logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo
Home Disway

Pengampunan Kalkun

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Sunday, 29 November 2020
in Disway
0
Pengampunan Kalkun
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Natal Papua

Yalal Batubara

Pengampunan Presiden

Rahmanullah Lakanwal

Oleh:
DahlanIskan

HARI raya kalkun kali ini begitu banyak diwarnai persoalan politik. Maka meja-meja makan pun dipenuhi pembicaraan politik. Tidak lagi seperti tahun-tahun lalu: banyak memperdebatkan soal pertandingan sepakbola.

Di hari raya ini, ada kabar sangat baik dari Presiden Donald Trump.

“Saya pasti meninggalkan gedung ini, asal… ” ujar Trump di pidato hari raya kemarin WIB, “…. Joe Biden sudah dinyatakan terpilih secara resmi.”

Berarti salah semua spekulasi para pengamat selama ini. Ternyata Trump itu penganut azas legalitas. Bahwa ia belum mengakui kemenangan Biden itu karena secara hukum memang Biden belum menang. Baru media dan perhitungan di atas kertas yang mengatakan Biden menang.

Berdasar logika itu, Biden memang baru bisa disebut sebagai ”presiden terpilih” pada tanggal 14 Desember. Mungkin sore atau malam hari. Yakni ketika para pemegang ”kursi” electoral vote berkumpul untuk memilih presiden.

Maka sebenarnya, secara hukum, Presiden Amerika itu tidak dipilih langsung oleh rakyat. Tapi dipilih oleh para pemegang ”kursi” electoral vote.

Seperti Anda sudah tahu, Amerika itu dibagi ke dalam 538 daerah pemilihan. Yang di sana disebut electoral vote. Maka barang siapa memenangkan 270 dapil berarti ia menang.

Biden telah memenangkan 306 dapil. Trump hanya memenangkan 232 dapil. Dapil-dapil itulah yang akan berkumpul tanggal 14 Desember. Mereka, 538 dapil itu, memilih presiden Amerika Serikat. Dalam sejarah Amerika belum pernah terjadi dapil yang dimenangkan A memilih capres B.

Maka sebenarnya tanggal 14 Desember nanti itu hanya formalitas hukum. Dan Trump memegang formalitas itu. Maka ia tidak setuju Biden dinyatakan sebagai presiden terpilih sekarang. Pemilihan presiden belum dilakukan. Yang terjadi tanggal 3 November lalu itu adalah pemungutan suara.

Bahkan Trump sampai mengecam Biden. Yakni ketika Biden mulai menyusun kabinet. Bagaimana bisa belum terpilih sudah mengumumkan siapa anggota kabinetnya.

Yah, suka-suka Trump mau ngapain saja. Apalagi, berdasar logikanya tadi, ia tetap masih presiden Amerika yang efektif sampai tanggal 20 Januari depan. Ia masih bisa melakukan apa saja sebagai presiden sampai tanggal itu. Masa jabatan 4 tahun, baginya, adalah sampai tanggal itu.

Memang Trump masih terus ”ngomel” soal kekalahannya itu. “Inilah pemilu yang penuh kecurangan,” katanya berkali-kali. Sampai yang mendengarkan pun bosan. Apalagi yang menulis. Entahlah yang membaca.

Saya menyebut kata-kata Trump itu sebagai ”ngomel” karena hanya diucapkan di mulut saja. Memang pernah benar-benar ada langkah hukum tapi satu persatu gugatan itu ia tarik. Tidak punya bukti yang disebut kecurangan itu.

Di tengah omelannya itu Trump tetap mendapat hadiah yang berharga. Yakni dari hakim agung yang ia ajukan belum lama ini: Amy Coney Barrett.

Berkat Barrett, hasil pemungutan suara di Mahkamah Agung itu menjadi 5-4. Yakni ketika Kamis lalu  memutuskan perkara gugatan Gereja Katolik dan Yahudi Orthodox atas Gubernur New York yang Demokrat.

Itu menyangkut urusan Covid. Untuk menghadapi Covid-19, sang Gubernur telah melakukan pembatasan jemaat gereja dan sinagoge. Tentu juga masjid dan rumah ibadah. Agama apa saja.

Maka dengan putusan terbaru Mahkamah Agung tersebut tidak boleh lagi ada pembatasan seperti itu. Di New York.

Sedang di negara bagian California dan beberapa lagi tetap ada pembatasan. Itu karena Mahkamah Agung  memutuskan sebaliknya. Mahkamah Agungnya masih sama. Hanya saja, waktu itu, Barrett belum menjadi hakim agung.

Topik ini menjadi pembicaraan hot selama hari raya kalkun kemarin: agama vs keselamatan umat manusia. Tapi persoalan hak individu melebihi aturan pemerintah memang dijunjung tinggi di konstitusi Amerika. Apalagi hak beragama dan menjalankan ajaran agama. Dan lagi Mahkamah Agung adalah penjaga konstitusi. Tidak ada Mahkamah Konstitusi di sana.

Maka meski ada pandemi hari raya kalkun tetap meriah –setidaknya di media sosial.

Hari raya kalkun ini (Thanksgiving Day) adalah hari raya paling meriah di Amerika. Melebihi Natal dan Tahun Baru. Meriahnya mirip Imlek di Tiongkok. Liburan besar. Kumpul keluarga. Makan-makan. Happy-happy.

