Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Tim Peneliti BIMA Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait pengembangan model perencanaan pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) berbasis digital adaptif, Sabtu (18/7/2026).
Kegiatan bertajuk “Analisis Model Perencanaan Pembelajaran PPKn Berbasis Digital Adaptif sebagai Akselerator Civic Disposition Siswa SMP Negeri di Kota Gorontalo” tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan guru dan siswa.
Model yang dikembangkan berupa modul ajar yang terintegrasi dengan website E-Civic Adaptif. Platform tersebut tersedia dalam versi desktop untuk guru dan versi mobile bagi siswa.
Ketua Tim Peneliti, Prof. Zulaecha Ngiu, S.Pd., M.Pd., mengatakan pengembangan model tersebut berangkat dari hasil praobservasi di 16 SMP Negeri se-Kota Gorontalo.
Hasil penelusuran menunjukkan masih terdapat kendala dalam penyusunan perencanaan pembelajaran PPKn yang terintegrasi dengan teknologi digital secara adaptif. “PPKn membutuhkan perencanaan pembelajaran yang penuh kehati-hatian, sebab ini menyangkut karakter,” ujar Prof. Zulaecha.
Menurutnya, pembelajaran PPKn tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga bagaimana membentuk civic disposition atau watak kewarganegaraan siswa.
Aspek tersebut mencakup karakter privat dan karakter publik yang perlu dikembangkan secara terencana dalam proses pembelajaran. “Civic disposition yang memuat unsur karakter privat dan karakter publik sangat penting untuk dikembangkan. Penelitian ini juga didukung guru-guru yang terlibat di 16 sekolah, mulai dari tahap praobservasi hingga pengembangan model,” jelasnya.
Dalam penelitian tersebut, tim juga melibatkan sejumlah anggota dengan keahlian masing-masing. Di antaranya Dr. Rasid Yunus, S.Pd., M.Pd., yang memiliki kompetensi di bidang PPKn, pendidikan karakter dan etnopedagogi.
Kemudian Arif Dwinanto yang berkompetensi di bidang rekayasa perangkat lunak. Prof. Zulaecha sendiri memiliki kompetensi pada bidang manajemen, perencanaan pembelajaran, Civic Education, Educational Technology dan Educational Management.
Sejumlah mahasiswa juga dilibatkan sebagai tim pendukung penelitian. Safrin Lamusrin membantu pengumpulan data lapangan, pendampingan pembelajaran dan dokumentasi. Abdul Muin Saleh mendukung administrasi, perizinan, observasi dan wawancara. Sementara Amelisa Paputungan membantu pengumpulan instrumen, pencatatan data lapangan dan dokumentasi.
Prof. Zulaecha turut mengapresiasi dukungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Gorontalo serta guru-guru dari 16 SMP Negeri yang terlibat dalam penelitian.
Salah seorang guru PPKn peserta FGD menyambut positif model yang dikembangkan. Menurutnya, penyusunan modul dan perangkat pembelajaran selama ini menjadi salah satu tantangan dalam proses pembelajaran.
“Kami sangat terbantu dengan adanya ini. Kendala kami saat ini juga berkaitan dengan modul, bagaimana menyusun perencanaan pembelajaran PPKn yang benar-benar adaptif dan sesuai kebutuhan siswa,” ungkapnya. Ia menilai integrasi modul dengan teknologi memberikan langkah yang lebih jelas bagi guru dalam menyusun dan melaksanakan pembelajaran.
Sementara itu, E-Civic Adaptif dirancang sebagai ekosistem pembelajaran yang menggabungkan modul ajar dengan platform digital. Pada sisi guru, platform tersebut menyediakan fitur perencanaan dan pengelolaan modul, manajemen materi dan bank soal, asesmen hingga analitik perkembangan civic disposition siswa.
Sedangkan bagi siswa, versi mobile menyediakan materi yang terbagi dalam karakter publik dan karakter privat, aktivitas belajar, asesmen serta ruang refleksi diri. Melalui pendekatan tersebut, pembelajaran PPKn diharapkan tidak lagi berjalan secara seragam, tetapi dapat menyesuaikan kebutuhan dan profil belajar siswa.
Tim peneliti berharap FGD menghasilkan masukan dari guru, praktisi dan pemangku kepentingan pendidikan untuk menyempurnakan model sebelum diterapkan secara lebih luas.
Penelitian yang dilaksanakan sepanjang 2026 ini merupakan bagian dari skema Riset Dasar–Penelitian Fundamental Reguler bidang Sosial Humaniora dengan fokus pada teknologi pendidikan dan pembelajaran.
Model E-Civic Adaptif diharapkan dapat menjadi salah satu rujukan bagi guru PPKn di Kota Gorontalo dalam menyusun pembelajaran yang adaptif, terukur serta berorientasi pada penguatan karakter kewarganegaraan siswa. (Tr-76)














Discussion about this post