Gorontalopost.co.id — Sampah plastik yang selama ini hanya menjadi limbah mulai disulap menjadi produk bernilai guna oleh masyarakat Desa Lupoyo, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo. Melalui kolaborasi dengan Jurusan Sanitasi Lingkungan Poltekkes Kemenkes Gorontalo, warga berhasil mengolah sampah plastik menjadi ecobrick yang dirangkai menjadi meja dan kursi.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Kemitraan Wilayah (PKW) melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pengolahan Sampah Plastik Menjadi Ecobrick”, yang dilaksanakan Kamis (10/9/2026).
Program ini tidak sekadar mengajarkan cara mengurangi sampah, tetapi juga mendorong masyarakat memiliki keterampilan untuk mengubah limbah plastik menjadi produk yang memiliki nilai manfaat dan berpotensi dikembangkan secara ekonomi.
Tim pengabdian kepada masyarakat diketuai Tumartony Thaib Hiola, S.Pd., M.Kes., bersama anggota Bun Yamin M. Badjuka, S.Pd., M.Kes., Fitriani Sudarsin, S.KM., M.Kes., Atyaf Umi Faizah, S.Tr.Kes., dan Apt. Zulfiah Idris, S.Farm., M.Farm.
Kegiatan tersebut juga melibatkan tiga mahasiswa Poltekkes Kemenkes Gorontalo, yakni Rahmatyia Ibrahim, Asya Cinta Suluta, dan Mahmud Saputra I. Yunus. Mereka bersama warga terlibat langsung mulai dari pengumpulan bahan, pembuatan ecobrick hingga penyusunan produk furnitur.

Ketua Tim Pengabmas, Tumartony Thaib Hiola, menjelaskan bahwa ecobrick merupakan salah satu cara sederhana yang dapat diterapkan masyarakat untuk mengurangi timbulan sampah plastik di lingkungan permukiman.
Dalam proses pembuatannya, sampah plastik terlebih dahulu dipilah, dibersihkan, dikeringkan, kemudian dipotong menjadi bagian-bagian kecil. Sampah tersebut selanjutnya dimasukkan ke dalam botol plastik dan dipadatkan hingga mencapai tingkat kepadatan yang dibutuhkan.
Ecobrick yang telah jadi kemudian dirangkai menjadi berbagai produk, salah satunya meja dan kursi yang diperuntukkan bagi masyarakat Desa Lupoyo. Hasil karya tersebut diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas yang dapat digunakan warga, tetapi juga menjadi media edukasi bahwa sampah plastik masih dapat memberikan manfaat apabila dikelola dengan tepat.
Lupoyo Siapkan Pengelolaan Sampah Berbasis Usaha Desa
Program pengolahan ecobrick ini mendapat dukungan Pemerintah Desa Lupoyo yang dipimpin Kepala Desa Arwin S. Hilala. Dukungan pemerintah desa dan keterlibatan masyarakat dinilai penting untuk memastikan pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat terus berjalan setelah kegiatan pendampingan selesai.
Arwin mengatakan, selama ini pemerintah desa telah memiliki tiga unit kendaraan roda tiga yang digunakan untuk mengangkut sampah ke TPA Talumelito. Namun, persoalan yang masih dihadapi adalah sampah plastik belum dipilah dan dimanfaatkan secara optimal.
Karena itu, Pemerintah Desa Lupoyo berencana menindaklanjuti program tersebut pada 2027 dengan membentuk tim pengolah sampah yang diarahkan menjadi usaha mikro desa. “Kami akan mendorong agar sampah tidak hanya dibuang, tetapi dapat diolah dan memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat,” demikian inti langkah yang disiapkan pemerintah desa.

Melalui program tersebut, masyarakat juga didorong membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga. Ecobrick yang dihasilkan tidak harus berhenti sebagai meja dan kursi, tetapi dapat dikembangkan menjadi berbagai produk lain seperti rak, pot tanaman, tempat sampah maupun fasilitas sederhana sesuai kebutuhan desa.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan Poltekkes Kemenkes Gorontalo di bawah kepemimpinan Direktur Masrif, SKM., M.Kes. Kolaborasi dosen, mahasiswa, pemerintah desa dan masyarakat tersebut menjadi contoh bahwa persoalan sampah dapat ditangani melalui kerja bersama sekaligus membuka peluang pemanfaatan limbah menjadi produk produktif.
Program ini diharapkan tidak berhenti setelah pembuatan meja dan kursi selesai. Warga Desa Lupoyo didorong untuk melanjutkan pengolahan ecobrick secara mandiri sebagai gerakan bersama dalam mengurangi sampah plastik, menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sekaligus membuka peluang ekonomi berbasis masyarakat desa. (ADV)












Discussion about this post