Gorontalopost.co.id, GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo memasang target lebih agresif untuk 2027. Pertumbuhan ekonomi dipatok hingga 6,70 persen, sementara angka kemiskinan ditargetkan turun di bawah 11 persen.
Target tersebut lebih optimistis dibanding sasaran dalam RPJMD. Pemprov mengambil langkah itu setelah melihat sejumlah indikator pembangunan yang menunjukkan capaian lebih baik dari target sebelumnya.
Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo Wahyudin Athar Katili mengatakan, target pembangunan 2027 tidak semata-mata mengacu pada angka dalam RPJMD. Capaian indikator terkini menjadi dasar untuk menaikkan target.
“Ini yang dinamakan target optimis untuk 2027,” kata Wahyudin dalam konferensi pers kebijakan fiskal daerah APBD 2027 di Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo, Ahad (13/9/2026).
Untuk pertumbuhan ekonomi, misalnya, target RPJMD 2026 berada di angka 5,65 persen. Namun realisasi hingga triwulan II 2026 sudah mencapai sekitar 6,20 persen. Atas capaian itu, Pemprov Gorontalo memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2027 berada pada kisaran 6,30-6,70 persen.
Wahyudin menyebut sektor pertanian masih menjadi penopang utama ekonomi Gorontalo dengan kontribusi lebih dari 30 persen. Di saat yang sama, aktivitas hilirisasi mulai berkembang, termasuk pada sektor pertambangan dan galian serta UMKM.
“Kita sadar bahwa pertumbuhan ekonomi Gorontalo lebih besar didorong oleh sektor pertanian di atas 30 persen. Kemudian hilirisasi sudah mulai tumbuh,” ujarnya.
Target agresif juga dipasang pada indikator kemiskinan. Target RPJMD 2026 sebesar 13,08 persen, sementara angka terbaru telah turun menjadi 12,16 persen. Pemprov menilai tren penurunan tersebut cukup konsisten sejak 2020 dan membuka ruang untuk menekan kemiskinan lebih jauh pada 2027. Target barunya: di bawah 11 persen.
“Ini kemiskinan kita konsisten menurun dari tahun 2020 sampai dengan 2026,” kata Wahyudin. Menurut dia, kemiskinan ekstrem juga terus menunjukkan penurunan. Kondisi tersebut dinilai perlu dijaga melalui kebijakan yang mampu mempertahankan stabilitas ekonomi sekaligus memperkuat daya tahan sosial masyarakat.
Selain itu, Pemprov Gorontalo juga membidik penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT) hingga di bawah 2,90 persen pada 2027. Realisasi TPT terbaru tercatat 3,17 persen, sementara target RPJMD 2027 berada pada rentang 2,95-3,32 persen.
Target baru di bawah 2,90 persen berarti Pemprov ingin mendorong penyerapan tenaga kerja lebih jauh, di tengah pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan meningkat.
Selain tiga indikator tersebut, Pemprov juga akan menaikkan target sejumlah indikator pembangunan manusia, termasuk indeks pembangunan manusia, indeks modal manusia, dan rasio Gini. Wahyudin mengatakan perkembangan pendidikan, kesehatan, dan kualitas sumber daya manusia di Gorontalo menjadi salah satu alasan pemerintah berani memasang target yang lebih tinggi.
“Artinya, di sektor pendidikan, kesehatan, dan beberapa hal lainnya terkait dengan kualitas sumber daya manusia, Gorontalo memiliki kemajuan yang cukup besar,” ujarnya.
Dengan demikian, APBD 2027 tidak hanya diarahkan untuk mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan pertumbuhan tersebut berujung pada penurunan kemiskinan, pengurangan pengangguran, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. (tro)














Discussion about this post