Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Suasana Lapangan Taruna Remaja, Kota Gorontalo, semakin ramai pada malam ketiga babak penyisihan Pemilihan Putra-Putri Islam Berprestasi (PPIB) ke-10, Selasa (15/9/2026).
Keramaian tak hanya terlihat di area panggung. Sejumlah lapak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berada di sekitar lokasi kegiatan juga ikut dipadati masyarakat.
Peserta, pendamping, keluarga, hingga warga yang datang menyaksikan jalannya kompetisi memanfaatkan momentum tersebut untuk membeli berbagai produk yang dijajakan pelaku UMKM.
Aktivitas jual beli yang berlangsung di sela-sela kegiatan PPIB itu menunjukkan bahwa agenda pemerintah di ruang publik tidak hanya menjadi wadah kegiatan masyarakat, tetapi juga dapat menciptakan pergerakan ekonomi bagi pelaku usaha di sekitarnya.
Pada malam ketiga tersebut, lima peserta menjadi penampil terakhir dalam babak penyisihan. Mereka berasal dari sejumlah kecamatan di Kota Gorontalo.
Kelima peserta itu yakni Moh. Rizki Mohune dan Fahriah Siti Ramdini Bowode dari Kecamatan Kota Timur, Abdurrahmat Ahmad dari Kecamatan Kota Utara, Lutfiah Nur Abidah Maulana dari Kecamatan Dumbo Raya, serta Moh. Agung Triyudistira Rahim dari Kecamatan Kota Tengah.
Para peserta menunjukkan kemampuan mereka di hadapan dewan hakim melalui sejumlah materi yang diperlombakan. Mulai dari tartil Al-Qur’an, menyanyikan lagu Islami berbahasa Indonesia dan Arab, dakwah Islami, menjawab pertanyaan dewan hakim, hingga peragaan busana.
Di tengah persaingan para peserta untuk melaju ke tahapan berikutnya, geliat ekonomi juga terlihat di kawasan sekitar panggung. Lapak-lapak UMKM menjadi salah satu titik yang turut ramai didatangi pengunjung. Kondisi tersebut memberikan tambahan peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan transaksi selama kegiatan berlangsung.
Pemkot Gorontalo sendiri terus mendorong agar kegiatan yang digelar di ruang publik dapat memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat, termasuk membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk mendapatkan peluang ekonomi.
Keramaian PPIB menjadi salah satu gambaran bagaimana sebuah kegiatan pemerintah dapat menghadirkan dampak berantai. Di satu sisi menjadi panggung bagi generasi muda untuk berprestasi, di sisi lain menghadirkan kerumunan masyarakat yang turut menghidupkan aktivitas usaha di sekitar lokasi.
Bagi pelaku UMKM, meningkatnya jumlah pengunjung selama kegiatan berlangsung menjadi kesempatan untuk memperkenalkan sekaligus menjual produk mereka kepada masyarakat.
Dengan demikian, gelaran PPIB ke-10 tidak hanya menghadirkan kompetisi dan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga ikut menggerakkan aktivitas ekonomi di kawasan Lapangan Taruna Remaja.(adv)














Discussion about this post