logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Headline

Pasar Senggol, Marten Tak Ingin Ambil Resiko

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Wednesday, 21 April 2021
in Headline
0
Pasar Senggol, Marten Tak Ingin Ambil Resiko

MASIH SEPI - Kawasan pusat Kota Gorontalo masih sepi dari aktivitas pasar senggol, Senin (19/4) malam. Padahal biasanya, jelang pertengahan ramadan, sudah mulai dilakukan pengkaplingan pasar senggol. (foto : natha / gorontalo post)

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Lapas Perempuan Gorontalo Gelar Apel Ikrar, Tegaskan Komitmen Bebas Narkoba dan Handphone ilegal

Gubernur Gusnar Ismail Evaluasi Realisasi APBD Pemprov Gorontalo , Fisik dan Keuangan Lampaui Target, Lima OPD Realisasi Tertinggi

Polda Gorontalo Limpahkan Kasus Pelanggaran Hak Cipta ke Kejaksaan, Ka Kuhu Diangkut Mobil Tahanan

Semarak HBP ke-62, PIPAS LPP Gorontalo Ikut Donor Darah

GORONTALO – GP – Jelang pertengahan ramadan selain lebih meningkatkan amalan ibadah, yang paling ditunggu biasanya adalah pasar senggol. Pasar rakyat yang hanya ada di bulan ramadan ini menjadi pusat perputaran ekonomi warga, tapi kini kabar keberlangsungan pasar senggol tak pasti. Bisanya, saat-saat seperti sekarang ini, kawasan pusat Kota Gorontalo sudah mulai ramai dengan pengkaplingan lokasi pasar senggol, tenda-tenda pedagang juga sudah mulai dibangun, Senin (19/4) kemarin, aktivitas itu tak nampak.

Walikota Gorontalo, Marten Taha, sepertinya tak ingin ambil resiko dengan memutuskan sendiri mengizinkan pelaksanaan pasar senggol tahun ini, pertimbanganya adalah pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Tahun lalu, saat pandemi baru mulai melanda, pasar senggol ditiadakan sama sekali, bahkan toko dan departmen store dilarang beroperasi.

“Untuk pasar senggol, kami belum putuskan dilaksanakan atau tidak,” kata Walikota Gorontalo, Marten Taha ketika diwawancarai sejumlah wartawan baru-baru ini. Menurut Marten, pelaksanaan pasar senggol tidak hanya di Kota Gorontalo, namun juga dilaksanakan dibeberapa daerah, seperti di Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Pohuwato. Menurutnya, karena berlangsung sama di beberapa daerah, pelaksanaan pasar senggol harus menunggu keputusan dari provinsi.

“Sehingga, kita masih akan menunggu koordinasi dengan Forkopimda provinsi. Rapatnya kapan dilaksanakan ? Nanti kita tunggu. Yang jelas tadi kami belum putuskan,” ungkap Marten.  Ketua DPD II Golkar Kota Gorontalo ini mengatakan, pasar senggol ini merupakan persoalan yang krusial disaat pandemi Covid-19. Jika pelaksanaannya diizinkan, kata Marten, pihaknya akan melakukan pengaturan sedemikian rupa, hingga tidak terjadi penumpukan orang.

Padahal, namanya pasar senggol pasti terjadi penumpukan orang. “Kalaupun diizinkan, kita akan melakukan pembatasan yang ketat. Seperti membatasi jumlah pedagang dan pengunjung dan hanya akan dibuka dibeberapa ruas jalan saja. Itu kalau diizinkan ya. Sekali lagi kami belum putuskan,” pungkas Marten.

Sementara itu, pantauan Gorontalo Post, di beberapa ruas jalan yang biasanya menjadi lokasi pasar senggol tiap tahun, belum ada aktivitas apapun. Ini berbanding terbalik dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana biasanya memasuki hari ke 7 ramadan, sudah mulai ada petugas yang melakukan pengukuran lapak-lapak yang akan ditempati para pedagang.

Pasar senggol biasa dilaksanakan pertengahan ramadan hingga sehari sejalang Idul Fitri. Agus Daud salah satu pedagang yang setiap tahun menjajakan barang dagangannya di pasar senggol, berharap agar pemerintah dapat mengizinkan pelaksanaan pasar senggol tahun ini. Dirinya memastikan akan menaati berbagai aturan yang akan diberlakukan dalam rangka mencegah penularan Covid-19.

