Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Ancaman para pendemo dibawah pimpinan Walikota Gorontalo Adhan Dambea yang akan kembali melakukan aksi unjuk rasa jilid II dengan jumlah masa yang lebih besar ke Polda Gorontalo mulai diantisipasi sejak ini.
Guna mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), menjamin keselamatan masyarakat dan personel, serta memastikan penyampaian aspirasi berlangsung aman, tertib, dan damai.
Baru-baru ini Wakapolda Gorontalo Brigjen Pol. Dedy Suhartono, S.I.K., M.M., memberikan arahan kepada personel pengamanan unjuk rasa. Dalam arahannya, Wakapolda menekankan agar seluruh personel melaksanakan tugas secara profesional, humanis, dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Personel diminta menjaga sikap, mengendalikan diri, serta mengedepankan komunikasi dan pendekatan persuasif dalam menghadapi massa aksi. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya meningkatkan kewaspadaan, menjaga kekompakan, dan memperkuat koordinasi antarpersonel guna mengantisipasi potensi gangguan selama kegiatan berlangsung.
Brigjen Pol. Dedy Suhartono menegaskan bahwa pengamanan unjuk rasa harus tetap menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, tetap profesional dan humanis. Kedepankan komunikasi yang baik, hindari tindakan yang dapat memicu ketegangan, serta pastikan situasi tetap aman dan kondusif,” tegas Wakapolda.
Melalui arahan tersebut, diharapkan seluruh personel pengamanan unjuk rasa mampu menjalankan tugas secara optimal dengan mengutamakan keselamatan, menjaga stabilitas kamtibmas, serta menciptakan suasana yang aman dan kondusif selama penyampaian aspirasi masyarakat. (roy)














Discussion about this post