Sajian utamanya adalah daging kalkun panggang. Di semua rumah tangga.

Jutaan kalkun (turkey) dipotong untuk hari raya ini. Tradisi ini sudah sangat lama. Ratusan tahun. Untuk bersenang-senang. Atas  selesainya masa panen gandum. Setelah ini, sebelum ada mobil dulu, orang akan lebih banyak di rumah selama musim salju.

Saya baru sekali ikut merayakan Thanksgiving Day. Yakni ketika pertama kali ke Amerika. Atas undangan pemerintah Amerika. Salah satu acaranya: merasakan ikut hari raya di desa di New Jersey. Di salah satu rumah penduduk di desa itu. Ramai sekali.

Tentu itulah kali pertama makan daging kalkun. Sudah lupa rasanya. Mirip ayam.

Begitu banyak kalkun menjalani ”hukuman mati” untuk hari raya ini. Tapi harus ada satu kalkun yang mendapat pengampunan. Langsung dari seorang Presiden Amerika.

Maka beberapa hari sebelum hari raya, selalu ada seekor  kalkun yang dikirim ke Gedung Putih. Yang memilih adalah asosiasi peternak kalkun. Biasanya yang terpilih itu kalkun jantan yang gagah dan sehat. Yang umurnya sudah 3,5 bulan. Yang beratnya sudah sekitar 7 kg.

Setiap presiden memberi nama kalkun itu. Agar dalam surat pengampunan bisa disebut siapa namanya.

Presiden Reagan memberinya nama Woody dan seterusnya. Delapan nama. Presiden Clinton pilih nama Harry dan sebangsanya. Juga delapan nama. Presiden Obama memilih nama seperti Courage, Apple, Abe, dan sebagainya. Delapan nama.

Trump hanya perlu memberi pengampunan pada 4 nama kalkun.

Tentu tidak ada masalah. Sebentar lagi Trump akan memberikan pengampunan kepada teman-teman dan keluarganya. Agar, kalau mereka punya kesalahan, tidak diperkarakan di pemerintahan setelahnya.

Tentu mereka yang akan mendapat pengampunan presiden itu tidak akan bernasib seperti para kalkun. Menurut laporan media di Amerika kalkun-kalkun yang mendapat pengampunan itu rata-rata berumur pendek. Mereka mati tidak sampai satu tahun setelahnya.(*)

Tags: Dahlan IskanDiswayPengampunan Kalkun

Related Posts

Natal Papua

Natal Papua

Wednesday, 10 December 2025
Yalal Batubara

Yalal Batubara

Saturday, 6 December 2025
David Gentile (tengah) pendiri GPB Capital yang mendapatkan pengampunan dari Donald Trump.--

Pengampunan Presiden

Wednesday, 3 December 2025
--

Rahmanullah Lakanwal

Tuesday, 2 December 2025
Mantan Direktur Utama PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero), Ira Puspadewi-Istimewa-

Airmata Ira

Monday, 24 November 2025
--

Nikmat Karina

Tuesday, 18 November 2025
Next Post
Kantor Penghubung Makassar : Gubernur Salut Ada Etalase Produk Khas Gorontalo

Kantor Penghubung Makassar : Gubernur Salut Ada Etalase Produk Khas Gorontalo

Discussion about this post

Rekomendasi

Kejati Bidik PETI di Pohuwato, Panggil Haji Suci Terkait Praktik Tambang Ilegal

Kejati Bidik PETI di Pohuwato, Panggil Haji Suci Terkait Praktik Tambang Ilegal

Thursday, 11 December 2025
Diskresi Hendra ‘Tak Laku’, Iskandar Aklamasi Pimpin Golkar Kabgor 

Diskresi Hendra ‘Tak Laku’, Iskandar Aklamasi Pimpin Golkar Kabgor 

Wednesday, 10 December 2025
Tersangka kasus kredit Kupedes Tolangohula, usai menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo.

Kasus Kredit Kupedes Tolangohula, Tiga Tersangka Jadi Tahanan Kejaksaan

Wednesday, 13 August 2025
Kepala BKKBN Provinsi Gorontalo Diano Tino Tandaju saat menyerahkan penghargaan dari BKKBN RI kepada Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie Bunda Akselerasi Penurunan Stunting di Provinsi Gorontalo. (Foto – Nova/Diskominfotik).

Wagub Idah Syahidah Raih Penghargaan Bunda Akselerasi Penurunan Stunting BKKBN RI

Wednesday, 10 December 2025

Pos Populer

  • Tersangka kasus dugaan bom ikan beserta barang bukti, diserahkan oleh pihak penyidik Gakkum, Dit Polairud Polda Gorontalo, kepada pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Gorontalo Utara.

    Dua Tersangka Bom Ikan Segera Diadili, Terancam 20 Tahun Penjara, 12 Item Barang Bukti Diserahkan ke Kejaksaan

    111 shares
    Share 44 Tweet 28
  • Diskresi Hendra ‘Tak Laku’, Iskandar Aklamasi Pimpin Golkar Kabgor 

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Terkesan Cari-cari Kesalahan, Adhan Kritik Cara Kerja BPK

    51 shares
    Share 20 Tweet 13
  • Objek Wisata Pemandian Lombongo Telan Korban

    66 shares
    Share 26 Tweet 17
  • Gorontalo, Provinsi Lucu yang Memiliki 2 Hari Ulang Tahun  

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.