logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Naik Lagi

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Tuesday, 9 February 2021
in Disway
0
Naik Lagi
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

PISA BBM

Kabawa Hente

Eksklusif Mati

Target Selawat

Oleh:
Dahlan Iskan

Hahaha…. D-dimer saya ternyata naik lagi.

Itulah hasil tes darah saya kemarin. Naik dari 1.300 menjadi 1.400. Dalam waktu satu minggu.

Itu berarti tidak normal: masih terjadi penggumpalan darah di darah saya. Angka itu harusnya maksimum 500.

Berita baiknya: fungsi liver saya sudah kembali normal. Saat terkena Covid-19 bulan lalu fungsi liver saya terganggu: SGOT/SGPT-nya  sampai 160/100. Padahal maksimum hanya boleh 33/50.

Gangguan fungsi liver itu sudah hilang. Hasil tes darah kemarin SGOT/SGPT-nya luar biasa bagus: 21/29. Mungkin lebih bagus dari liver Anda.

Tapi D-dimer-nya itu lho. Kok tidak turun-turun. Bahkan naik lagi sedikit. Padahal hasil tes darah lainnya semuanya sudah bagus.

Perlukan saya masuk rumah sakit? Untuk menormalkannya? Misalnya, dengan jalan diinfus?

“Dari pandangan saya tidak perlu,” ujar dokter Jefrey Daniel Adipranoto, anggota tim dokter Covid yang menangani saya itu. “Kalau pun bisa diinfus, kalau infusnya habis akan kembali tinggi lagi,” tambahnya.

“Dosis obatnya saja yang kita naikkan. Dari 15 mg ke 20 mg,” tambahnya. “Kita lihat satu minggu lagi,” katanya.

Itulah obat Xarelto. Pengencer gumpalan darah.

Sejak Covid saya negatif, yakni sejak keluar dari RS, saya memang dibekali pil itu. Satu hari ditelan satu kali. Malam hari. Waktu opname karena  Covid, obatnya disuntikkan lewat kulit perut, sehari dua kali. Itulah yang berhasil menurunkan D-dimer saya dari 2.600 ke 1.100. Tiga hari setelah di rumah naik jadi 1.300. Seminggu berikutnya, kemarin, naik jadi 1.400 itu.

Maka akan saya coba lagi satu minggu lagi. Dengan dosis baru. Kalau pun tidak berhasil belum tahu harus bagaimana.

Pernah muncul pertanyaan pribadi seperti ini: jangan-jangan D-dimer saya sudah tinggi sejak sebelum terkena Covid. Itu yang saya tidak punya angka pembanding. Seumur hidup belum pernah tes D-dimer.

“Jangan-jangan semua orang yang dipasangi ring di saluran darahnya, punya kecenderungan D-dimer-nya tinggi,” kata saya dalam hati.

Sayangnya saya tidak punya angka pembanding. Seumur-umur belum pernah tes D-dimer.

Memang test D-dimer ini baru populer setelah ada Covid. Bahkan baru akhir-akhir ini saja. Seperti juga tes vitamin D. Yang sebelum ada Covid  selalu kita abaikan.

Saya tidak pernah tahu kalau level vitamin D itu paling rendah harus 40. Atau 35. Padahal, umumnya orang Indonesia, –biar pun di negara tropis– kekurangan vitamin D. Waktu kena Covid bulan lalu, vitamin D saya hanya 23,4. Bahkan anak saya yang tidak tertular Covid, Vitamin D-nya hanya 16.

Vitamin D dan D-dimer adalah dua kosa kata yang baru digalakkan di masa Covid.

“Tiongkok-lah yang pertama menggunakan D-dimer untuk menangani Covid-19,” ujar dokter Benjamin Chua, ahli saluran darah dari Singapura. Dokter Ben-Chua-lah yang memasang 176 ring di saluran darah utama saya sepanjang setengah meter tiga tahun lalu.

D-dimer itu digunakan di Tiongkok setelah melihat banyak orang meninggal bukan karena virus Covid-nya. Melainkan karena serangan jantung, stroke dan gangren di kaki. Yang semua itu terkait dengan banyaknya gumpalan darah di dalam darah. Yang kemudian saya istilahkan dengan ‘cendol darah’ di dalam darah.

Karena itu sewaktu D-dimer saya tidak kunjung turun, dokter Ben-Chua menyarankan kaki saya di-ultrasound. Siapa tahu terjadi penggumpalan darah di kaki. Kenapa di kaki? “Karena banyak terjadi kasus seperti itu,” ujarnya.

Dokter Hanny Handoko, ketua tim dokter saya, lantas bertanya: apakah ada keluhan di kaki? “Tidak ada,” jawab saya. Dokter pun memeriksa kaki saya. Tidak terlihat ada tanda apa-apa.

