gorontalopost.co.id — Jembatan yang berada di Kelurahan Bulota memprihatinkan, kondisinya nampak lapuk dan berbahaya bagi pengendara. Bahkan, pada 2021 lalu pernah ambruk, dan berlum dilakukan perbaikan, padahal jembatan itu menjadi satu-satunya akses penghubung bagi beberapa desa dan kelurahan.
Jembatan tersebut menghubungkan wilayah Kelurahan Malahu, Desa Tapaluluo, Desa Dulamayo Barat, dan Moluluelo yang letaknya berdekatan dengan wilayah Tapaluluo serta masih menjadi bagian dari Kelurahan Polohungo. Selama ini masyarakat yang terdampak terus mempertanyakan kejelasan pembangunan jembatan tersebut karena akses itu sangat penting bagi aktivitas sehari-hari warga.
Warga mengaku kecewa karena selama beberapa tahun terakhir sudah beberapa kali dilakukan pengambilan dokumentasi dan pengukuran oleh sejumlah anggota DPRD, Dinas Pekerjaan Umum (PU), serta BPBD. Namun hingga saat ini belum ada kepastian kapan pembangunan jembatan yang layak dan memadai akan direalisasikan.
Salah satu warga, Mohammad Rahman atau yang biasa disapa Ka Dua Suan, selaku pengurus Masjid di Lingkungan V Polahua, Bulota, Limboto, mengatakan bahwa masyarakat sangat berharap adanya solusi dari pemerintah terkait kondisi jembatan tersebut. Ia berharap Bupati Gorontalo segera menanganinya.
“Kami berharap semoga ada solusi agar kami selaku warga setempat lebih leluasa beraktivitas, terutama ketika harus keluar pergi ke pasar membeli bahan dapur yang harus melewati jembatan tersebut.
Kadang kami merasa was-was melewati jembatan itu karena sudah mulai terlihat rusak dari lubang kecil. Takutnya ban motor atau bentor bisa masuk ke lubang itu,” ujarnya.
Menurut warga, kondisi jembatan yang rusak juga sangat berdampak terhadap aktivitas masyarakat, mulai dari abang bentor yang mencari nafkah, para petani yang membawa hasil produksi pertanian, anak-anak sekolah yang menempuh pendidikan, hingga para pegawai kantoran yang setiap hari melewati akses tersebut.
Selain itu, beredar informasi bahwa salah satu alasan belum terealisasinya pembangunan jembatan tersebut karena lokasi pembangunan bukan merupakan milik pemerintah. Meski demikian, masyarakat berharap pemerintah daerah dapat mencari solusi terbaik agar pembangunan jembatan tetap dapat dilakukan demi keselamatan dan kelancaran aktivitas warga.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat untuk menangani akses jembatan tersebut sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Warga menilai pembangunan jembatan merupakan kebutuhan mendesak yang sudah dinantikan selama lima tahun terakhir. (Mg-03)













Discussion about this post