Gorontalopost.co.id, GORONTALO –– Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea menyoroti lambatnya capaian pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Hingga evaluasi Selasa (20/10/2026), baru sembilan dari total 50 kelurahan yang berhasil memenuhi target penerimaan pajak sebesar 100 persen.
Meski jumlah kelurahan yang mencapai target bertambah satu dibandingkan pekan sebelumnya, Adhan menilai capaian tersebut masih jauh dari harapan. Artinya, sebagian besar kelurahan masih harus bekerja lebih keras untuk menuntaskan target penerimaan PBB-P2.
Persoalan itu menjadi perhatian dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakorev) yang dipimpin Adhan di Aula Rumah Dinas Wali Kota Gorontalo, Bhandayo Lo Yiladia (BLY).
Rapat tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Indra Gobel, Penjabat Sekretaris Daerah Nuryanto, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, serta seluruh lurah se-Kota Gorontalo.
Dalam forum evaluasi itu, Adhan secara khusus meminta laporan perkembangan pemungutan PBB-P2 di setiap kelurahan. Dari laporan yang diterimanya, jumlah kelurahan yang telah mencapai realisasi 100 persen baru bertambah dari delapan menjadi sembilan.
“Jadi sudah bertambah satu kelurahan lagi, ya? Pekan sebelumnya baru delapan kelurahan yang mencapai 100 persen, kali ini bertambah satu, menjadi sembilan kelurahan,” kata Adhan.
Ia menegaskan, pemungutan PBB-P2 harus menjadi salah satu prioritas kerja lurah. Sebab, optimalisasi penerimaan pajak daerah membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah kelurahan, terutama dalam mendorong masyarakat memenuhi kewajiban perpajakan.
“Tugas utama lurah itu adalah PBB. Namun, sayangnya, dari 50 kelurahan yang ada di Kota Gorontalo, baru sembilan kelurahan yang mencapai 100 persen,” tegasnya.
Adhan pun meminta para lurah mengintensifkan upaya penagihan dan menggerakkan aparat di wilayah masing-masing. Langkah tersebut diperlukan agar realisasi penerimaan PBB-P2 dapat meningkat sebelum batas waktu yang telah ditetapkan.
Tak hanya memberikan penekanan, Adhan juga menyiapkan penghargaan bagi lurah dan camat yang mampu menuntaskan target penerimaan PBB-P2 hingga 100 persen paling lambat 31 Oktober 2026.
Sebagai bentuk apresiasi, para pejabat wilayah yang berhasil memenuhi target tersebut dijanjikan kesempatan untuk berkunjung ke Manado. “Untuk yang mencapai target hingga tanggal 31 Oktober ini, bagi lurah yang mencapai 100 persen saya akan berikan penghargaan dan akan saya ajak ke Manado, termasuk camatnya,” ujarnya.(adv)














Discussion about this post