logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Headline

UU Nomor 10 Tahun 2011, Adhan: Pemda Berwenang Cabut Status Cagar Budaya

Lukman Husain by Lukman Husain
Thursday, 10 September 2026
in Headline, Kota Gorontalo
0
UU Nomor 10 Tahun 2011, Adhan: Pemda Berwenang Cabut Status Cagar Budaya

Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea ketika memberikan keterangan pers. (Foto: Prokopim)

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

gorontalopost.co.id- Pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk menetapkan sekaligus mencabut status sebuah objek sebagai Cagar Budaya. Kewenangan tersebut secara tegas diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Ketentuan itu tercantum dalam Pasal 96 ayat (1) huruf e, yang menyebutkan bahwa pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan tingkatannya mempunyai wewenang menetapkan dan mencabut status Cagar Budaya. Ketentuan tersebut menjadi salah satu dasar Pemerintah Kota Gorontalo dalam mencabut status Cagar Budaya Eks Rumah Jawatan Kantor Pos dan Telegraf Gorontalo.

Pencabutan status tersebut dilakukan setelah Pemkot Gorontalo melakukan kajian ulang terhadap Surat Keputusan (SK) Wali Kota Gorontalo Nomor 126/10/II/2020 tertanggal 7 Februari 2020. Kajian itu dilakukan sebagai tindak lanjut atas amanat Akta Perdamaian Nomor 25/Pdt.G/2025/PN Gto. Dalam salah satu poinnya, Pemerintah Kota Gorontalo diperintahkan untuk melakukan kajian terhadap status objek tersebut.

Dari hasil kajian, Pemkot Gorontalo menemukan sejumlah persoalan dalam proses penetapan Eks Rumah Jawatan Kantor Pos dan Telegraf sebagai Cagar Budaya. Salah satunya terdapat dalam naskah rekomendasi Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) yang diterbitkan pada 2019. Dalam dokumen tersebut, menurut Pemkot Gorontalo, terdapat ketentuan dalam UU Nomor 11 Tahun 2010 yang tidak dicantumkan dalam kesimpulan rekomendasi.

Related Post

Gubernur Gusnar Ismail Evaluasi Program Prioritas Presiden di Gorontalo, Realisasi Capai 93,09 Persen, Serapan Anggaran Rp 670,74 Miliar

Hendak Dipasok ke Tambang Ilegal, 30,1 Ton Solar Bersubsidi Diamankan Polisi

Lolos dari Gorontalo, Polda Metro Jaya Amankan 54 Ton Batu Hitam, Lima Orang Ditangkap

Pj Sekda Perkuat Akurasi PAD, Potensi Penerimaan Daerah Divalidasi

Ketentuan yang dimaksud berkaitan dengan Pasal 15 serta Pasal 16 ayat (3) UU Cagar Budaya. Pasal 15 mengatur bahwa Cagar Budaya yang tidak diketahui kepemilikannya dikuasai oleh negara. Sementara Pasal 16 ayat (3) mengatur mengenai mekanisme pengalihan kepemilikan Cagar Budaya, antara lain melalui pewarisan, hibah, tukar-menukar, hadiah, penjualan, ganti rugi, dan/atau berdasarkan penetapan atau putusan pengadilan.

Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea menilai ketentuan tersebut menjadi bagian penting yang harus diperhatikan dalam melihat status Eks Rumah Jawatan Kantor Pos dan Telegraf. Menurut Adhan, persoalan kepemilikan lahan menjadi salah satu dasar utama. Sebab, lahan objek tersebut disebut telah beralih menjadi milik pribadi sejak 2004. “Kalau mengacu pada Pasal 16 ayat (3), pengalihan kepemilikan dapat dilakukan dengan cara diwariskan, dihibahkan, ditukarkan, dihadiahkan, dijual, diganti rugi, dan/atau berdasarkan penetapan atau putusan pengadilan,” tegas Adhan.

Adhan mengatakan, status kepemilikan pribadi tersebut bahkan disebut dalam naskah rekomendasi TACB. Maka dari itu, dia bilang, aspek kepemilikan tidak dapat dipisahkan dari proses penetapan maupun pencabutan status Cagar Budaya.

