gorontalopost.co.id- Ruang tumbuh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Gorontalo terus diperluas. Salah satunya melalui Festival Kuliner dalam rangkaian Hulonthalo Art & Craft Festival (HARFEST) 2026 yang digelar di Grand Palace Convention Center (GPCC), Kota Gorontalo.
Festival yang digagas Bank Indonesia (BI) Provinsi Gorontalo tersebut melibatkan sekitar 75 UMKM kuliner. Termasuk di dalamnya pelaku usaha street food yang selama ini beraktivitas di kawasan Jalan Andalas.
Kehadiran pelaku UMKM kuliner tersebut melengkapi pameran HARFEST yang secara keseluruhan melibatkan 165 UMKM binaan Bank Indonesia. Ajang ini sekaligus menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, memperluas pasar, dan meningkatkan transaksi.
Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea mengatakan, pengembangan UMKM menjadi bagian penting dalam menggerakkan perekonomian daerah. Terlebih, aktivitas usaha kuliner di Kota Gorontalo terus menunjukkan perkembangan.
Potensi tersebut salah satunya terlihat dari aktivitas street food di kawasan Jalan Andalas. Perputaran usaha di kawasan itu tercatat mencapai sekitar Rp1,8 miliar dalam beberapa bulan.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sektor UMKM, khususnya kuliner, memiliki kontribusi terhadap pergerakan ekonomi masyarakat. Karena itu, ruang promosi dan pemasaran seperti Festival Kuliner HARFEST dinilai penting untuk terus dikembangkan.
Bank Indonesia Provinsi Gorontalo juga mendorong pelaku UMKM memanfaatkan momentum festival untuk meningkatkan kualitas usaha. Tidak hanya dari sisi produk, tetapi juga kemasan, sistem pembayaran, hingga pengelolaan usaha.
Pelaku UMKM didorong mengadopsi pembayaran digital untuk mempermudah transaksi sekaligus memperluas pilihan pembayaran bagi konsumen. Pengelolaan usaha secara lebih profesional juga dinilai penting agar UMKM mampu berkembang dan memiliki daya saing lebih kuat.
Festival Kuliner HARFEST 2026 masih berlangsung hingga 13 September 2026 di GPCC. Masyarakat diajak ikut meramaikan festival dengan membeli produk UMKM lokal.
Dukungan masyarakat melalui transaksi secara langsung diharapkan dapat memberikan dampak terhadap keberlangsungan usaha pelaku UMKM sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di Kota Gorontalo. (Tr-76)














Discussion about this post