gorontalopost.co.id — Pemerintah Kabupaten Gorontalo menyalurkan bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dan bibit jagung hibrida kepada masyarakat di Desa Huntu, Kecamatan Batudaa, Rabu (9/9).
Bupati Sofyan Puhi, mengatakan, penyaluran beras CPP tersebut merupakan upaya pemerintah memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi. Terungkap, untuk periode Juli, Agustus, dan September, pemerintah menyediakan bantuan bagi setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebanyak 30 kilogram beras medium produksi Bulog yang dikemas dalam kemasan 10 kilogram. “Pemerintah Daerah terus berupaya memastikan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi. Bantuan beras ini merupakan jatah tiga bulan. Insyaallah, sesuai petunjuk dan arahan, kami masih terus mengupayakan agar program bantuan ini dapat berlanjut untuk periode Oktober, November, hingga Desember,” ujar Bupati Sofyan.
Di Kabupaten Gorontalo, penyaluran CPP mencakup empat desa, yakni Desa Barakati sebanyak 366 KPM dengan 1.980 sak beras, Desa Iluta sebanyak 305 KPM dengan 915 sak, Desa Bua sebanyak 273 KPM dengan 819 sak, dan Desa Huntu sebanyak 151 KPM dengan 453 sak.Menurut Sofyan, penambahan kuota penerima di Kabupaten Gorontalo merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap jumlah penduduk yang besar, sekaligus menyesuaikan dengan perluasan kriteria desil penerima manfaat dari Dinas Sosial. Selain bantuan pangan, khusus di Desa Huntu, Pemkab Gorontalo juga menyerahkan 705 kilogram bibit jagung hibrida varietas unggul Pioneer kepada satu kelompok tani. Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung kebutuhan petani terhadap bibit berkualitas sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian.
Bupati mengingatkan petani agar tidak terburu-buru menanam bibit bantuan tersebut dan memperhatikan kondisi cuaca serta petunjuk teknis dari Dinas Pertanian. “Bantuan bibit jagung hibrida ini harganya sangat baik dan merupakan varietas unggul pilihan petani. Kami serahkan hari ini, namun kami mengimbau agar tidak langsung ditanam besok. Tunggu petunjuk teknis dari Dinas Pertanian serta memperhatikan intensitas curah hujan,” tegasnya. Petani juga diminta kelompok tani memanfaatkan bantuan tersebut secara maksimal dan menegaskan bahwa bibit yang diberikan tidak untuk diperjualbelikan. Penyerahan bantuan turut dihadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan beserta jajaran, Camat Batudaa, para kepala desa, pengurus kelompok tani, serta masyarakat penerima manfaat. (adv)














Discussion about this post