“Kalau mo ditanya ke saya pak, saya suka sekali pasar senggol tahun ini diadakan. Kalo ada aturan soal Corona, saya mo dengar pak,” ujar Agus ketika ditemui Gorontalo Post, Senin (19/4) kemarin.

Menurut Agus, pasar senggol ini satu-satunya momen untuk mendongkrak pendapatannya. “Ti pak juga pasti tau, kalo puasa bagini, pasti samua orang pegang doi. Kong samua pasti mo ba balanja dorang pe kebutuhan lebaran. Ini torang pe kesempatan pak mo ba cari doi pak. Kalo pasar harian, torang so setengah mati,” terang Agus.

SENGGOL MARISA

Sama seperti Marten Taha, Bupati Pohuwato Siapul Mbuinga juga belum memastikan pasar senggol di Marisa digelar atau tidak. Menurut Saipul, Pemda masih akan duduk bersama dengan Forkopimda untuk memastikannya. Begitu pun dengan malam pasang lampu, atau festival tumbilotohe yang digelar tiga hari jelang Idul Fitri, Pemda juga belum memastikan memberikan izin pelaksanaan malam pasang lampu atau tidak. “Tentang pelaksanaan pasar senggol dan (malam) pasang Lampu itu, pemerintah daerah belum mengambil keputusan untuk itu. Kami akan rapat dulu di tingkat Forkopimda, pelaksanaan dalam waktu dekat. Jadi resminya nanti akan kami sampaikan dalam waktu dekat. Belum ada juga petunjuk dari provinsi,” pungkasnya.

SENGGOL KABGOR

Sementara itu, di Kabupaten Gorontalo, pasar senggol miliki ‘lampu hijau’ untuk digelar. Pemda Kabupaten berencana membuka pasar senggol dan sedang mempersiapkan mekanisme pelaksanaan pasar senggol di daerah ini. Bahkan, Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo, melalukan pengecekan langsung pada lokasi rencana pelaksanaan pasar senggol. “Ini untuk perekonomian rakyat, kita berencana membuka Senggol, makanya kita turun mengecek kesiapan lolasi-lokasi,” ungkap Bupati Nelson Pomalingo usai meninjau pasar Kamis Molohu Kecamatan Tolangohula yang bakal dijadikan lokasi Pasar Senggol, Senin (19/4). Lebih lanjut Nelson menjelaskan rencananya pasar tahunan ini tidak terpusat di satu titik saja. Tetapi pelaksanaannya di setiap kecamatan.
“Lokasinya menyebar, jadi selama ini ada lima titik. Limboto, Telaga, Tibawa, Pulubala, dan Bongomeme-Batudaa, dan Tolangohula. Kita harap tak hanya di lima titik itu tetapi di semua kecamatan ada, sehingga tidak terjadi penumpukan. Juga terjadi efisiensi, contohnya warga Asparaga tidak harus berbelanja di kota,” ungkap Nelson.

Kehadiran senggol ini bagian upaya pemerintah dalam memulihkan ekonomi warga, terlebih menjelang Ramadan kebutuhan warga meningkat. “Yang penting juga ekonomi berjalan, semangat berekonomi ada. Sehingga rem kita lakukan, tapi gas juga. Rem ini pencegahan, dan gas itu geliat ekonomi. Jadi dua-dua kita lakukan,” tambah bupati.

Selain itu Kepala Dinas Kesehatan DR Rony Sampir menambahkan, pembukaan senggol tentunya akan disesuaikan dengan kondisi pandemi saat ini. “Kita akan kerja sama dengan Perindag. Senggol akan dibuka dengan syarat pasar memiliki pengurus tetap, dan mengajukan permohonan ke pemerintah. Pedagang juga wajib divaksin dan menjalani Swab Tes Antigen (PCR), jadi sebelum pasar dibuka kita pedagang sudah dipastikan bersih dari Covid-19. Selain itu penerapan protokol kesehatan harus diterapkan secara ketat, jarak pedagang diatur, pedagang dan pembeli wajib pakai masker, harus ada tempat cuci tangan di pintu masuk, dan protokol lainnya,” jelas Rony.

