Gorontalopost.co.di, GORONTALO –– Tingginya angka kasus stroke yang kerap berujung pada kecacatan hingga kematian akibat keterlambatan penanganan menjadi tantangan serius di sektor kesehatan.
Kondisi tersebut mendorong Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menghadirkan inovasi digital yang diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus mempercepat deteksi dini gejala stroke.
Melalui tim peneliti Fakultas Kedokteran (FK), UNG mengembangkan aplikasi berbasis web Hallo Stroke, sebuah platform edukasi dan layanan kesehatan yang memudahkan masyarakat mengenali gejala awal stroke serta memperoleh informasi penanganan secara cepat.
Peneliti FK UNG, Isman Yusuf, mengatakan aplikasi tersebut lahir dari kebutuhan untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai stroke. Menurutnya, masih banyak pasien yang datang ke fasilitas kesehatan setelah melewati masa emas penanganan karena kurang memahami tanda-tanda awal penyakit tersebut.
“Hadirnya aplikasi Hallo Stroke diharapkan membantu masyarakat lebih cepat mengenali tanda-tanda stroke sehingga penanganan medis dapat dilakukan sedini mungkin,” ujar Isman.
Ia menjelaskan, Hallo Stroke tidak hanya menyajikan informasi mengenai gejala stroke. Aplikasi tersebut juga menyediakan berbagai layanan, mulai dari konsultasi dokter, edukasi mengenai tanda dan gejala stroke, langkah pertolongan pertama, hingga informasi pencegahan melalui penerapan pola hidup sehat.
Selain itu, masyarakat juga dapat memperoleh informasi mengenai penggunaan obat, layanan fisioterapi, hingga fasilitas rawat inap yang tersedia di puskesmas maupun rumah sakit. Seluruh layanan dapat diakses melalui laman hallostroke.org.
Menurut Isman, aplikasi berbasis website dipilih agar dapat diakses lebih mudah oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa harus mengunduh aplikasi melalui telepon pintar.
“Aplikasi berbasis website ini dirancang agar mudah diakses. Pengguna hanya perlu membuka layanan melalui mesin pencarian internet, kemudian dapat langsung menikmati berbagai fitur yang tersedia,” jelasnya.
Ia menambahkan, Hallo Stroke juga dilengkapi berbagai artikel dan video edukasi yang disusun dengan bahasa sederhana sehingga mudah dipahami masyarakat. Dengan demikian, aplikasi tersebut tidak hanya menjadi media konsultasi, tetapi juga sarana meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya deteksi dini stroke.
Pengembangan Hallo Stroke merupakan hasil penelitian selama dua tahun yang melibatkan kolaborasi lintas perguruan tinggi, yakni Monash University, Universitas Indonesia, dan Universitas Sam Ratulangi.
Proses pengembangannya juga melibatkan Yayasan Stroke Indonesia serta Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) agar aplikasi yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Melalui inovasi tersebut, UNG berharap pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi solusi dalam memperluas akses informasi kesehatan yang akurat sekaligus mengurangi risiko kecacatan maupun kematian akibat keterlambatan penanganan pasien stroke.
Inovasi ini juga menjadi bukti bahwa hasil riset perguruan tinggi tidak hanya berhenti di ruang akademik, tetapi mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. (Tr-76)














Discussion about this post