Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea mengingatkan seluruh lurah agar tidak menyampaikan laporan asal-asalan terkait realisasi program dan kegiatan yang dibiayai dana kelurahan. Ia bahkan menyiapkan inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan kesesuaian laporan dengan kondisi pekerjaan di lapangan.
Peringatan itu disampaikan Adhan saat memimpin rapat koordinasi dan evaluasi (Rakorev) penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan di Bhandayo Lo Yiladia, Senin (12/10/2026).
Dalam rapat yang dihadiri pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, dan lurah tersebut, Adhan secara khusus menyoroti progres pelaksanaan program pembangunan di setiap kelurahan.
Pasalnya, Pemerintah Kota Gorontalo telah mengalokasikan dana sebesar Rp200 juta untuk masing-masing kelurahan. Dengan total 50 kelurahan, anggaran yang disiapkan mencapai Rp10 miliar.
Adhan ingin memastikan anggaran tersebut benar-benar direalisasikan sesuai perencanaan dan menghasilkan pekerjaan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Setelah terima uang dana kelurahan, sekarang saya tanya sudah sampai mana progres pengerjaan? Sudah bagaimana perkembangan pelaksanaan proyek-proyek dan program kegiatan di kelurahan?” tanyanya kepada para lurah.
Ia menegaskan, laporan perkembangan pekerjaan harus disusun berdasarkan kondisi sebenarnya, bukan sekadar memenuhi kewajiban administrasi. Untuk menguji kebenaran laporan tersebut, Adhan berencana turun langsung ke lapangan tanpa memberikan pemberitahuan terlebih dahulu kepada pihak kelurahan.
“Saya akan tinjau langsung di lapangan tanpa memberikan pemberitahuan terlebih dahulu. Makanya saya ingin kalian laporkan sesuai dengan keadaan secara jujur sesuai di lapangan,” tegasnya.
Adhan juga mengingatkan bahwa perbedaan antara laporan yang disampaikan dengan fakta di lapangan akan menjadi persoalan serius. Untuk itu, setiap lurah diminta bertanggung jawab atas informasi yang dilaporkan mengenai perkembangan program dan realisasi pekerjaan.
“Kalau misalnya saya temukan tidak sesuai dengan laporan Bapak Ibu sekalian dengan yang di lapangan, maka itu saya anggap bermasalah,” ujarnya.
Selain menekankan akurasi laporan, Adhan meminta pelaksanaan program pembangunan di tingkat kelurahan dipercepat, terutama pekerjaan yang berkaitan dengan saluran drainase.
Menurutnya, musim kemarau saat ini harus dimanfaatkan untuk menuntaskan pekerjaan sebelum memasuki musim hujan. Keterlambatan penanganan drainase dikhawatirkan dapat memicu kembali persoalan genangan hingga banjir di sejumlah wilayah. “Jangan sampai nanti ketika musim hujan saluran tersumbat, ujungnya adalah banjir lagi. Ini yang saya tidak inginkan,” katanya.(adv)













Discussion about this post