Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Kerajinan sulam karawo khas Gorontalo dinilai memiliki nilai budaya sekaligus potensi ekonomi yang besar bagi masyarakat. Pelestarian karawo diharapkan terus diperkuat melalui berbagai kegiatan yang mampu mendorong masyarakat semakin bangga menggunakan produk lokal.
Sekretaris Deputi Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata RI, Utari Widyastuti mengatakan, karawo memiliki proses pembuatan yang tidak sederhana.
Setiap lembar kain karawo membutuhkan ketelitian dan keterampilan tinggi, mulai dari menyisik benang, menggunting hingga mencabut serat kain satu per satu sebelum kemudian disulam menjadi pola dan model yang menarik. Hal itu disampaikanya pada Gorontalo Karnaval Karawo (GKK), ivent tahunan yang diselenggarakan Pemprov Gorontalo, dan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo.
Menurutnya, proses tersebut membutuhkan kecermatan, ketekunan dan kreativitas. Hal itu semakin terasa ketika proses pembuatan karawo dicoba secara langsung, terutama pada tahap mencabut benang kain satu per satu untuk membentuk lubang sesuai pola yang telah ditentukan.
“Memang ketika kita mencoba belajar secara langsung, terasa betul bahwa membuat karawo ini membutuhkan waktu dan keterampilan yang luar biasa. Benangnya dicabut satu per satu, sehingga membutuhkan ketelitian dan kesabaran,” ujarnya, Sabtu (12/9).
Ia menilai, proses panjang tersebut justru menjadi salah satu nilai lebih dari kerajinan karawo. Keunikan dan tingkat kesulitan pembuatannya membuat karawo memiliki nilai tersendiri dan layak terus dikembangkan sebagai salah satu identitas budaya Gorontalo.
Karena itu, pelaksanaan Gorontalo Karnaval Karawo diharapkan tidak berhenti sebagai agenda pelestarian budaya. Kualitas maupun skala pelaksanaannya diharapkan dapat terus ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang. “Harapannya tentu kegiatan seperti ini kualitas dan skalanya bisa terus ditingkatkan dari tahun ke tahun,” katanya.
Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang menggunakan pakaian berbahan karawo maupun kebaya, maka semakin besar pula peluang perputaran ekonomi bagi pelaku usaha dan perajin lokal.
Penggunaan produk karawo oleh masyarakat dinilai dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang bergerak dari masyarakat untuk masyarakat. Mulai dari perajin, pelaku usaha, hingga sektor pendukung lainnya dapat ikut merasakan manfaat dari meningkatnya permintaan terhadap produk karawo.
“Ketika semakin banyak masyarakat yang menggunakan karawo dan kebaya, tentu perputaran ekonomi dari kita untuk kita bisa berjalan. Ini yang kita harapkan bisa memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya. (Tr-76)













Discussion about this post