logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

PISA BBM

Lukman Husain by Lukman Husain
Tuesday, 15 September 2026
in Disway
0
PISA BBM

Ilustrasi tentang skor PISA.--

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

SATU toko pakaian menjual baju seragam SD Rp1.000.000 untuk 30 siswa di satu kelas. Toko memberi potongan harga 15 persen, tapi mengenakan pajak 11 persen. Berapa yang harus dibayar oleh pembeli?

Anda pasti bisa menjawabnya dengan mudah. Tapi siswa kelas tiga SD belum tentu bisa. Siswa SD kita tidak dibiasakan diberi pertanyaan seperti itu. Pertanyaan yang selalu diberikan adalah 10 x 30 = berapa.

Related Post

Anak Sembrono

Sejarah Pertanda

Penyadapan Beneficial

Kerikil Subhan

Pertanyaan pertama diperlukan berpikir. Pertanyaan kedua diperlukan menghafal.

Cara mengajar memang sudah harus berubah. Gurulah yang menjadi pusat perubahan itu.

Untuk perubahan itu umumnya menunggu gaji naik. Padahal, tanpa menunggu, bagi yang mampu berubah akan dapat tawaran gaji lebih tinggi di sekolah-sekolah unggulan.

Pemerintah sudah berusaha meningkatkan mutu guru: lewat sertifikasi. Yang sudah punya sertifikat dapat tunjangan: berarti pendapatannya naik. Itulah yang sering disebut ”tunjangan sertifikasi”.

Protokol untuk mendapatkan ”sertifikat guru bermutu” tidak seberat ijazah salawat Dala’il: harus puasa tiga tahun.

Untuk mendapat ”ijazah guru bermutu” itu juga ada protokolnya: ikut pelatihan guru. Tidak harus tatap muka. Bisa lewat online. Ada penjual jasa ”pelatihan untuk sertifikasi” yang diakui pemerintah. Setelah cukup belajar guru bisa ikut ujian sertifikasi. Ada jadwalnya. Setahun dua atau tiga kali.

Sepengetahuan saya, sampai tahun lalu sudah sekitar 70 persen guru kita yang bersertifikat. Rasanya ”tinggal” satu juta orang guru lagi yang belum bersertifikat. Pemerintah terus berusaha mempercepatnya.

Persoalannya, di dalam praktik, belum banyak perubahan: 3 x 3 masih = 9. Itu yang membuat skor PISA (Programme for International Student Assessment) di Indonesia masih sangat rendah. Di negara seperti Jepang capaian skor PISA-nya sudah 6. Sedang skor PISA kita masih 1. Bahkan di bawah itu: masih 0,8.

Anda sudah tahu apa itu skor PISA. Yakni skor yang ditetapkan oleh negara-negara OECD. Kalau negara-negara lain ingin semaju negara OECD capaian skornya harus mendekati yang ditetapkannya. Mereka menyebutnya skor PISA.

Dalam skor PISA yang dihitung ada tiga: kemampuan membaca, matematika, dan sains. Jelaslah bahwa skor kita sangat rendah. Kita begitu banyak punya sekolah keagamaan –yang kalau dibenturkan ke skor PISA pasti jeblok.

Minggu kemarin, saya mendiskusikan skor PISA ini dengan para guru di lingkungan pesantren kami di Takeran, Magetan: Pesantren Sabilil Muttaqin. Kebetulan hari kemarin ulang tahun ke-83 –sedikit lebih tua dari Republik.

Secara kelakar saya mengatakan “kalau kita juga harus mengejar skor PISA maka 50 persen dari guru di 120 madrasah kita harus dipecat”. Tidak ada yang tertawa. Ini memang persoalan serius.

Itu sama dengan diskusi pengusaha tanpa riba bulan lalu: berutang menambah beban, tidak berutang tidak berkembang.

Tapi setidaknya harus ada target nasional: siswa kelas tiga SD/Ibtidaiah sudah harus bisa membaca. Bukan hanya bisa mengeja. Harus dibedakan antara membaca dan mengeja. Bisa membaca berarti memahami apa yang dibaca.

Kemampuan membaca ternyata menjadi tolok ukur pertama di skor PISA.

Lalu saya bertanya ke ustad Puji Santoso, direktur madrasah taraf internasional kami: Islamic International School Pesantren Sabilil Muttaqin di Magetan. Di Indonesia ada berapa sekolah unggulan yang mutu minimalnya seperti IIS.

“Mungkin ada 1.000 sekolah,” kata Puji.

Umumnya swasta. Dulu sekolah bermutu didominasi sekolah Katolik-Kristen. “Sekarang banyak sekali sekolah Islam yang mutunya sangat baik,” katanya. Sudah bisa bersaing dengan sekolah-sekolah Katolik. Lalu banyak lagi sekolah swasta non-agama.

Kalau hanya 1.000 sekolah tersebut yang dinilai, maka skor PISA Indonesia bisa 6 juga.

Berarti kalau Indonesia ingin meningkatkan skor PISA perhatikan dulu 1000 sekolah dengan skor terbawah. Fokuskan anggaran dan perbaikan mutu guru untuk 1.000 yang terbawah dulu.

Tapi rasanya kita belum bisa memikirkan itu. Antrean BBM saja masih sulit diatasi. (*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

Anak Sembrono

Anak Sembrono

Saturday, 7 November 2026
Sejarah Pertanda

Sejarah Pertanda

Friday, 6 November 2026
Penyadapan Beneficial

Penyadapan Beneficial

Friday, 6 November 2026
Kerikil Subhan

Kerikil Subhan

Friday, 6 November 2026
Ya Tidak

Ya Tidak

Thursday, 22 October 2026
Jumat Keramat

Jumat Keramat

Monday, 19 October 2026
Next Post
Emas Gorontalo Setor Rp 562 M ke Negara

Emas Gorontalo Setor Rp 562 M ke Negara

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Padi Bertahan, Jagung Tumbang, Alarm Pangan Gorontalo di Tengah El Nino

Padi Bertahan, Jagung Tumbang, Alarm Pangan Gorontalo di Tengah El Nino

Friday, 6 November 2026
Bahlil Bantah Terseret Skandal Penyadapan Prabowo, Siapkan Somasi: Saya Juga Disadap

Bahlil Bantah Terseret Skandal Penyadapan Prabowo, Siapkan Somasi: Saya Juga Disadap

Saturday, 7 November 2026
Skandal Besar Terungkap, Presiden Ditangkap di Rumahnya

Skandal Besar Terungkap, Presiden Ditangkap di Rumahnya

Saturday, 7 November 2026
Ramli Ondang Djau

73 Tahun Merawat Semangat Demokrasi 

Saturday, 7 November 2026

Pos Populer

  • HK Cs Dilapor ke Polda, Terkait Dugaan Perusakan Fasilitas Perusahaan

    HK Cs Dilapor ke Polda, Terkait Dugaan Perusakan Fasilitas Perusahaan

    59 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Kalender “Literasi” Gorontalo 

    59 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Mantan Aleg Deprov Diamankan Polda, Terkait Dugaan Pemalsuan Surat di Pertambangan Pohuwato

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Buron Kasus SPBE Boalemo Diciduk di Jakarta

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Penambang Ilegal Saripi Tebar Teror, Rusak Fasilitas Pabrik Gula, Karyawan Resah dan Ketakutan

    81 shares
    Share 32 Tweet 20
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 4 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.