Pemkot Gorontalo pun menegaskan bahwa langkah pencabutan status tersebut bukan semata-mata keputusan administratif, melainkan dilakukan berdasarkan kewenangan yang diberikan UU Nomor 11 Tahun 2010 serta hasil kajian terhadap dokumen dan amanat putusan pengadilan. Dengan demikian, polemik Eks Rumah Jawatan Kantor Pos dan Telegraf Gorontalo kini tidak hanya menyangkut status bangunan bersejarah, tetapi juga menyentuh aspek kewenangan pemerintah daerah, proses penetapan Cagar Budaya, serta persoalan kepemilikan lahan.(adv)

Tags: 23 Januari 1942Adhan DambeaAtje SlametCagar BudayaKantor Pos GorontaloRumah Jawatan Pos Gorontalowali kota gorontalo

Related Posts

Gubernur Gusnar Ismail Evaluasi Program Prioritas Presiden di Gorontalo, Realisasi Capai 93,09 Persen, Serapan Anggaran Rp 670,74 Miliar

Gubernur Gusnar Ismail Evaluasi Program Prioritas Presiden di Gorontalo, Realisasi Capai 93,09 Persen, Serapan Anggaran Rp 670,74 Miliar

Tuesday, 27 October 2026
Hendak Dipasok ke Tambang Ilegal, 30,1 Ton Solar Bersubsidi Diamankan Polisi

Hendak Dipasok ke Tambang Ilegal, 30,1 Ton Solar Bersubsidi Diamankan Polisi

Tuesday, 27 October 2026
Lolos dari Gorontalo, Polda Metro Jaya Amankan 54 Ton Batu Hitam, Lima Orang Ditangkap

Lolos dari Gorontalo, Polda Metro Jaya Amankan 54 Ton Batu Hitam, Lima Orang Ditangkap

Saturday, 24 October 2026
Pj Sekda Perkuat Akurasi PAD, Potensi Penerimaan Daerah Divalidasi

Pj Sekda Perkuat Akurasi PAD, Potensi Penerimaan Daerah Divalidasi

Thursday, 22 October 2026
Inovasi Pemkot dan BTN: Kartu AIR Belajar Pantau Kehadiran dan Dorong Budaya Menabung

Realisasi PBB-P2, Baru Sembilan Kelurahan Penuhi Target

Thursday, 22 October 2026
Gubernur Gusnar Ismail Temui Wamen ATR/BPN Ossy Dermawan

Gubernur Gusnar Ismail Temui Wamen ATR/BPN Ossy Dermawan

Thursday, 22 October 2026
Next Post
Adhan: PAD Jadi Benteng Keuangan Ditengah Efisiensi

Adhan: PAD Jadi Benteng Keuangan Ditengah Efisiensi

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Basri Amin

Generasi Penerus dan Generasi “Terus-Menerus”

Monday, 26 October 2026
Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi (Bukan) Kewajiban Negara

Vietnam Melompat ke Depan, Indonesia Melompat di Tempat

Tuesday, 27 October 2026
Hendak Dipasok ke Tambang Ilegal, 30,1 Ton Solar Bersubsidi Diamankan Polisi

Hendak Dipasok ke Tambang Ilegal, 30,1 Ton Solar Bersubsidi Diamankan Polisi

Tuesday, 27 October 2026
Muhammad Firdaus AF

Sinergi Daerah Kunci Stabilitas Harga Pangan

Wednesday, 28 October 2026

Pos Populer

  • Akui Lecehkan Dua Mahasiswi Bimbingan Sikripsi, Oknum Dosen Serahkan Diri ke Polisi

    Akui Lecehkan Dua Mahasiswi Bimbingan Sikripsi, Oknum Dosen Serahkan Diri ke Polisi

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Generasi Penerus dan Generasi “Terus-Menerus”

    80 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Lolos dari Gorontalo, Polda Metro Jaya Amankan 54 Ton Batu Hitam, Lima Orang Ditangkap

    76 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Vietnam Melompat ke Depan, Indonesia Melompat di Tempat

    47 shares
    Share 19 Tweet 12
  • Empat Lomba Meriahkan Semarak Bulan Bahasa Bastrasia 2026

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 4 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.