Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Kebakaran lahan yang terjadi di kawasan pegunungan Desa Lombongo, Kecamatan Suwawa Tengah, Kabupaten Bone Bolango, terus berlanjut. Kebakaran lahan itu sendiri diketahui pada Senin (15/89) dan berlangsung dibeberapa titik, bahkan nyaris ke kawasan pemukiman warga.
Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, kebakaran pertama kali diketahui warga sekitar pukul 12.15 WITA. Laporan kemudian ditindaklanjuti oleh petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bone Bolango, yang segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Namun, kondisi medan yang cukup berat dan kobaran api yang terus meluas membuat upaya pemadaman membutuhkan dukungan tambahan. Sekitar pukul 14.15 WITA, Damkar meminta bantuan satu unit kendaraan taktis penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) milik Direktorat Samapta Polda Gorontalo.
Sebanyak 37 personel Unit Pammat Dit Samapta Polda Gorontalo kemudian tiba di lokasi sekitar pukul 16.00 WITA. Setibanya di lokasi, personel langsung berkoordinasi dengan jajaran Polsek Suwawa dan Polres Bone Bolango, bersama TNI, Damkar, BPBD, PMI, Balai PU, pemerintah desa serta masyarakat setempat.
Dalam upaya pemadaman itu, petugas harus menghadapi sedikitnya tiga titik api yang berada di kawasan dengan kontur curam, akses jalan sempit, serta kondisi vegetasi yang mudah terbakar. Api baru dinyatakan padam seluruhnya sekitar pukul 23.15 WITA.
Kapolda Gorontalo melalui Direktur Samapta Kombes Pol. Satrya Perdana Panuntung Tarung Binti, S.I.K. menjelaskan, proses pemadaman berlangsung cukup berat, karena petugas harus menjangkau tiga titik api yang lokasinya berada di sisi tebing gunung.
“Pemadaman tidak mudah. Petugas harus berjibaku di tiga titik api dengan kondisi medan di pinggir tebing yang curam. Ditambah lagi akses jalan yang sempit sehingga mobilitas kendaraan taktis Karhutla dan Damkar cukup terbatas,” jelas Satrya.
Ditambahkan pula, penanganan dilakukan secara bertahap. Titik api pertama berhasil dipadamkan pada pukul 18.45 WITA. Petugas kemudian bergerak menuju titik kedua dan berhasil mengendalikannya sekitar pukul 20.15 WITA.
“Setelah titik pertama dan kedua berhasil dipadamkan, personel langsung bergeser menangani titik ketiga. Setelah dilakukan pemadaman secara intensif, sekitar pukul 23.15 WITA seluruh api berhasil dipadamkan,” paparnya.
Tapi sekitar pukul 03.00 wita masih ada kobaran api sehingga personil Damkar kembali ke lokasi untuk memadamkan kembali api yang telah meluas mendekati pemukiman warga setempat, petugas pun terus melakukan penyemprotan di lokasi kebakaran hingga pukul 15.30 Wita api sudah padam. Diperkirakan luas lahan yang terbakar mencapai kurang lebih lima hektare.
Operasi pemadaman itu sendiri melibatkan 90 lebih personel gabungan, yang terdiri dari Dit Samapta 37 personel, Polres Bone Bolango 25 personel, Polsek Suwawa 4 personel, Damkar 12 personel, TNI 6 personel, PMI, BPBD, Balai PU, Aparat Desa dan masyarakat sekitar.
Sedangkan sarana yang dikerahkan meliputi satu Unit Rantis Karhutla, satu Unit AWC, satu Unit Truk Dalmas, satu Unit D-Max Dit Samapta, satu Unit D-Max Polsek, satu Unit Damkar, serta tiga Unit Mobil Tangki Air dari PMI, BPBD dan Kementerian PU.
“Lahan yang terbakar merupakan lahan di atas gunung, yang ditumbuhi pohon jati, rumpun bambu, rumput liar dan dedaunan kering. Berkat kesigapan tim, api tidak merambat ke permukiman warga yang berada di sekitar lokasi. Kami pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim gabungan,” pungkas Alumnus Akpol 2000 ini. (tha/kif)














Discussion about this post