Nantinya setiap pasar akan dipantau oleh Satgas Covid-19 di masing-masing kecamatan. Satgas ini beranggotakan tim dari Puskesmas, Babinsa, dan Babinkantibmas. Mereka akan mengevaluasi pelaksanaan pasar senggol ini. Jika memang pada pelaksanaannya nanti ada pedagang yang tak mengindahkan aturan protokol kesehatan, bisa jadi tak akan mendapat izin jualan, atau jika ditemukan pelanggaran Protkes secara terus menerus di lokasi, maka pasar berpotensi ditutup. (ayi/rwf/nat)

Tags: Covid-19gorontalogorontalo postkabupaten gorontalokabupaten pohuwatoKota GorontalomarisaMarten Tahaneslon pomalingoPasar Senggolramadan 1442saipul mbuingasenggol

Related Posts

Pelaksanaan Apel Ikrar Bebas Narkoba dan Handphone yang dilaksanakan dan diikuti oleh seluruh pegawai dilingkungan Lapas Perempuan Kelas III Gorontalo, Jum'at (17/4/2026). (F. Diyanti/Gorontalo Post)

Lapas Perempuan Gorontalo Gelar Apel Ikrar, Tegaskan Komitmen Bebas Narkoba dan Handphone ilegal

Friday, 17 April 2026
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat memimpin Rapim secara virtual melalui Zoom Meeting dari rumah jabatan gubernur, Rabu (15/4/2026). (Foto : Mila/diskominfotik)

Gubernur Gusnar Ismail Evaluasi Realisasi APBD Pemprov Gorontalo , Fisik dan Keuangan Lampaui Target, Lima OPD Realisasi Tertinggi

Friday, 17 April 2026
Polda Gorontalo Limpahkan Kasus Pelanggaran Hak Cipta ke Kejaksaan, Ka Kuhu Diangkut Mobil Tahanan

Polda Gorontalo Limpahkan Kasus Pelanggaran Hak Cipta ke Kejaksaan, Ka Kuhu Diangkut Mobil Tahanan

Thursday, 16 April 2026
PIPAS LPP Gorontalo saat mengikuti kegiatan donor darah dalam rangka Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 di Kanwil Ditjenpas Gorontalo, Kamis (16/4/2026). (F. Istimewa)

Semarak HBP ke-62, PIPAS LPP Gorontalo Ikut Donor Darah

Thursday, 16 April 2026
Pelaksanaan Musrenbang Kota Gorontalo yang berlangsung di halaman kantor Wali Kota Gorontalo, Rabu (15/4) malam. (foto: vanni ashari/mg/gorontalo post)

Dari Pelaksanaan Musrenbang Pemerintah Kota Gorontalo, Target Ekonomi Tumbuh 5,8 Persen, Kemiskinan Menyusut 5,22 Persen

Thursday, 16 April 2026
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gorontalo Tri Mayudin(Foto : Lidya/Gorontalo Post)

Layanan BPJS Kesehatan, Gorontalo Didominasi Pasien Hipertensi

Thursday, 16 April 2026
Next Post
Pedagang Diminta Manfaatkan Kontainer Sampah

Pedagang Diminta Manfaatkan Kontainer Sampah

Discussion about this post

Rekomendasi

Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pohuwato resmi melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dalam perkara dugaan pemalsuan surat kepada Kejaksaan Negeri Pohuwato, Senin (13/4/2026).

Oknum ASN Diduga Palsukan Akta Kematian

Thursday, 16 April 2026
Oknum Kades di Pohuwato saat diperiksa sebagai tersangka, dan dilakukan penahanan terkait dengan dugaan aktivitas PETI. (foto: istimewa)

Jadi Bos PETI Oknum Kades Dibui, Kerahkan Eskavator Keruk Material Tambang di Sungai Alamutu

Wednesday, 15 April 2026
Imran Rahman

Viral Siswi SMP di Kabgor Di-bully, Orang Tua Pelaku Justeru Minta Proses Hukum

Thursday, 16 April 2026
Tersangka dugaan penganiayaan ibu kadung diborgol polisi.

Miris, Anak Sayat Ibu Kandung Hingga Berdarah

Friday, 17 April 2026

Pos Populer

  • Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pohuwato resmi melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dalam perkara dugaan pemalsuan surat kepada Kejaksaan Negeri Pohuwato, Senin (13/4/2026).

    Oknum ASN Diduga Palsukan Akta Kematian

    157 shares
    Share 63 Tweet 39
  • Profesi-Profesi Hebat

    126 shares
    Share 50 Tweet 32
  • Putra Gorontalo Calon Wali Kota Jaksel

    90 shares
    Share 36 Tweet 23
  • Jadi Bos PETI Oknum Kades Dibui, Kerahkan Eskavator Keruk Material Tambang di Sungai Alamutu

    61 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Oknum Pegawai BSG Bobol Brankas, Kerugian Rp 13,1 Miliar, Termasuk Kuras Rekening Dormant

    51 shares
    Share 20 Tweet 13
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.