayaan Guru Dua Tahun Mandek. Kasatreskrim Pastikan Pekan Ini Berkasnya ke Kejaksaan

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Gorontalo Siaga Kemarau, Gubernur Terbitkan Edaran, Waspada Krisis Air Bersih

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Wagub Gorontalo Idah Syahidah Hadiri Bahagia QRIS Fest 2026 di Limboto

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Spanyol, Bola, dan Islam

    45 shares
    Share 18 Tweet 11
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.