“Kasus penggumpalan darah di kaki memang banyak. Tapi itu hanya terjadi di ras kulit putih,” ujar dokter Jefrey yang setelah lulus dari Unair kuliah lagi di Amsterdam dan Leiden. Selama 10 tahun. “Untuk orang  Asia jarang sekali,” tambahnya.

Tapi Jefrey setuju saja kaki saya di-ultrasound. Ternyata memang tidak ditemukan penggumpalan di kaki.

Itulah salah satu kemisteriusan Covid-19. Bisa membuat D-dimer naik. Prof Puruhito menjelaskan ke saya sangat rinci dan teknis. Bagus sekali. Tapi saya takut Disway nanti menjadi seperti ruang kuliah di fakultas kedokteran.

Dunia kedokteran ternyata, sebenarnya, sudah agak lama mengenal istilah D-dimer. “D-dimer mulai dikenal di tahun 1990-an,” ujar Prof Dr Med Puruhito “ayatullah-nya” bedah jantung Surabaya.

Mengapa waktu aorta saya dulu pecah tidak dilakukan test D-dimer?

“D-dimer itu terkait dengan sistem vena. Bukan aorta,” ujar Prof Puruhito, guru besar Unair Surabaya itu.

“Penjelasan itu benar sekali,” ujar dokter Ben-Chua saya saat tanya soal itu. Ternyata ia tidak perlu mengetes D-dimer saya karena yang pecah itu aorta.

Saya juga bersyukur menjadi tahu pentingnya vitamin D.

Pentingnya vitamin D dalam penanganan Covid dimulai di India. Itu karena di sana banyak ditemukan gangguan pernapasan karena kekurangan vitamin D.

Kesimpulan saya: dokter telah belajar banyak dari ‘”Fakultas Kedokteran Covid, di Universitas Pandemi”. Bayangkan betapa sialnya nasib yang terkena Covid di awal-awal dibukanya “universitas pandemi” ini.

Dunia internet juga demikian majunya. Best practices di pojok dunia ujung, bisa segera diikuti di pojok dunia lainnya. Termasuk Indonesia.

Sampai-sampai saya kaget ketika dites unsur D-dimer dalam darah saya. Seumur-umur tidak pernah mendengar itu.

Pun sebelum dokter visite ke kamar pasien, saya sudah menjelajah internet dulu: apa itu D-dimer. Di situ saya baru tahu: mengapa banyak orang yang sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19 tapi meninggal juga. (*)

Tags: Dahlan IskanDiswayNaik Lagi

Related Posts

PISA BBM

PISA BBM

Tuesday, 15 September 2026
Kabawa Hente

Kabawa Hente

Monday, 14 September 2026
Eksklusif Mati

Eksklusif Mati

Saturday, 12 September 2026
Target Selawat

Target Selawat

Saturday, 12 September 2026
Resto Kuburan

Resto Kuburan

Friday, 11 September 2026
Secukupnya Selamanya

Secukupnya Selamanya

Thursday, 10 September 2026
Next Post
Gorontalo Post, Perusahaan Media Taat Pajak, Lapor SPT Kini Lebih Mudah

Gorontalo Post, Perusahaan Media Taat Pajak, Lapor SPT Kini Lebih Mudah

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

PISA BBM

PISA BBM

Tuesday, 15 September 2026
Skutik hingga Motor Sport, Diskon Torang Honda Hingga Rp 2 Juta

Skutik hingga Motor Sport, Diskon Torang Honda Hingga Rp 2 Juta

Tuesday, 15 September 2026
Ekonomi Gorontalo Ditarget Tumbuh 6,7 Persen, Pemprov: Kemiskinan Ditekan di Bawah 11 Persen

Ekonomi Gorontalo Ditarget Tumbuh 6,7 Persen, Pemprov: Kemiskinan Ditekan di Bawah 11 Persen

Tuesday, 15 September 2026
Pelaku Pembunuhan di Randangan Berhasil Dibekuk

Pelaku Pembunuhan di Randangan Berhasil Dibekuk

Tuesday, 15 September 2026

Pos Populer

  • Kapal Pertamina Patra Niaga Bantu Selamatkan 16 Korban KMP Virgo Transport 08

    Kapal Pertamina Patra Niaga Bantu Selamatkan 16 Korban KMP Virgo Transport 08

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Harfest 2026, BI Buka Jalan UMKM Gorontalo Tembus Pasar Ekspor

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • PISA BBM

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • 300 Siswa Ikuti Mokarawo Kolosal di HARFEST 2026

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Dentuman Misterius Gegerkan Gorontalo, Dibarengi Kilatan Cahaya, Warga Rasakan Getaran

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.